Showing posts with label SEBUAH KISAH. Show all posts
Showing posts with label SEBUAH KISAH. Show all posts

Wednesday, May 11, 2011

Belajar dari PASIR DAN BATU

1Petrus 3:9
Dan janganlah membalas
kejahatan dengan kejahatan,
atau caci maki dengan caci
maki,
tetapi sebaliknya,
hendaklah kamu memberkati,
karna untuk itulah kamu
dipanggil,
yaitu untuk memperoleh
berkat.

Ini adalah sebuah kisah
tentang dua orang suami istri
yg sedang berjalan melintasi
gurun pasir.
Ditengah perjalanan,
mereka bertengkar &
suaminya menghardik istrinya
dengan sangat keras.
Istri yg kena hardik,
merasa sakit hati,
tapi tanpa berkata-kata,
dia menulis diatas pasir :
"HARI INI SUAMIKU MENYAKITI
HATIKU"

Mereka terus berjalan,
sampai menemukan sebuah
oasis dimana mereka
memutuskan untuk mandi.
Si Istri mencoba berenang,
namun nyaris tenggelam dan
berhasil diselamatkan
suaminya.
Ketika dia mulai siuman & rasa
takutnya hilang dia menulis
disebuah batu:
"HARI INI SUAMIKU YG BAIK
MENYELAMATKAN
NYAWAKU"
Suami bertanya:
“kenapa setelah saya melukai
hatimu,
kamu menulisnya diatas pasir
& sekarang kamu menulis
diatas batu?”
Istrinya sambil tersenyum
menjawab :
“ketika kita harus menulisnya
diatas pasir agar angin maaf
datang berhembus &
menghapus tulisan itu..

Bila sesuatu yg luar biasa
diperbuat suamiku,
aku harus memahatnya diatas
batu hatiku,
agar tak bisa hilang tertiup
angin."

PESAN MORAL,
Dalam hidup ini sering timbul
beda pendapat & konflik
karena sudut pandang yg
berbeda,
terkadang malah sangat
menyakitkan.
Oleh karena itu,
cobalah untuk saling
memaafkan & melupakan
masalah lalu.

Yg terpenting dr pelajaran
diatas, adalah :
Belajarlah untuk selalu BISA
MENULIS DI ATAS PASIR ....

Semoga anda mengerti betapa
berharganya sebuah
"KELUARGA"
Gbu all
({})
Tuhan Memberkati.

