Bacaan : Yohanes 11:45-57
Ada kalanya kita menghadapi masalah yang
benar-benar serius, tetapi ada kalanya juga kita
menghadapi masalah-masalah kecil. Andai kita
mengabaikan semua masalah kecil, bukankah itu
tidak akan memengaruhi hidup kita? Mengapa kita
harus mengizinkan hal-hal itu menyita perhatian
kita, menyedot seluruh energi dan menguras
emosi? Mengapa gara-gara berbeda cara
memencet pasta gigi, suami istri harus ribut
hingga suasana rumah menjadi tak nyaman?
Mengapa hanya karena kelewatan salah satu acara
TV yang kita sukai, kita harus marah-marah?
Seorang yang bijak pernah berkata, "Jangan ambil
pusing masalah, jika tidak, masalah itu benar-
benar akan membuat Anda pusing."
Kita memerlukan energi untuk melakukan hal-hal
yang lebih penting. Jika kita terfokus pada
masalah-masalah kecil, banyak perkara besar
yang jauh lebih penting akan terabaikan.
Bukannya meremehkan masalah-masalah kecil
itu, tetapi kita perlu sedikit lebih rileks menghadapi
hidup.
Kita perlu belajar dari Tuhan Yesus. Berkali-kali Dia
dikecam dan dikritik gara-gara masalah "sepele".
Orang Farisi dan Ahli Taurat selalu mencari-cari
soal untuk menjatuhkan Yesus. Bahkan hingga
menjelang akhir pelayanannya ancaman
pembunuhan terhadap Yesus. Apakah ini
membuat Yesus terfokus pada kecaman orang
Farisi? Tidak! Yesus tetap berfokus kepada salib,
sebab itu lebih penting daripada menanggapi
serangan orang Farisi. Yesus sangat pintar
menata prioritas perhatian. Dengan bersikap
demikian, maka hal penting tak menjadi korban
hal "sepele". Maka, energi-Nya juga tidak terkuras.
Mari meniru Yesus
BERI PERHATIAN CUKUP PADA SETIAP
MASALAH SESUAI PORSINYA
MAKA KITA BISA BERUSAHA MAKSIMAL
UNTUK MENCAPAI TUJUAN
MAHASISWA DAN KARYAWAN KERAJAAN ALLAH FULL-TIME. ONLINE MISIONARIS PART-TIME
Labels
- APA ITU ROH KUDUS? (2)
- berkat rohani (9)
- Doa Mengubah Segala Sesuatu (2)
- Group Putrianggun Lavender (1)
- kata motivasi (14)
- kata-kata motivasi (12)
- kisah nyata (2)
- Lagu Rohani (2)
- Post By Besya Mardhika Goenatio (2)
- Post By Bethany Caruban (2)
- post by Christian Belman Manurung (1)
- post by Johannes Tan (9)
- Post By Jonny Arifyanto (1)
- post by Jonny Liauw (6)
- Post By Mimin Liani (3)
- post by Priska Sweet (1)
- Post By Ragiel A Wicaksono (2)
- Post By Ranie Natalia (1)
- Renungan (18)
- renungan harian (20)
- renungan harian by CH (21)
- renungan harian satu (13)
- renungan singkat (4)
- Renungan. Gereja Bethany International Hongkong (7)
- Santapan Rohani (7)
- santapan rohani GBI BIC HK (10)
- SEBUAH KISAH (8)
Showing posts with label Renungan. Show all posts
Showing posts with label Renungan. Show all posts
Saturday, October 29, 2011
Friday, October 14, 2011
MENJAGA OBJEKTIVITAS
Bacaan : 1 Samuel 20:1-9
Ketika menjalani perkuliahan di jurusan komunikasi, ada sebuah kata yang selalu diulang oleh dosen saya di kelas: objektivitas. Objektivitas adalah salah satu prinsip terpenting untuk para calon awak media. Ketika berbincang dengan rekan dari jurusan sains, ternyata prinsip yang sama juga bergema di kelasnya. Menurut sang profesor di sana, objektivitas adalah kunci sukses seorang peneliti. Tampaknya, prinsip objektivitas ini telah menjadi "kaidah kencana" di bidang apa pun.
