Berapakah harga dari sebuah kasih?
Berapa uang yang harus dikeluarkan untuk
membeli kasih?
Kasih itu “tidak berharga artinya ia tidak dapat dibeli”.
Tidak perlu serupiah uang pun untuk membeli
kasih.
Bahkan kasih itu dibagikan secara “GRATIS”.
ya, kasih itu diberikan secara cuma – cuma.
Akan tetapi karena gratis,
banyak orang yang menyia – nyiakan kasih.
Kasih menjadi tidak mempunyai arti.
Apa yang mudah didapat, mudah dibuang.
Apa yang sukar diperoleh dan mahal, sangat
disayang.
Kasih disia – siakan.
Tetapi siapa dapat hidup tanpa kasih??
MAHASISWA DAN KARYAWAN KERAJAAN ALLAH FULL-TIME. ONLINE MISIONARIS PART-TIME
Labels
- APA ITU ROH KUDUS? (2)
- berkat rohani (9)
- Doa Mengubah Segala Sesuatu (2)
- Group Putrianggun Lavender (1)
- kata motivasi (14)
- kata-kata motivasi (12)
- kisah nyata (2)
- Lagu Rohani (2)
- Post By Besya Mardhika Goenatio (2)
- Post By Bethany Caruban (2)
- post by Christian Belman Manurung (1)
- post by Johannes Tan (9)
- Post By Jonny Arifyanto (1)
- post by Jonny Liauw (6)
- Post By Mimin Liani (3)
- post by Priska Sweet (1)
- Post By Ragiel A Wicaksono (2)
- Post By Ranie Natalia (1)
- Renungan (18)
- renungan harian (20)
- renungan harian by CH (21)
- renungan harian satu (13)
- renungan singkat (4)
- Renungan. Gereja Bethany International Hongkong (7)
- Santapan Rohani (7)
- santapan rohani GBI BIC HK (10)
- SEBUAH KISAH (8)
Showing posts with label santapan rohani GBI BIC HK. Show all posts
Showing posts with label santapan rohani GBI BIC HK. Show all posts
Friday, April 6, 2012
Monday, January 16, 2012
Jagalah mulutmu
Tidak ada sesuatu pun yang
keluar dari anggota tubuh manusia yang enak,
baik baunya maupun rasanya. Tapi itu semua
sudah taken for granted, semua sudah dari
sananya. Kita tidak bisa protes atau mencoba
merubah bau dan rasa menjadi enak. Hanya ada
satu yang bisa kita kendalikan agar yg keluar dari
situ terasa enak dicium dan didengar, yaitu mulut.
Kita bisa mengendlikan semua yang keluar dari
mulut. Terserah empunya, apakah mau membuat
enak didengar atau dicium.
Janganlah ada perkataan kotor keluar dari
mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik
untuk membangun, di mana perlu, supaya
mereka yang mendengarnya, beroleh kasih
karunia.
keluar dari anggota tubuh manusia yang enak,
baik baunya maupun rasanya. Tapi itu semua
sudah taken for granted, semua sudah dari
sananya. Kita tidak bisa protes atau mencoba
merubah bau dan rasa menjadi enak. Hanya ada
satu yang bisa kita kendalikan agar yg keluar dari
situ terasa enak dicium dan didengar, yaitu mulut.
Kita bisa mengendlikan semua yang keluar dari
mulut. Terserah empunya, apakah mau membuat
enak didengar atau dicium.
Janganlah ada perkataan kotor keluar dari
mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik
untuk membangun, di mana perlu, supaya
mereka yang mendengarnya, beroleh kasih
karunia.
Thursday, December 22, 2011
KEBERHASILAN SEJATI
Buku karya Stephen R. Covey hanya dalam
beberapa minggu bisa laku 15 juta eksemplar.
Mengapa? Karena buku itu menawarkan langkah-
langkah untuk mencapai keberhasilan. Di jaman
yang susah ini, tidak hanya obat sakit kepala yang
laris, tapi juga buku-buku yang menulis tentang
kunci keberhasilan.
Keberhasilan sejati
Namun, pengertian yang lebih lengkap tentang
keberhasilan ada dalam kitab mazmur pasal
pertama. Pemazmur juga menulis bahwa
keberhasilan ditentukan oleh keberutungan atau
nasib tetapi karena kebiasaan-kebiasaan yang harus
dikembangkan dalam hidup. Selain itu, pemazmur
juga juga menulis bahwa tidak semua kberhasilan
adalah keberhasilan sejati.
Keberhasilan yang sejati, yaitu keberhasilan yang
membawa kepada kebahagiaan (ayat 3).
Sebaliknya, keberhasilan yang semu dan tidak
sejati, adalah keberhasilan yang tidak membawa
kebahagiaan (ayat 4).
Orang yang mengalami keberhasilan sejati
digambarkan hidupnya seperti pohon yang
ditanam di tepi aliran air, menghasilkan buahnya
pada musimnya, tidak layu daunnya, dan apa saja
yang diperbuatnya berhasil. Apapun kondisi
jaman, dia tetap tegar karena berada di tepi aliran
air.
Sedangkan orang yang mengalami keberhasilan
semu dan tidak sejati di gambarkan hidupnnya
seperti sekam yang ditiup oleh angin. Sesaat
sekam itu ada, tetapi ketika ditiup angin, sekam itu
lenyap, hilang tak berbekas. Keberhasilan semu
bersifat sementara.
Jelas, kita tidak ingin hidup seperti sekam yang
mudah hilang ditiup angin. Semua pasti ingin
hidup seperti pohon yang ditanam di tepi aliran air.
Oleh karena itu ada kebiasaan-kebiasaan yang
harus dikembangkan supaya memiliki hidup
seperti pohon di tepi aliran air (Mazmur 1:1,2, dan
6).
Kebiasaan
Pertama, orang yang memiliki hidup seperti pohon
yang ditanam di tepi aliran air adalah orang yang
memiliki kebiasaan pergaulan yang benar (ayat 1).
Pergaulan memiliki pengaruh besar dalam
menentukan hidup kita. Oleh karena itu kita harus
berhati-hati dengan siapa kita bergaul. Bukan
maksud saya supaya kita menjadi eksklusif. Kita
tetap harus bergaul dan mengenal semua orang
supaya bisa menjadi saluran berkat Tuhan bagi
banyak orang. Tetapi kita harus berhati-hati
memilih teman akrab kita. Rasul Paulus dalam
suratnya di Korintus menulis "Pergaulan yang
buruk merusak kebiasaan yang baik".
Kebiasaan kedua yang harus dikembangkan adalah
memiliki pemikiran yang benar (ayat 2). Mutu
hidup kita tergantung dari apa yang kita pikirkan.
Kalau yang kita pikirkan adalah ha-hal yang kotor,
maka hidup kita akan kotor. Tetapi, jika kita selalu
memikirkan kebenaran, maka hidup kita akan selalu
segar. Amsal 23:7 menulis, "For as he thinketh in
his heart, so is he." Artinya sebagaimana orang
berpikir dalam hatinya, demikianlah ia.