Monday, September 27, 2010

PADA ORANG YANG SUKA DAMAI AKAN ADA MASA DEPAN

Amsal 2:21 - Karena orang jujurlah akan
mendiami tanah, dan orang yang tak
bercelalah yang akan tetap tinggal di situ.
Mazmur 37:37-38 - Perhatikanlah orang yang
tulus dan lihatlah kepada orang yang jujur,
sebab pada orang yang suka damai akan ada
masa depan; tetapi pendurhaka-pendurha ka
akan dibinasakan bersama-sama, dan masa
depan orang-orang fasik akan dilenyapkan.
Seorang pengkhotbah muda diundang untuk
membagikan firman Tuhan di dalam sebuah
Ibadah Raya. Dalam ibadah itu ia mengupas
tentang hal “Jangan Mencuri”, salah satu poin
dari sepuluh perintah Allah. Keesokan harinya
ia naik bis dan memberikan uang satu dolar
untuk membayar ongkosnya. Kemudian ia
menerima uang receh sebagai kembaliannya
dan berjalan ke pintu keluar sambil
menghitungnya. Ternyata uang yang
diterimanya lebih dan ia terus berjalan sambil
berkata dalam hatinya, “Pemilik bis ini tidak
akan bangkrut hanya karena uang ini. Ini kan
hanya recehan . . . . . ” Namun beberapa detik
kemudian hatinya berubah, ia memutar haluan
dan berjalan kearah depan. Sambil
menyerahkan uang kepada kondektur ia
berkata, “Kembaliannya lebih nih . . .” Reaksi
sang kondektur sungguh diluar dugaannya.
“ Saya sengaja Pak Pendeta. Kemarin saya
mendengar khotbah Bapak tentang hukum
“ Jangan Mencuri”, dimana kita tidak boleh
mengambil barang orang lain atau apa saja
yang bukan bagian kita. Dari tadi saya
memperhatikan Bapak melangkah sambil
menghitung uang kembalian itu, dan ternyata
Bapak melakukan apa yang Bapak ajarkan, ”
jawab sang kondektur sambil mengacungkan
jempolnya. Hari itu si pengkhotbah muda lulus
dalam ujian kejujuran, dan dalam prosesnya ia
memberi kesaksian iman yang dinyatakan
dalam perbuatannya.
Uang receh itu adalah penguji yang kelihatan
kecil atau sepele, tapi jika lulus maka itu
membuktikan bahwa iman yang
diperkatakannya selaras dengan perbuatannya.
Namun dewasa ini iman yang ada di dalam
diri orang percaya sudah menjadi “barang”
langka, apalagi di Indonesia yang merupakan
Negara dimana tingkat korupsinya tinggi. Fakta
ini menunjukkan bahwa banyak pejabat yang
tidak jujur di dalam melakukan tugasnya.
Pejabat dan pengusaha berkolusi melakukan
penipuan kelas kakap dan karyawan atau
buruh yang kecil melakukan penipuan kecil.
Semuanya dilakukan untuk mengeruk
keuntungan bagi diri sendiri (Yak 3:14 - Jika
kamu menaruh perasaan iri hati dan kamu
mementingkan diri sendiri, janganlah kamu
memegahkan diri dan janganlah berdusta
melawan kebenaran!). Selain karena uang, ada
juga orang-orang yang tidak berlaku jujur
demi mencari popularitas, kehormatan atau
mempertahankan kedudukannya. Biasanya hal
ini banyak terjadi dipanggung politik atau
pemerintahan, tetapi tidak menutup
kemungkinan juga terjadi di gereja Tuhan.
Tetapi semua fakta ini tidak bisa menjadi alasan
bagi anak-anak Tuhan untuk tidak berlaku
jujur, karena Tuhan selalu ada di pihak orang
yang jujur.
Mengenai kejujuran, Tuhan Yesus berkata,
“ Jika ya, hendaklah kamu katakana: ya, jika
tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa
yang lebih dari pada itu berasal dari si
jahat. ” (Mat 5:37). Artinya, jika kita tidak jujur
berarti kita ada dipihak iblis, tapi bila kita
berlaku jujur maka Tuhan akan membuka
jalan bagi kita, meskipun jalan yang kita lalui
tidak semulus jalan yang serong. Tetapkanlah
hati untuk berjalan dijalur orang jujur!
DOA:
Hasrat hatiku adalah hidup sebagai orang yang
jujur dan dapat dipercaya sehingga hidupku
menjadi terang yang memancarkan
kemuliaanMu. Mampukan aku ya Tuhan
Yesus. Amin.
KATA-KATA BIJAK:
Orang yang jujur dilepaskan oleh
kebenarannya, tetapi pengkhianat tertangkap
oleh hawa nafsunya. (Amsal 11:6)