Suatu kali, Daud mengeluhkan secara terus terang kepada Yonatan, tentang sikap ayahnya Saul. Seiring berjalannya waktu, makin jelas bahwa Saul melihat Daud sebagai ancaman bagi takhtanya. Dari sini kita belajar dari sikap objektif Yonatan. Ia tidak langsung menunjukkan sikap jengkel kepada Daud karena menuduh ayahnya. Sebaliknya, ia juga tidak langsung terprovokasi oleh Daud untuk ikut menjatuhkan Saul.
Dengan prinsip objektivitas dan pengetahuan bahwa Daud berada di pihak yang benar, Yonatan mengajak sahabatnya yang kalut itu untuk mencari jalan terbaik. Akhirnya kita tahu bahwa Yonatan berhasil menyelamatkan nyawa Daud, yang kemudian menjadi raja besar di Israel meski untuk itu ia harus mengorbankan kesempatannya sendiri untuk naik takhta.
Sikap objektif dapat membawa perubahan yang nyata dalam kehidupan ini. Seseorang yang bersikap objektif akan berusaha menempatkan diri dalam posisi yang netral tak berpihak. Dari situ, seseorang dapat memberikan solusi positif bagi pergumulan orang-orang di sekitarnya. Tuhan pun disenangkan melaluinya --OLV
KETIKA ANDA MEMUTUSKAN UNTUK BERSIKAP OBJEKTIF
ANDA MEMUTUSKAN UNTUK BERJALAN DALAM KEBENARAN http://christina-hirlawati.blogspot.com/
Ketika menjalani perkuliahan di jurusan komunikasi, ada sebuah kata yang selalu diulang oleh dosen saya di kelas: objektivitas. Objektivitas adalah salah satu prinsip terpenting untuk para calon awak media. Ketika berbincang dengan rekan dari jurusan sains, ternyata prinsip yang sama juga bergema di kelasnya. Menurut sang profesor di sana, objektivitas adalah kunci sukses seorang peneliti. Tampaknya, prinsip objektivitas ini telah menjadi "kaidah kencana" di bidang apa pun.
Suatu kali, Daud mengeluhkan secara terus terang kepada Yonatan, tentang sikap ayahnya Saul. Seiring berjalannya waktu, makin jelas bahwa Saul melihat Daud sebagai ancaman bagi takhtanya. Dari sini kita belajar dari sikap objektif Yonatan. Ia tidak langsung menunjukkan sikap jengkel kepada Daud karena menuduh ayahnya. Sebaliknya, ia juga tidak langsung terprovokasi oleh Daud untuk ikut menjatuhkan Saul.
Dengan prinsip objektivitas dan pengetahuan bahwa Daud berada di pihak yang benar, Yonatan mengajak sahabatnya yang kalut itu untuk mencari jalan terbaik. Akhirnya kita tahu bahwa Yonatan berhasil menyelamatkan nyawa Daud, yang kemudian menjadi raja besar di Israel meski untuk itu ia harus mengorbankan kesempatannya sendiri untuk naik takhta.
Sikap objektif dapat membawa perubahan yang nyata dalam kehidupan ini. Seseorang yang bersikap objektif akan berusaha menempatkan diri dalam posisi yang netral tak berpihak. Dari situ, seseorang dapat memberikan solusi positif bagi pergumulan orang-orang di sekitarnya. Tuhan pun disenangkan melaluinya --OLV
KETIKA ANDA MEMUTUSKAN UNTUK BERSIKAP OBJEKTIF
ANDA MEMUTUSKAN UNTUK BERJALAN DALAM KEBENARAN http://christina-hirlawati.blogspot.com/
Wednesday, October 12, 2011
ALLAH YANG AJAIB
Saya pernah melakukan sebuah kesalahan fatal: mengisikan solar ke mobil berbahan bakar premium. Akibat kesalahan tersebut, tangki bahan bakar mobil itu harus dikuras dan dicuci. Sejak pengalaman tak menyenangkan tadi, saya lebih berhati-hati ketika mengisi bahan bakar.