Jagalah telinga dan mata Anda. Jangan melihat atau
membaca yang tidak seharusnya. Jangan
mendengar apa yang tidak sepantasnya. Karena
apa yang kita lihat dan dengar dapat
mempengaruhi pikiran kita. Sebaliknya, baca dan
lihatlah apa yang baik, seharusnya dan
sepantasnya.
Kebiasaan ketiga adalah perilaku yang benar. Bukan
hanya memiliki pergaulan dan pikiran yang benar
tetapi perilakunya juga harus benar. Jika kita
perilaku memuliakan nama Tuhan, hati Tuhan akan
disenangkan , dan memuncak pada satu
kesimpulan, "apa saja yang diperbuatnya berhasil".
Bukan karena kekuatan manusia, tetapi karena
Tuhan berkenan kepadanya.
Bergaul dengan Tuhan
Ketiga kebiasaan itu saling berkaitan, tidak dapat
dipisahkan satu sama lain. Pergaulan menjadi
sangat penting karena mempengaruhi pikiran kita
dan pada akhirnya mempengaruhi perilaku kita.
Dan dari semua pergaulan tidak ada pergaulan
yang lebih penting daripada bergaul dengan
Tuhan.
Seorang pelukis berusaha melukiskan kata "damai".
Pertama, ia melukis sebuah danau yang tenang,
airnya tidak bergelombang, diatasnya awan
berarak tipis. Lukisan yang elok, tetapi ia tidak
cukup puas karena belum cukup bisa
menggambarkan kata damai.
Lalu ia melukis sawah yang sedang menguning,
siap dipanen dengan latar belakang gunung
menghijau dan langit berwarna keemasan. Lukisan
itu juga indah tapi tidak cukup menggambarkan
kata "damai".
Terakhir ia melukis laut yang sedang bergelora
ditiup badai, gelombang mengamuk, badai
menerjang. Di sebelah kanan berdiri sebuah batu
karang. Kemudian pada batu karang itu dilukiskan
sebuah celah yang berwarna terang dengan seekor
burung kecil yang sedang bernyanyi di dalamnya.
Pelukis itu baru puas. Burung itu bernyanyi karena
tahu ia berada di tempat yang aman, di dalam batu
karang yang teguh dan tidak akan bergoncang,
bagaimana pun badai menerjang. Seperti itulah
hidup didalam pergaulan dengan Tuhan. Di tengah
dunia yang semakin sulit ini, kita harus bergaul
akrab dengan Tuhan. Itulah kunci keberhasilan
yang sejati.
beberapa minggu bisa laku 15 juta eksemplar.
Mengapa? Karena buku itu menawarkan langkah-
langkah untuk mencapai keberhasilan. Di jaman
yang susah ini, tidak hanya obat sakit kepala yang
laris, tapi juga buku-buku yang menulis tentang
kunci keberhasilan.
Keberhasilan sejati
Namun, pengertian yang lebih lengkap tentang
keberhasilan ada dalam kitab mazmur pasal
pertama. Pemazmur juga menulis bahwa
keberhasilan ditentukan oleh keberutungan atau
nasib tetapi karena kebiasaan-kebiasaan yang harus
dikembangkan dalam hidup. Selain itu, pemazmur
juga juga menulis bahwa tidak semua kberhasilan
adalah keberhasilan sejati.
Keberhasilan yang sejati, yaitu keberhasilan yang
membawa kepada kebahagiaan (ayat 3).
Sebaliknya, keberhasilan yang semu dan tidak
sejati, adalah keberhasilan yang tidak membawa
kebahagiaan (ayat 4).
Orang yang mengalami keberhasilan sejati
digambarkan hidupnya seperti pohon yang
ditanam di tepi aliran air, menghasilkan buahnya
pada musimnya, tidak layu daunnya, dan apa saja
yang diperbuatnya berhasil. Apapun kondisi
jaman, dia tetap tegar karena berada di tepi aliran
air.
Sedangkan orang yang mengalami keberhasilan
semu dan tidak sejati di gambarkan hidupnnya
seperti sekam yang ditiup oleh angin. Sesaat
sekam itu ada, tetapi ketika ditiup angin, sekam itu
lenyap, hilang tak berbekas. Keberhasilan semu
bersifat sementara.
Jelas, kita tidak ingin hidup seperti sekam yang
mudah hilang ditiup angin. Semua pasti ingin
hidup seperti pohon yang ditanam di tepi aliran air.
Oleh karena itu ada kebiasaan-kebiasaan yang
harus dikembangkan supaya memiliki hidup
seperti pohon di tepi aliran air (Mazmur 1:1,2, dan
6).
Kebiasaan
Pertama, orang yang memiliki hidup seperti pohon
yang ditanam di tepi aliran air adalah orang yang
memiliki kebiasaan pergaulan yang benar (ayat 1).
Pergaulan memiliki pengaruh besar dalam
menentukan hidup kita. Oleh karena itu kita harus
berhati-hati dengan siapa kita bergaul. Bukan
maksud saya supaya kita menjadi eksklusif. Kita
tetap harus bergaul dan mengenal semua orang
supaya bisa menjadi saluran berkat Tuhan bagi
banyak orang. Tetapi kita harus berhati-hati
memilih teman akrab kita. Rasul Paulus dalam
suratnya di Korintus menulis "Pergaulan yang
buruk merusak kebiasaan yang baik".
Kebiasaan kedua yang harus dikembangkan adalah
memiliki pemikiran yang benar (ayat 2). Mutu
hidup kita tergantung dari apa yang kita pikirkan.
Kalau yang kita pikirkan adalah ha-hal yang kotor,
maka hidup kita akan kotor. Tetapi, jika kita selalu
memikirkan kebenaran, maka hidup kita akan selalu
segar. Amsal 23:7 menulis, "For as he thinketh in
his heart, so is he." Artinya sebagaimana orang
berpikir dalam hatinya, demikianlah ia.
Jagalah telinga dan mata Anda. Jangan melihat atau
membaca yang tidak seharusnya. Jangan
mendengar apa yang tidak sepantasnya. Karena
apa yang kita lihat dan dengar dapat
mempengaruhi pikiran kita. Sebaliknya, baca dan
lihatlah apa yang baik, seharusnya dan
sepantasnya.
Kebiasaan ketiga adalah perilaku yang benar. Bukan
hanya memiliki pergaulan dan pikiran yang benar
tetapi perilakunya juga harus benar. Jika kita
perilaku memuliakan nama Tuhan, hati Tuhan akan
disenangkan , dan memuncak pada satu
kesimpulan, "apa saja yang diperbuatnya berhasil".
Bukan karena kekuatan manusia, tetapi karena
Tuhan berkenan kepadanya.