Wednesday, September 15, 2010

HIDUP BERSYUKUR

Ada seorang Ibu dengan dua orang anak.
Yang paling besar membuka usaha payung.
Yang kedua membuka usaha dengdeng sapi.
Usaha yg besar memerlukan hujan.
sedangkan yg ke dua memerlukan matahari.
Kasihan si ibu, pada waktu udara cerah si ibu
bersedih dan khawatir, memikirkan anaknya
yg paling besar.
Pada waktu hujan, si ibu bersedih dsn
khawatir memikirkan anak keduanya.
Pendetanya melihat wajah si ibu yg murung,
lalu bertanya apa sebabnya si ibu murung.
Dengan muka muram si ibu bercerita dan
membeberkan kesedihannya dan
kekhawatirannya.
setelah mengetahui masalahnya, pendeta
menasehati agar si ibu menuntut kehidupan
Kristen yg bersyukur.
Si ibu menuruti nasehat pendeta dan
melaksanakan
Oooohhhh.... sungguh ajaib dan luar biasa,.
hidup si ibu berubah 180 derajat.
Sekarang wajahnya berseri", hatinya penuh
dengan suka cita.
Mengapa bisa demikian...?????? Karna si ibu
belajar menuntut kehidupan yg bersyukur.
Pada waktu udra cerah, si ibu datang
mengucap syukur dan berdoa.
" Tuhan saya bersyukur utk udara yang cerah
ini, sehingga usaha anakku yg ke dua tidak
terlambat.
Pada waktu udara mendung sebagai tanda
musim hujan tiba, si ibu datang juga pada
Tuhan dng ucapan syukur, " Tuhan, saya
bersyukur karna musim hujan tiba..!!!
Ini suatu pertanda bahwa usaha anaku yg
paling besar akan membaik "
" Janganlah hendaknya kamu khawatir tentang
apa pun juga, tetapi nyatakan dalam segala hal
keinginanmu kepada Allah dlm doa dan
permohonan dng ucapan Syukur " ( Filipi 4 :
6 )