Manusia memang tidak luput dari kesalahan-entah itu sepele atau fatal. Dan, kesalahan-kesalahan yang kita lakukan dalam hidup kita bisa mengakibatkan kegagalan, bahkan kehancuran. Ajaibnya, di tangan Allah, keadaan bisa menjadi sangat berbeda. Sebab, apabila Allah berkehendak, Dia bahkan sanggup mengubah sebuah kesalahan menjadi berkat. Seperti yang terjadi dalam kehidupan Yunus. Yunus telah bersalah kepada Tuhan saat ia lari dari perintah Allah. Akibatnya, saat mengarungi samudera, ia dikejar oleh badai gelombang yang menakutkan. Akan tetapi, dalam langkah salah Yunus tersebut, Allah sanggup berbuat sesuatu.
Selain memberi teguran bagi Yunus, Allah pun membukakan mata awak kapal yang lain sehingga mereka percaya kepada Allah yang hidup dan benar.
Allah sanggup mengubah kesalahan menjadi berkat. Bahkan tak hanya untuk kita sendiri, tetapi juga untuk orang lain. Namun demikian, ini bukan berarti kita boleh seenaknya berbuat kesalahan di hadapan Tuhan. Justru pada saat-saat demikian, kita mesti mengakui dan menyerahkan segala kesalahan kita kepada Allah. Lalu tidak mengulang kesalahan itu dan tidak berkubang dalam penyesalan berkepanjangan. Bertindaklah. Ambil langkah untuk berani hidup benar, sehingga bahkan orang lain dapat melihat Allah yang bekerja melalui kelemahan-kelemahan kita
Manusia memang tidak luput dari kesalahan-entah itu sepele atau fatal. Dan, kesalahan-kesalahan yang kita lakukan dalam hidup kita bisa mengakibatkan kegagalan, bahkan kehancuran. Ajaibnya, di tangan Allah, keadaan bisa menjadi sangat berbeda. Sebab, apabila Allah berkehendak, Dia bahkan sanggup mengubah sebuah kesalahan menjadi berkat. Seperti yang terjadi dalam kehidupan Yunus. Yunus telah bersalah kepada Tuhan saat ia lari dari perintah Allah. Akibatnya, saat mengarungi samudera, ia dikejar oleh badai gelombang yang menakutkan. Akan tetapi, dalam langkah salah Yunus tersebut, Allah sanggup berbuat sesuatu.
Selain memberi teguran bagi Yunus, Allah pun membukakan mata awak kapal yang lain sehingga mereka percaya kepada Allah yang hidup dan benar.
Allah sanggup mengubah kesalahan menjadi berkat. Bahkan tak hanya untuk kita sendiri, tetapi juga untuk orang lain. Namun demikian, ini bukan berarti kita boleh seenaknya berbuat kesalahan di hadapan Tuhan. Justru pada saat-saat demikian, kita mesti mengakui dan menyerahkan segala kesalahan kita kepada Allah. Lalu tidak mengulang kesalahan itu dan tidak berkubang dalam penyesalan berkepanjangan. Bertindaklah. Ambil langkah untuk berani hidup benar, sehingga bahkan orang lain dapat melihat Allah yang bekerja melalui kelemahan-kelemahan kita
Friday, October 7, 2011
MENULIS DAN MEMBERITAKAN
Setiap membuka situs jejaring sosial, kita selalu diperhadapkan pada sebuah kolom di mana kita bisa menulis pesan pendek atau apa saja yang terlintas di benak kita. Beberapa orang menggunakan fasilitas ini dengan bertanggung jawab, tetapi banyak juga yang tidak. Kata-kata yang tidak menyenangkan, kata-kata yang menyerang, kata-kata kotor dan melecehkan, bahkan kata-kata yang melukai orang lain, dengan begitu mudah dapat ditulis dan dipublikasikan segera melalui akun jaringan sosial yang dimiliki. Saking mudahnya menulis, si pelontar tulisan bisa ceroboh tidak memedulikan pengaruhnya bagi orang yang membaca tulisan itu.