Bergaul dengan Tuhan
Ketiga kebiasaan itu saling berkaitan, tidak dapat
dipisahkan satu sama lain. Pergaulan menjadi
sangat penting karena mempengaruhi pikiran kita
dan pada akhirnya mempengaruhi perilaku kita.
Dan dari semua pergaulan tidak ada pergaulan
yang lebih penting daripada bergaul dengan
Tuhan.
Seorang pelukis berusaha melukiskan kata "damai".
Pertama, ia melukis sebuah danau yang tenang,
airnya tidak bergelombang, diatasnya awan
berarak tipis. Lukisan yang elok, tetapi ia tidak
cukup puas karena belum cukup bisa
menggambarkan kata damai.
Lalu ia melukis sawah yang sedang menguning,
siap dipanen dengan latar belakang gunung
menghijau dan langit berwarna keemasan. Lukisan
itu juga indah tapi tidak cukup menggambarkan
kata "damai".
Terakhir ia melukis laut yang sedang bergelora
ditiup badai, gelombang mengamuk, badai
menerjang. Di sebelah kanan berdiri sebuah batu
karang. Kemudian pada batu karang itu dilukiskan
sebuah celah yang berwarna terang dengan seekor
burung kecil yang sedang bernyanyi di dalamnya.
Pelukis itu baru puas. Burung itu bernyanyi karena
tahu ia berada di tempat yang aman, di dalam batu
karang yang teguh dan tidak akan bergoncang,
bagaimana pun badai menerjang. Seperti itulah
hidup didalam pergaulan dengan Tuhan. Di tengah
dunia yang semakin sulit ini, kita harus bergaul
akrab dengan Tuhan. Itulah kunci keberhasilan
yang sejati.
Tuesday, December 13, 2011
BALAS DENDAM
Bacaan : 1 Petrus 2:16-25
Adi yang berusia tujuh tahun menangis di ruang
tamu. Ketika ditengok ibunya, ternyata ia
menangis karena rambutnya ditarik-tarik oleh
Bram, adiknya. "Sudahlah, Adi, jangan marah, "
kata si ibu. "Adikmu baru tiga tahun. Ia belum
tahu bahwa rambut itu sakit kalau ditarik." Setelah
tangisnya reda, si ibu kembali ke dapur. Namun,
sesaat kemudian terdengar Bram yang menangis!
"Ada apa lagi ini?" tanya si ibu kesal. Seketika Adi
menjawab dari ruang tamu: "Bu, sekarang Bram
sudah tahu rasanya!"
Orang yang terluka biasanya terdorong untuk
membalas. Terkadang tanpa disadari. Rasa
dendam yang menyelinap di hati membuat kita
tak lagi bebas mengasihi semua orang.
Bagaimana mengatasinya? Petrus menasihati agar
kita "hidup sebagai orang merdeka". Seseorang
disebut merdeka jika jiwanya bebas dari dendam.
Bebas dari niat membalas kejahatan dengan balik
berbuat jahat. Dengan jiwa yang merdeka, kita
bisa menghormati semua orang, termasuk
majikan yang bengis terhadap kita (ayat 18-19).
Petrus menjadikan Yesus sebagai contoh. Ketika
dicaci maki hati-Nya terluka, tetapi Dia tidak balas
melukai orang. Apa rahasianya? Dia menyerahkan
urusan pembalasan itu kepada Bapa!
Apakah ada dendam dalam hati Anda? Niat balas
dendam membuat hati tidak bisa lagi bening.
Pikiran menjadi ruwet. Bahkan, bisa membuat
kita nekat berbuat jahat. Kadang kala orang yang
tidak melukai kita pun bisa kena getahnya.
Pembalasan itu melumpuhkan dan
membahayakan! Lebih baik serahkan sakit hati kita
kepada Allah. Mintalah kepada Dia untuk
mengambil alih perkara itu dan membebaskan
jiwa Anda
Adi yang berusia tujuh tahun menangis di ruang
tamu. Ketika ditengok ibunya, ternyata ia
menangis karena rambutnya ditarik-tarik oleh
Bram, adiknya. "Sudahlah, Adi, jangan marah, "
kata si ibu. "Adikmu baru tiga tahun. Ia belum
tahu bahwa rambut itu sakit kalau ditarik." Setelah
tangisnya reda, si ibu kembali ke dapur. Namun,
sesaat kemudian terdengar Bram yang menangis!
"Ada apa lagi ini?" tanya si ibu kesal. Seketika Adi
menjawab dari ruang tamu: "Bu, sekarang Bram
sudah tahu rasanya!"
Orang yang terluka biasanya terdorong untuk
membalas. Terkadang tanpa disadari. Rasa
dendam yang menyelinap di hati membuat kita
tak lagi bebas mengasihi semua orang.
Bagaimana mengatasinya? Petrus menasihati agar
kita "hidup sebagai orang merdeka". Seseorang
disebut merdeka jika jiwanya bebas dari dendam.
Bebas dari niat membalas kejahatan dengan balik
berbuat jahat. Dengan jiwa yang merdeka, kita
bisa menghormati semua orang, termasuk
majikan yang bengis terhadap kita (ayat 18-19).
Petrus menjadikan Yesus sebagai contoh. Ketika
dicaci maki hati-Nya terluka, tetapi Dia tidak balas
melukai orang. Apa rahasianya? Dia menyerahkan
urusan pembalasan itu kepada Bapa!
Apakah ada dendam dalam hati Anda? Niat balas
dendam membuat hati tidak bisa lagi bening.
Pikiran menjadi ruwet. Bahkan, bisa membuat
kita nekat berbuat jahat. Kadang kala orang yang
tidak melukai kita pun bisa kena getahnya.
Pembalasan itu melumpuhkan dan
membahayakan! Lebih baik serahkan sakit hati kita
kepada Allah. Mintalah kepada Dia untuk
mengambil alih perkara itu dan membebaskan
jiwa Anda
Monday, November 7, 2011
SADAR DIRI
Senin, 7 November 2011
Bacaan Setahun : Yohanes 8-10
Nats : Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya, "Kristus Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa, " dan di antara mereka akulah yang paling berdosa (1 Timotius 1:15)
SADAR DIRI
Bacaan : 1 Timotius 1:12-17
Bila sangat terpukul ketika mengetahui bahwa dirinya ternyata adalah anak angkat dari orangtua yang mengasuhnya selama ini. Namun sejak itu, Mila lebih rajin membantu menjaga toko kedua orang-tuanya. Apalagi ketika Mila menikah dan memiliki anak. Ia makin menyadari betapa besarnya kasih orangtua angkatnya. Mereka telah membesarkannya dengan susah payah, dengan kasih yang sesungguhnya tidak layak ia terima. Demikianlah Mila makin lama makin mengasihi kedua orangtua angkatnya.