Friday, September 10, 2010

Jangan Biarkan KEBAIKAN Terhenti Padamu

Pada suatu hari seorang pria melihat seorang
wanita lanjut usia sedang berdiri kebingungan
di pinggir jalan. Meskipun hari agak gelap, pria
itu dapat melihat bahwa sang nyonya sedang
membutuhkan pertolongan. Maka pria itu
menghentikan mobil truk tuanya di depan
mobil wanita itu dan keluar menghampirinya.
Mobilnya masih menyala ketika pria itu
mendekati sang nyonya.
Meskipun pria itu tersenyum, wanita itu masih
ketakutan. Tak ada seorangpun berhenti
menolongnya selama beberapa jam ini.
Apakah pria ini akan melukainya? Pria itu
kelihatan tidak baik.
Sang pria dapat melihat bahwa wanita itu
ketakutan, sementara berdiri di sana
kedinginan. Ia mengetahui bagaimana
perasaan wanita itu. Ketakutan itu membuat
sang nyonya tambah kedinginan.
Kata pria itu, "Saya di sini untuk menolong
anda, Nyonya. Masuklah ke dalam mobil
supaya anda merasa hangat! Ngomong-
ngomong, nama saya Bryan Anderson."
Wah, sebenarnya ia hanya mengalami ban
kempes, namun bagi wanita lanjut seperti dia,
kejadian itu cukup buruk. Bryan merangkak ke
bawah bagian sedan, mencari tempat untuk
memasang dongkrak. Selama mendongkrak
itu beberapa kali jari-jarinya membentur tanah.
Segera ia dapat mengganti ban itu. Namun
akibatnya ia jadi kotor dan tangannya terluka.
Ketika pria itu mengencangkan baut-baut roda
ban, wanita itu menurunkan kaca mobilnya
dan mencoba ngobrol dengan pria itu. Ia
mengatakan kepada pria itu bahwa ia berasal
dari St. Louis dan hanya sedang lewat di jalan
ini. Ia sangat berutang budi atas pertolongan
pria itu.
Bryan hanya tersenyum ketika ia menutup
bagasi mobil wanita itu. Sang nyonya
menanyakan berapa yang harus ia bayar
sebagai ungkapan terima kasihnya. Berapapun
jumlahnya tidak menjadi masalah bagi wanita
kaya itu. Ia sudah membayangkan semua hal
mengerikan yang mungkin terjadi seandainya
pria itu tak menolongnya.
Bryan tak pernah berpikir untuk mendapat
bayaran. Ia menolong orang lain tanpa
pamrih. Ia biasa menolong orang yang dalam
kesulitan, dan Tuhan mengetahui bahwa
banyak orang telah menolong dirinya pada
waktu yang lalu. Ia biasa menjalani kehidupan
seperti itu, dan tidak pernah ia berbuat hal
sebaliknya.
Pria itu mengatakan kepada sang nyonya
bahwa seandainya ia ingin membalas
kebaikannya, pada waktu berikutnya wanita itu
melihat seseorang yang memerlukan bantuan,
ia dapat memberikan bantuan yang
dibutuhkan kepada orang itu, dan Bryan
menambahkan, "Dan ingatlah kepada saya."
Bryan menunggu sampai wanita itu
menyalakan mobilnya dan berlalu. Hari itu
dingin dan membuat orang depresi, namun
pria itu merasa nyaman ketika ia pulang ke
rumah, menembus kegelapan senja.
Beberapa kilometer dari tempat itu sang
nyonya melihat sebuah kafe kecil. Ia turun dari
mobilnya untuk sekadar mencari makanan
kecil, dan menghangatkan badan sebelum
pulang ke rumah. Restoran itu nampak agak
kotor. Di luar kafe itu ada dua pompa bensin
yang sudah tua. Pemandangan di sekitar
tempat itu sangat asing baginya.
Sang pelayan mendatangi wanita itu dan
membawakan handuk bersih untuk mengelap
rambut wanita itu yang basah. Pelayan itu
tersenyum manis meskipun ia tak dapat
menyembunyikan kelelahannya berdiri
sepanjang hari. Sang nyonya melihat bahwa
pelayan wanita itu sedang hamil hampir
delapan bulan, namun pelayan itu tak
membiarkan keadaan dirinya mempengaruhi
sikap pelayanannya kepada para pelanggan
restoran. Wanita lanjut itu heran bagaimana
pelayan yang tidak punya apa-apa ini dapat
memberikan suatu pelayanan yang baik
kepada orang asing seperti dirinya. Dan wanita
lanjut itu ingat kepada Bryan.
Setelah wanita itu menyelesaikan makanannya,
ia membayar dengan uang kertas $100.
Pelayan wanita itu dengan cepat pergi untuk
memberi uang kembalian kepada wanita itu.
Ketika kembali ke mejanya, sayang sekali
wanita itu sudah pergi. Pelayan itu bingung
kemana perginya wanita itu. Kemudian ia
melihat sesuatu tertulis pada lap di meja itu.
Ada butiran air mata ketika pelayan itu
membaca apa yang ditulis wanita itu: "Engkau
tidak berutang apa-apa kepada saya.. Saya
juga pernah ditolong orang. Seseorang yang
telah menolong saya, berbuat hal yang sama
seperti yang saya lakukan. Jika engkau ingin
membalas kebaikan saya, inilah yang harus
engkau lakukan: 'Jangan biarkan rantai kasih ini
berhenti padamu.'"
Di bawah lap itu terdapat lima lembar uang
kertas $100 lagi. Masih ada meja-meja yang
harus dibersihkan, toples gula yang harus diisi,
dan orang-orang yang harus dilayani, namun
pelayan itu memutuskan untuk melakukannya
esok hari saja. Malam itu ketika ia pulang ke
rumah dan setelah semuanya beres ia naik ke
ranjang. Ia memikirkan tentang uang itu dan
apa yang telah ditulis oleh wanita itu.
Bagaimana wanita baik hati itu tahu tentang
berapa jumlah uang yang ia dan suaminya
butuhkan? Dengan kelahiran bayinya bulan
depan, sangat sulit mendapatkan uang yang
cukup.
Ia tahu betapa suaminya kuatir tentang
keadaan mereka, dan ketika suaminya sudah
tertidur di sampingnya, pelayan wanita itu
memberikan ciuman lembut dan berbisik
lembut dan pelan, "Sekarang segalanya akan
beres, kita sudah punya uang untuk biaya
kelahiran, Aku mengasihimu". Itulah kata-kata
yang keluar dari mulut pelayan wanita itu yang
juga adalah isteri Bryan Anderson. Amin..!!
"Berilah dan kamu akan diberi : suatu takaran
yang baik, yg dipadatkan, yang digoncang dan
yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke
dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu
pakai untuk mengukur, akan diukurkan
kepadamu." (Lukas 6:38).