Sangat berbeda dengan penulis injil Lukas. Ia sangat peduli bagaimana pemberitaan tentang kehidupan Yesus dapat memengaruhi mereka yang mendengarnya. Injil Lukas ini ditujukan kepada Teofilus, juga kepada kita. Lukas dengan sengaja menyelidiki segala peristiwa dengan saksama dari mulanya, untuk memastikan bahwa semua yang diberitakan adalah kebenaran semata. Lukas juga berusaha membukukannya dengan teratur mungkin agar tidak menimbulkan kebingungan atau pemahaman keliru saat orang membacanya. Buku yang baik akan sangat membantu meluruskan banyak hal.
Hari ini, kita diajak meneladani penulis Injil Lukas dalam menulis dan memublikasikan sebuah tulisan; baik itu tulisan yang sangat pendek atau tulisan yang panjang. Ingatlah bahwa setiap tulisan yang kita publikasikan, pasti akan memengaruhi orang lain. Marilah kita memastikan kebenaran berita yang akan kita sampaikan dan memilih cara penyampaian yang tepat; agar siapa pun yang membaca, dikuatkan iman dan pengenalannya kepada Kristus --SL
KATA-KATA BAIK YANG DITULIS DENGAN CARA BAIK
MENGHASILKAN PENGENALAN KEPADA SANG MAHABAIK
Monday, September 12, 2011
Mengelola Kemarahan
Pembacaan dari Mazmur 37:1-20)
Akhir-akhir ini banyak orang menjadi lekas marah. Penyebabnya berbagai hal, umumnya mereka merasa tertekan dengan keadaan yang dihadapi. Sebab keadaan tidak sesuai dengan keinginan hatinya. Misalnya saja waktu saya masih remaja, saya termasuk anak yang mudah sekali marah dan tersinggung. Itu diseba...bkan oleh karena sikap seorang kakak saya yang selalu tidak berkenan dengan suasana hati saya, jadi setiap hal dalam dirinya selalu saya sikapi dengan marah. Ternyata ketika saya dewasa saya mulai mengerti bahwa dia memang berkarakter demikian, dan dia senang jika dengan sikapnya ada seseorang yang terkena dampaknya. Dia merasa mendapat kemenangan, sebab ada orang-orang yang menikmati kondisi demikian. Sadarkah kita, bahwa jika kita dikuasai kemarahan maka kita mulai menaklukan diri dengan dosa. Dalam rumah tangga juga demikian, sikap-sikap dari sesama angota keluarga terkadang membuat salah satu anggota keluarga merasa tersiksa dan terus dikuasai rasa jengkel, marah, tertekan dan lain-lain yang membuat suasana hati menjadi tidak damai sejahtera. Dalam lingkungan pergaulan, dalam lingkungan kerja, selalu saja ada orang-orang tertentu yang tidak sesuai dengan suasana hati kita. Oleh karena diliputi dengan keadaan demikian, maka mulailah menjadi orang yang tidak bisa bisa melihat kebesaran Tuhan dalam kehidupan, selalu mengeluh, selalu kesal, selalu marah, selalu merasa tidak mendapat sukacita. DAN MULAI MASUK PADA JERAT DOSA IRI HATI KEPADA SESAMA. Amsal 14:30 berkata demikian : Hati yang tenang menyegarkan tubuh, tetapi iri hati membusukkan tulang. Seseorang yang mulai terjerat dengan kondisi ini membuat pancaran wajahnya tidak berseri, dan setiap perkataan yang keluar darinya bukan ucapan syukur namun keluhan dan selalu membandingkan dengan keadaan kehidupan orang lain. KEMULIAAN DAN KEBESARAN TUHAN DALAM HIDUPNYA LENYAP TERTUTUP RASA IRI HATI. Dan ingatlah satu hal, dimana ada iri hati akan ada kekacauan. Baik dalam diri sendiri maupun dalam lingkungan (YAKOBUS 3:16)