Kitab 1 Timotius ditulis oleh Paulus pada akhir hidupnya. Sejak pertobatannya, Paulus telah melakukan begitu banyak pelayanan mendirikan jemaat di berbagai daerah. Paulus telah menempuh begitu banyak bahaya dan penderitaan karena Injil. Dari semua pengalaman itu, Paulus menyatakan bahwa kerinduan terbesarnya adalah makin mengenal Tuhan yang ia layani. Maka, di akhir hidupnya Paulus tidak menjadi sombong, tetapi malah makin menyadari anugerah Tuhan yang begitu besar kepadanya. Bahkan, Paulus mengatakan, bahwa dialah orang yang paling berdosa. Mengapa? Karena makin orang mengenal Kristus, ia makin mengenal siapa dirinya, makin mengerti besarnya anugerah yang ia terima, dan makin memberi diri untuk kemuliaan Tuhan.
Ketika kita makin mendalami firman Tuhan, adakah kita makin mengenal siapa Allah yang kita sembah dan siapa kita sesungguhnya? Atau, jangan-jangan semua itu hanya menjadi pengetahuan yang mengisi otak, yang justru membuat kita tinggi hati? Bagaimanakah pengenalan akan Tuhan ini mempengaruhi sikap hati kita ketika melayani Tuhan? --VT
PENGENALAN AKAN TUHAN MEMAMPUKAN KITA BERCERMIN DIRI
DAN MENYADARI BESARNYA ANUGERAH TUHAN YANG DIBERI
Bacaan Setahun : Yohanes 8-10
Nats : Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya, "Kristus Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa, " dan di antara mereka akulah yang paling berdosa (1 Timotius 1:15)
SADAR DIRI
Bacaan : 1 Timotius 1:12-17
Bila sangat terpukul ketika mengetahui bahwa dirinya ternyata adalah anak angkat dari orangtua yang mengasuhnya selama ini. Namun sejak itu, Mila lebih rajin membantu menjaga toko kedua orang-tuanya. Apalagi ketika Mila menikah dan memiliki anak. Ia makin menyadari betapa besarnya kasih orangtua angkatnya. Mereka telah membesarkannya dengan susah payah, dengan kasih yang sesungguhnya tidak layak ia terima. Demikianlah Mila makin lama makin mengasihi kedua orangtua angkatnya.
Kitab 1 Timotius ditulis oleh Paulus pada akhir hidupnya. Sejak pertobatannya, Paulus telah melakukan begitu banyak pelayanan mendirikan jemaat di berbagai daerah. Paulus telah menempuh begitu banyak bahaya dan penderitaan karena Injil. Dari semua pengalaman itu, Paulus menyatakan bahwa kerinduan terbesarnya adalah makin mengenal Tuhan yang ia layani. Maka, di akhir hidupnya Paulus tidak menjadi sombong, tetapi malah makin menyadari anugerah Tuhan yang begitu besar kepadanya. Bahkan, Paulus mengatakan, bahwa dialah orang yang paling berdosa. Mengapa? Karena makin orang mengenal Kristus, ia makin mengenal siapa dirinya, makin mengerti besarnya anugerah yang ia terima, dan makin memberi diri untuk kemuliaan Tuhan.
Ketika kita makin mendalami firman Tuhan, adakah kita makin mengenal siapa Allah yang kita sembah dan siapa kita sesungguhnya? Atau, jangan-jangan semua itu hanya menjadi pengetahuan yang mengisi otak, yang justru membuat kita tinggi hati? Bagaimanakah pengenalan akan Tuhan ini mempengaruhi sikap hati kita ketika melayani Tuhan? --VT
PENGENALAN AKAN TUHAN MEMAMPUKAN KITA BERCERMIN DIRI
DAN MENYADARI BESARNYA ANUGERAH TUHAN YANG DIBERI
Tuesday, October 5, 2010
YESUS MERINDUKANMU
Pada saat kamu merasa sendiri dan terasing
Ingatlah, bahwa Tuhan tidak pernah
meninggalkanmu sedetikpun
Pada saat engkau letih dan lelah serta
menghadapi banyak persoalan dalam
hidupmu,
Ingatlah bahwa di saat - saat itu Tuhan
menggendongmu,
..menghiburmu dan menyegarkanmu dengan
Cinta-Nya
Pada saat engkau berduka ,
menangis dan merasa sendirian Ingatlah kalau
Tuhan selalu berada disampingmu ,
memelukmu senantiasa dan menghapus
airmatamu dengan penuh kasih
Pada saat engkau merasa tak berguna,
Ingatlah bahwa Tuhan dengan penuh kasih
telah memberikan banyak hal dan talenta
kepadamu,
sekalipun talenta tidak sebesar yang orang lain
miliki,
ingatlah bahwa engkau sangat berharga di
mataNya!!
Pada saat engkau bahagia dan sukacita
Ingatlah bahwa itu karena cinta-Nya kepadamu
Pada saat engkau merasa damai dan teduh
Ingatlah bahwa itu semua adalah pengiburan
darinNya
Dia Yesus…….. Tak pernah sedetikpun
meninggalkanmu,
Tak pernah sedetikpun melepaskan
pelukanNya darimu
CintaNya padamu lebih dari segala galanya
Hingga
Ia rela mati di salib bagimu
Tidakkah engkau merasa bersyukur ?
Tidakkah engkau merasa rindu untuk
membalas cintaNya?
Tidakkah engkau merasa malu ,
betapa banyak yang telah Ia lakukan untukm
betapa Ia sangat mencintaimu
dan betapa sering kita menomersatukan
urusan-urusan kita sedang kita tidak pernah
menjadikan Dia sebagai satu-satunya
penyelamat kita?
Berapa lama lagi kita masih mau menyakiti
Dia?
Berapa lama lagi kita mau membuat Dia sedih?
Berapa lama lagi kita akan membiarkan Dia
menunggu ?
Saudaraku lihatlah
Yesus sedang menunggu kita datang kepadan-
Nya Ia berdiri
dan merentangkan tangan-Nya, menunggu
kita datang kepada-Nya
Ia rindu untuk memeluk kita
Lihatlah……. Yesus tersenyum dan
memandang kita dengan penuh kasih
Lihatlah pandangan mataNya yang penuh
dengan kerinduan dan harapan ,
kita mau datang padaNya
Janganlah kita berlama-lama lagi membiarkan
Yesus menunggu kita Marilah saat ini juga kita
datang kepada-Nya Marilah saat ini juga kita
samut uluran tangan-Nya Biarlah mulai detik
ini kita berjanji kepada-Nya Untuk membalas
cintaNya, untuk tidak lagi membuat Dia
bersedih dan terluka, untuk mengutamakan
Dia di atas segala galannya
Biarlah mulai detik ini Kita mau menyerahkan
seluruh hidup,hati,jiwa dan roh kita untuk-Nya
Sekarang dan selama-lamanya
Luk 15:10
Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan
ada sukacita pada malaikat-malaikat Allah
karena satu orang berdosa yang bertobat.
be blessed
Jbu
Ingatlah, bahwa Tuhan tidak pernah
meninggalkanmu sedetikpun
Pada saat engkau letih dan lelah serta
menghadapi banyak persoalan dalam
hidupmu,
Ingatlah bahwa di saat - saat itu Tuhan
menggendongmu,
..menghiburmu dan menyegarkanmu dengan
Cinta-Nya
Pada saat engkau berduka ,
menangis dan merasa sendirian Ingatlah kalau
Tuhan selalu berada disampingmu ,
memelukmu senantiasa dan menghapus
airmatamu dengan penuh kasih
Pada saat engkau merasa tak berguna,
Ingatlah bahwa Tuhan dengan penuh kasih
telah memberikan banyak hal dan talenta
kepadamu,
sekalipun talenta tidak sebesar yang orang lain
miliki,
ingatlah bahwa engkau sangat berharga di
mataNya!!