Sunday, July 25, 2010

ORANG BENAR HIDUP OLEH IMAN

“Tetapi orang-Ku yang benar akan hidup oleh
iman…Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang
berkenan kepada Allah…” Ibrani 10:38a; 11:6a
Semua aspek dalam hidup ini, akan dijalani
orang dengan iman.
Anda bisa bayangkan, apabila semua yang
akan dimakan, entah di rumah, di restoran
atau di pesta, harus diteliti dan dibuktikan lebih
dahulu baru dimakan, betapa repot dan
menderitanya hidup ini.
Ada kisah menarik tentang seorang Peneliti.
Bahwa setiap apa yang akan dia kerjakannya
selalu diteliti dan diamatinya terlebi dahulu,
terlebih mengenai makanan yang akan
dimakannya, selalu diteliti dan diamti lebih
dahulu dengan menggunaan mikroskop.
Sehingga ke mana-mana, tidak ketinggalan
mikroskop, selalu dibwahnya. Suatu waktu,
dia disodori makanan, begitu diamati dengan
miroskop makanan itu, ada jutaan ulat-ulat
kecil bergerak-gerak. Dan dari hari ke hari
semua makanan yang disodorkan kepadanya
tidak dapat dimakannya karena setiap kali
diamatinya sama, selalu terdapat ulat-ulat kecil.
Singkat ceritanya sang Peneliti itu mati, karena
dia tidak bisa makan, setiap makanan yang
diberikan padanya, dengan alasan makanan itu
berulat.
Saudara kisah tersebut mungkin naif, tetapi
pengalaman ini selalu dipraktekan manusia.
Banyak orang bilang mana mungkin hanya
oleh iman manusia diselamatkan? Logikah
manapun tidak dapat menerima kesimpulan
demikian. Itu kata orang, tetapi kata Tuhan lain,
“…percaya tidak binasa melainkan beroleh
hidup kekal, karena kasih karunia kamu
diselamatkan oleh iman …, tetapi tanpa iman
tidak mungkin orang berkenan kepada Allah…,
dengan hati orang percaya dan dibenarkan.
(baca: Yohanes 3:16; Efesus 2:8,9; Ibrani 11:6;
Roma 10:10). Di sini iman itu berperan penting,
karena iman melampaui akal. Untuk selamat ke
sorga tidak perlu penelitian dan pengamatan,
yang diperlukan kata firman Tuhan, hanyalah:
iman. Iman pada Tuhan Yesus karena Dialah
penyelamat, tidak ada lain.(Kisah Rasul 4:12)
Anak Tuhan, lain lagi, seringkali janji-janji
Tuhan tidak lagi diimani dan dihidupi. Ada
banyak janji Tuhan bagi setiap orang percaya,
tetapi seberapa banyak janji-janji Tuhan itu
diimani dan dihidupi? Anak Tuhan, terkadang
harus menunggu bukti dahulu, baru
mempercayainya. Seperti kisah tragis sang
Peneliti di atas, yang pada akhirnya sampai
dipenghujung hidup, tidak pernah merasakan
dan menikmati berkat-berkat Tuhan.
Firman Tuhan gamblang mengatakan bahwa
orang benar hidup oleh iman, karena tanpa
iman tidak mungkin orang berkenan kepada
Allah.
Saudara, sudakah anda hidup dengan iman?
Amin!