Pada saat engkau bahagia dan sukacita
Ingatlah bahwa itu karena cinta-Nya kepadamu
Pada saat engkau merasa damai dan teduh
Ingatlah bahwa itu semua adalah pengiburan
darinNya
Dia Yesus…….. Tak pernah sedetikpun
meninggalkanmu,
Tak pernah sedetikpun melepaskan
pelukanNya darimu
CintaNya padamu lebih dari segala galanya
Hingga
Ia rela mati di salib bagimu
Tidakkah engkau merasa bersyukur ?
Tidakkah engkau merasa rindu untuk
membalas cintaNya?
Tidakkah engkau merasa malu ,
betapa banyak yang telah Ia lakukan untukm
betapa Ia sangat mencintaimu
dan betapa sering kita menomersatukan
urusan-urusan kita sedang kita tidak pernah
menjadikan Dia sebagai satu-satunya
penyelamat kita?
Berapa lama lagi kita masih mau menyakiti
Dia?
Berapa lama lagi kita mau membuat Dia sedih?
Berapa lama lagi kita akan membiarkan Dia
menunggu ?
Saudaraku lihatlah
Yesus sedang menunggu kita datang kepadan-
Nya Ia berdiri
dan merentangkan tangan-Nya, menunggu
kita datang kepada-Nya
Ia rindu untuk memeluk kita
Lihatlah……. Yesus tersenyum dan
memandang kita dengan penuh kasih
Lihatlah pandangan mataNya yang penuh
dengan kerinduan dan harapan ,
kita mau datang padaNya
Janganlah kita berlama-lama lagi membiarkan
Yesus menunggu kita Marilah saat ini juga kita
datang kepada-Nya Marilah saat ini juga kita
samut uluran tangan-Nya Biarlah mulai detik
ini kita berjanji kepada-Nya Untuk membalas
cintaNya, untuk tidak lagi membuat Dia
bersedih dan terluka, untuk mengutamakan
Dia di atas segala galannya
Biarlah mulai detik ini Kita mau menyerahkan
seluruh hidup,hati,jiwa dan roh kita untuk-Nya
Sekarang dan selama-lamanya
Luk 15:10
Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan
ada sukacita pada malaikat-malaikat Allah
karena satu orang berdosa yang bertobat.
be blessed
Jbu
Thursday, July 22, 2010
Mengatasi Kegelisahan Karena Dukacita
Mengatasi Kegelisahan Karena Dukacita
Yohanes 14:1-14
Semua orang dimuka bumi pasti pernah
mengalami dukacita yang mendalam, dukacita
yang amat mendalam itu yang paling
menonjol adalah dukacita karena ditinggalkan
oleh orang yang kita kasihi dan cintai, dukacita
adalah salah satu penyebab kegelisahan
walaupun banyak penyebab kegelisahan.
Mungkin kita gelisah karena kecapaian, kita
gelisah tidak bisa tidur, kita gelisah karena
kesehatan kita terganggu, kita gelisah karena
lapar, bahkan banyak manusia gelisah karena
memikirkan harta dan uangnya.
Tetapi dukacita karena ditinggalkan oleh orang
yang kita kasihi dapat menyebabkan
kegelisahan. Kita selalu orang percaya harus
dapat keluar dari rasa kegelisahan, khususnya
kegelisahan hati karena dukacita akibat
ditinggalkan orang yang kita kasihi.
1. Tetap meningkatkan rasa percaya kepada
Allah (ayat 1), dan tetap meningkatkan
pengenalan akan Bapa (ayat 7) seseorang yang
gelisah kalau ingin keluar dari kegelisahannya
dan harus tetap percaya kepada Allah bahka
tetap mengenal Bapa.
- Bapa di surga memiliki rancangan kepada
setiap hidup manusia
- Seseorang yang gelisah karena dukacita
cenderung menyalahkan Tuhan “mengapa
Tuhan kejam, tega mengambil orangtuaku”
- Sebaliknya.
2. Memiliki konsep makna “rumah” yang
sesungguhnya (2,3), banyak orang gelisah
walaupun tinggal di dalam rumah yang enak
dan mewah. Tetapi ada orang yang merasa
nyaman dan nyenyak sekalipun tidur dirumah
yang sederhana, kita harus memiliki konsep
yang benar tentang makna rumah, rumah
yang sesungguhnya bukan di dunia ini tetapi
rumah yang disediakan Tuhan – I Korintus 5:1.
Paulus – kemah yang dibawakan.
3. Melakukan pekerjaan yang Yesus lakukan
(12), seringkali untuk mengatasi kegelisahan
kita melakukan pekerjaan ini itu dan kegiatan
ini/itu tetap kegelisahan itu tetap datang tetapi
belajarlah melakukan pekerjaan yang Yesus
lakukan yaitu: Berdoa memberitakan injil,
memperhatikan orang yang lemah.
4. Tetap memiliki pengharapan di dalam nama
Yesus (13-14), dukacita yang ada saat ini Tuhan
ijinkan agar kita berharap pada Dia, dan
kegelisahan itu akan sirna kalau kita alihkan
pengharapan kita dari orang yang kita kasihi
kepada pengharapan baru di dalam Yesus.
Yohanes 14:1-14
Semua orang dimuka bumi pasti pernah
mengalami dukacita yang mendalam, dukacita
yang amat mendalam itu yang paling
menonjol adalah dukacita karena ditinggalkan
oleh orang yang kita kasihi dan cintai, dukacita
adalah salah satu penyebab kegelisahan
walaupun banyak penyebab kegelisahan.
Mungkin kita gelisah karena kecapaian, kita
gelisah tidak bisa tidur, kita gelisah karena
kesehatan kita terganggu, kita gelisah karena
lapar, bahkan banyak manusia gelisah karena
memikirkan harta dan uangnya.
Tetapi dukacita karena ditinggalkan oleh orang
yang kita kasihi dapat menyebabkan
kegelisahan. Kita selalu orang percaya harus
dapat keluar dari rasa kegelisahan, khususnya
kegelisahan hati karena dukacita akibat
ditinggalkan orang yang kita kasihi.
1. Tetap meningkatkan rasa percaya kepada
Allah (ayat 1), dan tetap meningkatkan
pengenalan akan Bapa (ayat 7) seseorang yang
gelisah kalau ingin keluar dari kegelisahannya
dan harus tetap percaya kepada Allah bahka
tetap mengenal Bapa.
- Bapa di surga memiliki rancangan kepada
setiap hidup manusia
- Seseorang yang gelisah karena dukacita
cenderung menyalahkan Tuhan “mengapa
Tuhan kejam, tega mengambil orangtuaku”
- Sebaliknya.
2. Memiliki konsep makna “rumah” yang
sesungguhnya (2,3), banyak orang gelisah
walaupun tinggal di dalam rumah yang enak
dan mewah. Tetapi ada orang yang merasa
nyaman dan nyenyak sekalipun tidur dirumah
yang sederhana, kita harus memiliki konsep
yang benar tentang makna rumah, rumah
yang sesungguhnya bukan di dunia ini tetapi
rumah yang disediakan Tuhan – I Korintus 5:1.
Paulus – kemah yang dibawakan.
3. Melakukan pekerjaan yang Yesus lakukan
(12), seringkali untuk mengatasi kegelisahan
kita melakukan pekerjaan ini itu dan kegiatan
ini/itu tetap kegelisahan itu tetap datang tetapi
belajarlah melakukan pekerjaan yang Yesus
lakukan yaitu: Berdoa memberitakan injil,
memperhatikan orang yang lemah.
4. Tetap memiliki pengharapan di dalam nama
Yesus (13-14), dukacita yang ada saat ini Tuhan
ijinkan agar kita berharap pada Dia, dan
kegelisahan itu akan sirna kalau kita alihkan
pengharapan kita dari orang yang kita kasihi
kepada pengharapan baru di dalam Yesus.
Wednesday, July 21, 2010
Kita Itu Mahasiswa KKN (Kuliah Kerja Nyata)
Saudara dalam Yesus Kristus
Sebagai anak-anak Allah, kita ada di dunia ini
adalah untuk menjalankan tugas.
Sesungguhnya setiap orang kristen sedang
"tugas lapangan" atau "tugas luar kota".
Dahulu, setiap mahasiswa yang akan
menyelesaikan studi, wajib mengikuti KKN
(Kuliah Kerja Nyata) ke desa-desa. Dan kita ini
adalah mahasiswa-mahasiswa dari sorga
yang sedang KKN di dunia. Kita yang berasal
dari sorga, sekarang sedang tidak ada di
sorga, melainkan sedang berada di lapangan,
itulah dunia ini.
Sedihnya, sebagian besar dari kita justru terlalu
larut dengan suasana di "lapangan", sehingga
tidak jelas lagi kita ini pribumi atau mahasiswa
KKN; kita ini orang dunia atau orang sorga.
Sebagaimana orang-orang dunia bertujuan,
demikianlah tujuan kita. Sebagaimana mereka
hidup dalam kebiasaan-kebiasaan yang salah,
demikianlah kebiasaan-kebiasaan kita juga,
padahal tujuan kita diutus KKN justru untuk
mengubah banyak hal termasuk kebiasaan-
kebiasaan buruk mereka. Dalam bahasa buku
pedoman KKN kita, Alkitab, kebiasaan-
kebiasaan buruk itu disebut kebiasaan-
kebiasaan yang tidak kudus. Kecanduan rokok,
alkohol, narkoba, pornografi, gaya bicara yang
bersumpah serapah, tindakan-tindakan
curang, dan sebagainya, itulah kebiasaan-
kebiasaan "orang desa" yang harus kita
terangi. Tapi ada berapa banyak dari kita yang
turut ambil bagian dari kebiasaan-kebiasaan
buruk itu? Bukan kita, mahasiswa dari sorga,
yang berhasil menerangi orang-orang desa
(dunia), tapi merekalah yang berhasil
menggelapkan kita....
Saudaraku, bangkitlah sejak hari ini. Sadarilah
bahwa engkau itu bukan pribumi desa ini, tapi
mahasiswa-mahasiswa dari sorga yang
sedang KKN di desa ini. Kita memang
mengerjakan apa yang mereka kerjakan.
Sebagaimana mereka pergi ke sawah, kitapun
turut pergi ke sawah, supaya kita tidak
menjadi mahasiswa yang hanya tahu teori.
Kesusahan-kesusahan yang mereka miliki,
boleh jadi turut pula kita alami. Di desa mereka
tidak ada bioskop, tidak ada internet atau
rumah sakit. Mereka tidak pernah menikmati
itu, demikian juga kita tidak mungkin
menkmati semua itu selama di desa tersebut.
Ya, mungkin krisis yang melanda desa
bernama "dunia" ini, termasuk krisis ekonomi,
krisis politik, dan berbagai-bagai kesusahan
lainnya, turut juga kita alami, karena baik
"pribumi desa" maupun kita "mahasiswa KKN"
sama-sama tinggal di desa ini.
Tetapi asal-ususllah yang membedakan kita
dengan mereka. Kita diutus ke desa ini oleh
Allah karena desa ini perlu dituntun agar keluar
dari segala kegelapan. Kita diutus, sebagai
mahasiswa KKN dari sorga, untuk menerangi
dunia ini. Kita datang untuk membangun
mereka, memberi mereka penyuluhan-
penyuluhan, penerangan-penerangan, pikiran-
pikiran yang baru, semangat hidup yang baru,
kebiasaan-kebiasaan hidup yang baru.
Sungguh, kita diutus ke dunia ini untuk
meneranginya, bukan malah digelapkan
olehnya.
Sebagai anak-anak Allah, kita ada di dunia ini
adalah untuk menjalankan tugas.
Sesungguhnya setiap orang kristen sedang
"tugas lapangan" atau "tugas luar kota".
Dahulu, setiap mahasiswa yang akan
menyelesaikan studi, wajib mengikuti KKN
(Kuliah Kerja Nyata) ke desa-desa. Dan kita ini
adalah mahasiswa-mahasiswa dari sorga
yang sedang KKN di dunia. Kita yang berasal
dari sorga, sekarang sedang tidak ada di
sorga, melainkan sedang berada di lapangan,
itulah dunia ini.
Sedihnya, sebagian besar dari kita justru terlalu
larut dengan suasana di "lapangan", sehingga
tidak jelas lagi kita ini pribumi atau mahasiswa
KKN; kita ini orang dunia atau orang sorga.
Sebagaimana orang-orang dunia bertujuan,
demikianlah tujuan kita. Sebagaimana mereka
hidup dalam kebiasaan-kebiasaan yang salah,
demikianlah kebiasaan-kebiasaan kita juga,
padahal tujuan kita diutus KKN justru untuk
mengubah banyak hal termasuk kebiasaan-
kebiasaan buruk mereka. Dalam bahasa buku
pedoman KKN kita, Alkitab, kebiasaan-
kebiasaan buruk itu disebut kebiasaan-
kebiasaan yang tidak kudus. Kecanduan rokok,
alkohol, narkoba, pornografi, gaya bicara yang
bersumpah serapah, tindakan-tindakan
curang, dan sebagainya, itulah kebiasaan-
kebiasaan "orang desa" yang harus kita
terangi. Tapi ada berapa banyak dari kita yang
turut ambil bagian dari kebiasaan-kebiasaan
buruk itu? Bukan kita, mahasiswa dari sorga,
yang berhasil menerangi orang-orang desa
(dunia), tapi merekalah yang berhasil
menggelapkan kita....