Tuesday, June 29, 2010

Tidak Menangis Saat Kalah

Suatu ketika, ada seorang anak yang sedang
mengikuti sebuah lomba mobil balap mainan.
Suasana sungguh meriah siang itu, sebab ini
adalah babak final. Hanya tersisa 4 orang
sekarang dan mereka memamerkan setiap
mobil mainan yang dimiliki. Semuanya buatan
sendiri, sebab memang begitulah
peraturannya.
Ada seorang anak bernama Mark. Mobilnya tak
istimewa, namun ia termasuk dalam 4 anak
yang masuk final. Dibanding semua lawannya,
mobil Mark-lah yang paling tak sempurna.
Beberapa anak menyangsikan kekuatan mobil
itu untuk berpacu melawan mobil lainnya.
Yah, memang, mobil itu tak begitu menarik.
Dengan kayu yang sederhana dan sedikit
lampu kedip di atasnya, tentu tak sebanding
dengan hiasan mewah yang dimiliki mobil
mainan lainnya. Namun, Mark bangga dengan
itu semua, sebab, mobil itu buatan tangannya
sendiri.
Tibalah saat yang dinantikan. Final kejuaraan
mobil balap mainan. Setiap anak mulai bersiap
di garis start, untuk mendorong mobil mereka
kencang-kencang. Di setiap jalur lintasan, telah
siap 4 mobil, dengan 4 "pembalap" kecilnya.
Lintasan itu berbentuk lingkaran dengan 4 jalur
terpisah di antaranya. Namun, sesaat
kemudian, Mark meminta waktu sebentar
sebelum lomba dimulai. Ia tampak berkomat-
kamit seperti sedang berdoa.
Matanya terpejam, dengan tangan bertangkup
memanjatkan doa. Lalu, semenit kemudian, ia
berkata, "Ya, aku siap!". Dor!!! Tanda telah
dimulai. Dengan satu hentakan kuat, mereka
mulai mendorong mobilnya kuat-kuat. Semua
mobil itu pun meluncur dengan cepat. Setiap
orang bersorak-sorai, bersemangat,
menjagokan mobilnya masing-masing.
"Ayo..ayo... cepat..cepat, maju..maju", begitu
teriak mereka. Ahha...sang pemenang harus
ditentukan, tali lintasan finish pun telah
terlambai. Dan... Mark-lah pemenangnya. Ya,
semuanya senang, begitu juga Mark. Ia
berucap, dan berkomat-kamit lagi dalam hati.
"Terima kasih."
Saat pembagian piala tiba. Mark maju ke depan
dengan bangga. Sebelum piala itu diserahkan,
ketua panitia bertanya.
"Hai jagoan, kamu pasti tadi berdoa kepada
Tuhan agar kamu menang, bukan?"
Mark terdiam. "Bukan, Pak, bukan itu yang aku
panjatkan" kata Mark. Ia lalu melanjutkan,
"Sepertinya, tak adil untuk meminta pada
Tuhan untuk menolongku mengalahkan orang
lain, aku, hanya bermohon pada Tuhan,
supaya aku tak menangis, jika aku kalah."
Semua hadirin terdiam mendengar itu. Setelah
beberapa saat, terdengarlah gemuruh tepuk-
tangan yang memenuhi ruangan.
Saudaraku,....
Anak-anak tampaknya lebih punya
kebijaksanaan dibanding kita semua. Mark,
tidaklah bermohon pada Tuhan untuk menang
dalam setiap ujian. Mark, tak memohon Tuhan
untuk meluluskan dan mengatur setiap hasil
yang ingin diraihnya. Anak itu juga tak
meminta Tuhan mengabulkan semua
harapannya. Ia tak berdoa untuk menang, dan
menyakiti yang lainnya.
Namun, Mark, bermohon pada Tuhan, agar
diberikan kekuatan saat menghadapi itu
semua. Ia berdoa, agar diberikan kemuliaan,
dan mau menyadari kekurangan dengan rasa
bangga
Mungkin, telah banyak waktu yang kita lakukan
untuk berdoa pada Tuhan untuk mengabulkan
setiap permintaan kita. Terlalu sering juga kita
meminta Tuhan untuk menjadikan kita nomor
satu, menjadi yang terbaik, menjadi
pemenang dalam setiap ujian. Terlalu sering
kita berdoa pada Tuhan, untuk menghalau
setiap halangan dan cobaan yang ada di depan
mata.
Padahal, bukankah yang kita butuh adalah
bimbingan-Nya, tuntunan-Nya, dan panduan-
Nya? Kita, sering terlalu lemah untuk percaya
bahwa kita kuat. Kita sering lupa, dan kita
sering merasa cengeng dengan kehidupan ini.
Tak adakah semangat perjuangan yang mau
kita lalui? Saya yakin, Tuhan memberikan kita
ujian yang berat, bukan untuk membuat kita
lemah, cengeng dan mudah menyerah, tapi
akan membuat kita makin kuat didalam DIA.
Jadi, saudaraku, berdoalah agar kita selalu
tegar dalam setiap ujian. Berdoalah agar kita
selalu dalam lindungan-Nya saat menghadapi
itu ujian tersebut.
Mazmur 37 : 5
Serahkanlah hidupmu kepada Tuhan dan
percayalah kepadaNya, dan Ia akan bertindak.
Tuhan Memberkati kita semua. amin

Friday, June 25, 2010

Biarlah yang miskin berkata: aku kaya.

Suatu hari, ayah dari suatu
keluarga yang sangat
sejahtera membawa anaknya
bepergian ke suatu negara
yang sebagian besar
penduduknya hidup dari hasil
pertanian, dengan maksud
untuk menunjukkan
bagaimana kehidupan orang-
orang yang miskin.
Mereka menghabiskan waktu
berhari-hari di sebuah tanah
pertanian milik keluarga yang
terlihat sangat miskin.
Sepulang dari perjalanan
tersebut, sang ayah bertanya
kepada anaknya, "Bagaimana
perjalanan tadi?"
"Sungguh luar biasa, Pa," tukas
si anak.
"Kamu lihat kan bagaimana
kehidupan mereka yang
miskin?" tanya sang ayah.
"Iya, Pa," jawabnya.
"Jadi, apa yang dapat kamu
pelajari dari perjalanan ini?"
tanya ayahnya lagi.
Si anak menjawab, "Saya
melihat kenyataan bahwa kita
mempunyai seekor anjing
sedangkan mereka memiliki
empat ekor. Kita punya
sebuah kolam yang
panjangnya hanya sampai ke
tengah-tengah taman,
sedangkan mereka memiliki
sungai kecil yang tak
terhingga panjangnya. Kita
memasang lampu taman yang
dibeli dari luar negeri dan
mereka memiliki bintang-
bintang di langit untuk
menerangi taman mereka.
Beranda rumah kita begitu
lebar mencapai halaman depan
dan milik mereka seluas
horison. Kita tinggal dan hidup
di tanah yang sempit
sedangkan mereka
mempunyai tanah sejauh mata
memandang. Kita memiliki
pelayan yang melayani setiap
kebutuhan kita tetapi mereka
melayani diri mereka sendiri.
Kita membeli makanan yang
akan kita makan, tetapi
mereka menanam sendiri. Kita
mempunyai dinding indah
yang melindungi diri kita dan
mereka memiliki teman-teman
untuk menjaga kehidupan
mereka."
Dengan cerita tersebut, sang
ayah tidak dapat berkata apa-
apa. Kemudian si anak
menambahkan, "Terima kasih,
Pa, akhirnya aku tahu betapa
miskinnya diri kita."
Terlalu sering kita melupakan
apa yang kita miliki dan hanya
berkonsentrasi terhadap apa
yang tidak kita miliki. Kadang
kekurangan yang dimiliki
seseorang merupakan
anugerah bagi orang lain.
Semua berdasar pada
perspektif setiap pribadi.
Pikirkanlah apa yang akan
terjadi jika kita semua
bersyukur kepada Tuhan atas
anugerah yang telah
disediakan oleh-Nya bagi kita
daripada kuatir untuk
meminta lebih lagi.
***
Sebelumnya Mohon maaf
kepada semua member, saya
baru bisa mengirim renungan
sekarang.
***
Bersyukurlah kepada Tuhan
sebab Dia baik. Haleluya...!!