Saudaraku, bangkitlah sejak hari ini. Sadarilah
bahwa engkau itu bukan pribumi desa ini, tapi
mahasiswa-mahasiswa dari sorga yang
sedang KKN di desa ini. Kita memang
mengerjakan apa yang mereka kerjakan.
Sebagaimana mereka pergi ke sawah, kitapun
turut pergi ke sawah, supaya kita tidak
menjadi mahasiswa yang hanya tahu teori.
Kesusahan-kesusahan yang mereka miliki,
boleh jadi turut pula kita alami. Di desa mereka
tidak ada bioskop, tidak ada internet atau
rumah sakit. Mereka tidak pernah menikmati
itu, demikian juga kita tidak mungkin
menkmati semua itu selama di desa tersebut.
Ya, mungkin krisis yang melanda desa
bernama "dunia" ini, termasuk krisis ekonomi,
krisis politik, dan berbagai-bagai kesusahan
lainnya, turut juga kita alami, karena baik
"pribumi desa" maupun kita "mahasiswa KKN"
sama-sama tinggal di desa ini.
Tetapi asal-ususllah yang membedakan kita
dengan mereka. Kita diutus ke desa ini oleh
Allah karena desa ini perlu dituntun agar keluar
dari segala kegelapan. Kita diutus, sebagai
mahasiswa KKN dari sorga, untuk menerangi
dunia ini. Kita datang untuk membangun
mereka, memberi mereka penyuluhan-
penyuluhan, penerangan-penerangan, pikiran-
pikiran yang baru, semangat hidup yang baru,
kebiasaan-kebiasaan hidup yang baru.
Sungguh, kita diutus ke dunia ini untuk
meneranginya, bukan malah digelapkan
olehnya.
Monday, June 28, 2010
Tuhan Berkata....!!!
Engkau tidak perlu menjadi orang pandai utk
menyenangkanKu; cukuplah dengan kauingin
mengasihiKu. Berbicaralah kepadaKu seperti
kepada seseorang yang sangat kau sukai.
Adakah orang-orang yang ingin engkau
doakan.. Sebutkan nama-nama mereka
kepadaKu, dan mintalah dariKu sebanyak yang
engkau mau. Aku ini murah hati dan
mengetahui semua kebutuhan mereka, tetapi
Aku ingin engkau menunjukkan kasihmu
kepada mereka dan kepadaKu dengan
mempercayai Aku untuk melakukan apa yang
Kutahu yang terbaik.
Katakan padaKu tentang si miskin, si sakit dan
orang-orang berdosa, dan jika engkau
kehilangan persahabatan atau kasih sayang
dengan siapapun, katakan juga kepadaKu.
Adakah sesuatu yang kau inginkan untuk
jiwamu? Jika engkau mau, engkau dapat
menuliskan semua kebutuhanmu dalam
sebuah daftar yang panjang, lalu kemarilah
dan bacakan kepadaKu.
Katakan saja padaKu tentang
kesombonganmu, sifatmu yang mudah
tersinggung, keakuanmu, kejahatanmu dan
kemalasanmu. Jangan malu; ada banyak orang
Kudus di surga yang telah melakukan
kesalahan-kesalahan yang sama; mereka
berdoa kepadaKu dan, sedikit demi sedikit,
kesalahan-kesalahan mereka itu diperbaiki.
Jangan terburu-buru memintaKu untuk
memberkati tubuh dan pikiran; kesehatan,
daya pikir, keberhasilan. Aku dapat
memberikan segalanya dan Aku akan selalu
memberikan segala yang dibutuhkan untuk
membuat jiwa-jiwa lebih kudus.
Apa yang kau inginkan hari ini ? Katakanlah
padaKu, sebab Aku menanti-nantikan untuk
melakukan kebaikan bagimu. Apakah rencana-
rencanamu? Ceritakanlah padaKu. Adakah
seseorang yang ingin kau senangkan hatinya?
Apa yang kau inginkan terjadi untuk mereka?
Dan tidakkah engkau ingin melakukan sesuatu
untukKu? Tidakkah engkau ingin melakukan
sedikit kebaikan untuk jiwa teman-temanmu
yang mungkin telah melupakanKu? Katakanlah
kepadaKu tentang kegagalan-kegagalanmu,
dan Aku akan menunjukkan kepadamu
penyebabnya. Apakah kekhawatiranmu?
Siapakah yang telah menyakitimu? Katakanlah
kepadaKu, dan sertakan juga bahwa engkau
akan memaafkan dan melupakan, dan Aku
akan memberkatimu.
Apakah engkau takut akan sesuatu? Apakah
engkau menyimpan ketakutan-ketakutan yang
tidak beralasan dan menyiksa? Percayakan
dirimu kepadaKu. Aku ada disini. Aku melihat
segala sesuatu. Aku tidak akan
meninggalkanmu.
Tidak adakah sukacita yang dapat engkau
ceritakan kepadaKu? Mengapa engkau tidak
berbagi kebahagiaanmu denganKu? Katakanlah
kepadaKu apa yang telah terjadi sejak kemarin
yang membuatmu merasa senang dan
tenang. Apapun itu, betapapun besarnya,
betapapun kecilnya, aku telah menyiapkannya.
Tunjukkanlah kepadaKu penghargaanmu dan
berterima kasihlah kepadaKu.
Apakah engkau menetapkan hati untuk tidak
jatuh dalam percobaan? Apakah engkau sudah
menetapkan keputusanmu tentang buku-buku
dan pergaulan yang buruk? Semua hal itu
merusak kedamaian jiwamu. Akankah engkau
bersikap baik kepada orang yang telah
menyakitimu itu?
Sekarang, teruslah berjalan. Teruslah bekerja.
Teruslah berusaha dan jadilah orang yang
lebih tenang, lebih rendah hati, lebih taat, lebih
murah hati; dan kembalilah segera dan
bawalah padaKu hati yang lebih berserah.
Besok Aku menyediakan bagimu lebih banyak
berkat.
"Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah
mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah
mengasihi kita dan yang telah mengutus
Anak-Nya sebagai perdamaian bagi dosa-dosa
kita". 1 Yohanes 4:10. Amin...!!
Tuhan Yesus memberkati kita semua..!!
menyenangkanKu; cukuplah dengan kauingin
mengasihiKu. Berbicaralah kepadaKu seperti
kepada seseorang yang sangat kau sukai.