Wednesday, June 2, 2010

KISAH SEBATANG BAMBU

Sebatang bambu yang indah tumbuh di halaman rumah seorang petani. Batang
bambu ini tumbuh tinggi menjulang di antara batang-batang bambu lainnya.
Suatu hari datanglah sang petani yang empunya pohon bambu itu.

Dia berkata kepada batang bambu," Wahai bambu, maukah engkau kupakai
untuk menjadi pipa saluran air, yang sangat berguna untuk mengairi
sawahku?"

Batang bambu menjawabnya, "Oh tentu aku mau bila dapat berguna bagi
engkau, Tuan. Tapi ceritakan apa yang akan kau lakukan untuk membuatku
menjadi pipa saluran air itu."

Sang petani menjawab, "Pertama, aku akan menebangmu untuk memisahkan
engkau dari rumpunmu yang indah itu.
Lalu aku akan membuang cabang-cabangmu yang dapat melukai orang yang
memegangmu. Setelah itu aku akan membelah-belah engkau sesuai dengan
keperluanku.

Terakhir aku akan membuang sekat-sekat yang ada di dalam batangmu,
supaya air dapat mengalir dengan lancar. Apabila aku sudah selesai
dengan pekerjaanku, engkau akan menjadi pipa yang akan mengalirkan air
untuk mengairi sawahku sehingga padi yang kutanam dapat tumbuh dengan
subur."
Mendengar hal ini, batang bambu lama terdiam....., kemudian dia berkata
kepada petani, "Tuan, tentu aku akan merasa sangat sakit ketika engkau
menebangku.

Juga pasti akan sakit ketika engkau membuang cabang-cabangku, bahkan
lebih sakit lagi ketika engkau membelah-belah batangku yang indah ini,

dan pasti tak tertahankan ketika engkau mengorek-ngorek bagian dalam
tubuhku untuk membuang sekat-sekat penghalang itu.
Apakah aku akan kuat melalui semua proses itu, Tuan?"

Petani menjawab batang bambu itu, "Wahai bambu, engkau pasti kuat
melalui semua itu, karena aku memilihmu justru karena engkau yang paling
kuat dari semua batang pada rumpun ini. Jadi tenanglah."

Akhirnya batang bambu itu menyerah, "Baiklah, Tuan.
Aku ingin sekali berguna bagimu. Ini aku, tebanglah aku, perbuatlah
sesuai dengan yang kau kehendaki."

Setelah petani selesai dengan pekerjaannya, batang bambu indah yang dulu
hanya menjadi penghias halaman rumah petani, kini telah berubah menjadi

pipa saluran air yang mengairi sawahnya sehingga padi dapat tumbuh
dengan subur dan berbuah banyak.
Pernahkah kita berpikir bahwa dengan masalah yang datang silih berganti
tak habis-habisnya, mungkin Tuhan sedang memproses kita untuk menjadi
indah di hadapan-Nya?

Sama seperti batang bambu itu, kita sedang
ditempa, Tuhan sedang membuat kita sempurna untuk dipakai menjadi
penyalur berkat.

Dia sedang membuang kesombongan dan segala sifat kita
yang tak berkenan bagi-Nya. Tapi jangan kuatir, kita pasti kuat karena

Tuhan tak akan memberikan beban yang tak mampu kita pikul.
Jadi maukah kita berserah pada kehendak Tuhan, membiarkan Dia bebas

berkarya di dalam diri kita untuk menjadikan kita alat yang berguna bagi
kerajaan-Nya?

Seperti batang bambu itu, mari kita berkata, " Ini aku Tuhan, perbuatlah
sesuai dengan yang Kau kehendaki."

God bless we all amen...