Adakah orang-orang yang ingin engkau
doakan.. Sebutkan nama-nama mereka
kepadaKu, dan mintalah dariKu sebanyak yang
engkau mau. Aku ini murah hati dan
mengetahui semua kebutuhan mereka, tetapi
Aku ingin engkau menunjukkan kasihmu
kepada mereka dan kepadaKu dengan
mempercayai Aku untuk melakukan apa yang
Kutahu yang terbaik.
Katakan padaKu tentang si miskin, si sakit dan
orang-orang berdosa, dan jika engkau
kehilangan persahabatan atau kasih sayang
dengan siapapun, katakan juga kepadaKu.
Adakah sesuatu yang kau inginkan untuk
jiwamu? Jika engkau mau, engkau dapat
menuliskan semua kebutuhanmu dalam
sebuah daftar yang panjang, lalu kemarilah
dan bacakan kepadaKu.
Katakan saja padaKu tentang
kesombonganmu, sifatmu yang mudah
tersinggung, keakuanmu, kejahatanmu dan
kemalasanmu. Jangan malu; ada banyak orang
Kudus di surga yang telah melakukan
kesalahan-kesalahan yang sama; mereka
berdoa kepadaKu dan, sedikit demi sedikit,
kesalahan-kesalahan mereka itu diperbaiki.
Jangan terburu-buru memintaKu untuk
memberkati tubuh dan pikiran; kesehatan,
daya pikir, keberhasilan. Aku dapat
memberikan segalanya dan Aku akan selalu
memberikan segala yang dibutuhkan untuk
membuat jiwa-jiwa lebih kudus.
Apa yang kau inginkan hari ini ? Katakanlah
padaKu, sebab Aku menanti-nantikan untuk
melakukan kebaikan bagimu. Apakah rencana-
rencanamu? Ceritakanlah padaKu. Adakah
seseorang yang ingin kau senangkan hatinya?
Apa yang kau inginkan terjadi untuk mereka?
Dan tidakkah engkau ingin melakukan sesuatu
untukKu? Tidakkah engkau ingin melakukan
sedikit kebaikan untuk jiwa teman-temanmu
yang mungkin telah melupakanKu? Katakanlah
kepadaKu tentang kegagalan-kegagalanmu,
dan Aku akan menunjukkan kepadamu
penyebabnya. Apakah kekhawatiranmu?
Siapakah yang telah menyakitimu? Katakanlah
kepadaKu, dan sertakan juga bahwa engkau
akan memaafkan dan melupakan, dan Aku
akan memberkatimu.
Apakah engkau takut akan sesuatu? Apakah
engkau menyimpan ketakutan-ketakutan yang
tidak beralasan dan menyiksa? Percayakan
dirimu kepadaKu. Aku ada disini. Aku melihat
segala sesuatu. Aku tidak akan
meninggalkanmu.
Tidak adakah sukacita yang dapat engkau
ceritakan kepadaKu? Mengapa engkau tidak
berbagi kebahagiaanmu denganKu? Katakanlah
kepadaKu apa yang telah terjadi sejak kemarin
yang membuatmu merasa senang dan
tenang. Apapun itu, betapapun besarnya,
betapapun kecilnya, aku telah menyiapkannya.
Tunjukkanlah kepadaKu penghargaanmu dan
berterima kasihlah kepadaKu.
Apakah engkau menetapkan hati untuk tidak
jatuh dalam percobaan? Apakah engkau sudah
menetapkan keputusanmu tentang buku-buku
dan pergaulan yang buruk? Semua hal itu
merusak kedamaian jiwamu. Akankah engkau
bersikap baik kepada orang yang telah
menyakitimu itu?
Sekarang, teruslah berjalan. Teruslah bekerja.
Teruslah berusaha dan jadilah orang yang
lebih tenang, lebih rendah hati, lebih taat, lebih
murah hati; dan kembalilah segera dan
bawalah padaKu hati yang lebih berserah.
Besok Aku menyediakan bagimu lebih banyak
berkat.
"Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah
mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah
mengasihi kita dan yang telah mengutus
Anak-Nya sebagai perdamaian bagi dosa-dosa
kita". 1 Yohanes 4:10. Amin...!!
Tuhan Yesus memberkati kita semua..!!
Perubahan Sejati
Apakah anda menginginkan perubahan2
dalam hidup anda??
tidak sedikit dari kita sebagai warga Kerajaan
Allah pasti menginginkan itu menjelang hari
kedatangan Tuhan Yesus kedua kalinya agar
hati kita siap saat itu...
perlu diketahui bahwa perubahan sejati tak
bisa didapat dalam waktu yg cepat dan tidak
datang melalui pendidikan, rehabilitasi,
demonstrasi dll,,ini sia-sia karena perubahan
sejati harus dari dalam bukan dari luar...
satu2nya melalui kuasa Firman Tuhan yg
dimanifestasikan dalam hidup anda dan
melalui darah Tuhan Yesus Kristus yg rela
disalibkan 2000tahun lalu....
kita pasti pernah mendengar seorang wanita
yg tertangkap basah dalam berzinah dan
dibawa ke hadapan Yesus yg sedang menulis
di tanah... cerita akhirnya malah menunjukkan
kasihNya yg sesungguhnya...Tuhan Yesus tak
menyangkali kesalahan wanita tersebut dan
menganalisa masa lalunya....Tuhan memang
membenci dosa tapi Dia sangat memahami
kelemahan kita,,karena itu Dia selalu beserta
kita dalam mengalami awal baru .. dan
memberi kesempatan selama kita mau
bertobat..pertolonganNya tak pernah datang
terlambat...
Gbu
dalam hidup anda??
tidak sedikit dari kita sebagai warga Kerajaan
Allah pasti menginginkan itu menjelang hari
kedatangan Tuhan Yesus kedua kalinya agar
hati kita siap saat itu...
perlu diketahui bahwa perubahan sejati tak
bisa didapat dalam waktu yg cepat dan tidak
datang melalui pendidikan, rehabilitasi,
demonstrasi dll,,ini sia-sia karena perubahan
sejati harus dari dalam bukan dari luar...
satu2nya melalui kuasa Firman Tuhan yg
dimanifestasikan dalam hidup anda dan
melalui darah Tuhan Yesus Kristus yg rela
disalibkan 2000tahun lalu....
kita pasti pernah mendengar seorang wanita
yg tertangkap basah dalam berzinah dan
dibawa ke hadapan Yesus yg sedang menulis
di tanah... cerita akhirnya malah menunjukkan
kasihNya yg sesungguhnya...Tuhan Yesus tak
menyangkali kesalahan wanita tersebut dan
menganalisa masa lalunya....Tuhan memang
membenci dosa tapi Dia sangat memahami
kelemahan kita,,karena itu Dia selalu beserta
kita dalam mengalami awal baru .. dan
memberi kesempatan selama kita mau
bertobat..pertolonganNya tak pernah datang
terlambat...
Gbu
Subscribe to:
Posts (Atom)