Oleh sebab itulah kita perlu mengendalikan/mengelola rasa marah kita setiap hari terhadap orang-orang disekitar kita. Walau seseorang sudah hidup bergaul dengan TUHAN jangan mengira tidak akan dapat terkjerat dengan kemarahan, selama masih terdiri dari darah dan daging, kita rentan jatuh dalam keadaan kemarahan yang tak terkendali. Pemazmur mengingatkan kita pagi ini dalam Mazmur 37:1 Jangan marah karena oarang yang berbuat jahat, jangan iri hati kepada orang yang berbuat curang. Yakobus juga mengingatkan kita untuk lambat dalam hal kemarahan (Yakobus 1:19) Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini : setiap orang hendaklah cepat mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah.
Sebab kemarahan yang tidak dapat dikendalikan atau dikelola itu sangat membahayakan.
MARILAH KITA SIKAPI SETIAP KEADAAN YANG TIDAK SESUAI DENGAN KITA, BUKAN DENGAN KELUHAN DAN KEMARAHAN, NAMUN DENGAN MENCOBA MENGARAHKAN PADA SEGI POSTIFNYA. DAN BAWALAH FOKUS KITA JUGA PADA SEGI POSITIFNYA. BUKAN MEMAKSAKAN UNTUK SESUAI DENGAN KEINGINAN HATI KITA. TERKADANG KITA TIDAK BISA MENGUBAH SUATU KEADAAN. NAMUN KITA BISA MENGARAHKAN PADA HAL YANG JAUH LEBIH BAIK DAN BERMANFAAT. BAIK UNTUK KITA DAN SESAMA. DI SANALAH TERLIHAT BETAPA KITA BISA MENIKMATI KUASA KEBESARAN TUHAN DALAM HIDUP KITA. DAN KITA TETAP DAPAT MENJADI BERKAT DALAM KONDISI APA PUN. HIDUP KITA DAPAT ETRUS BERSYUKUR, BUKAN MENGELUH DAN MARAH. SENYUM AKAN TERUS TERLIHAT, DAN ORANG AKAN MELIHAT KECANTIKAN DAN KETAMPANAN BATINIAH TERPANCAR. OLEH KARENA ROH TUHAN BERSEMAYAM DALAM HATI YANG DAMAI SEJAHTERA.
Catatan singkat yang jauh dari sempurna ini saya tuliskan hanya untuk kembali saling mengingatkan, agar jangan terjerat dengan kondisi kemarahan yang akan mebuat kita menjadi tawar hati. (Amin)
Thursday, August 25, 2011
Tuhan Sanggup Diandalkan
Seorang penjual sayur berjalan kepasar dengan memanggul jualannya. Jualannya ditaruh dalam 2 buah keranjang yg di ikat pada sebatang kayu yg di lintangkan ke bahunya. Ditengah perjalanan sebuah mobil pick up menghampiri penjual tsb.
Sang sopir menanyakan tujuan di penjual sayur yg ternyata sama dengannya. Ia kemudian mengajak penjual sayur tsb naik ke mobilnya.
Begitu tiba dipasar,
sang sopir kaget melihat sang penjual sayur yg masih trus memanggul sayurannya, meski berada diatas mobil.
Sang sopir ini bermaksud untuk meringankan beban si penjual sayur,
namun si penjual sayur ternyata sama sekali tidak menanggalkan beban jualannya diatas mobil.
Pesan Moral, Apa yg dilakukan si penjual sayur kelihatan BODOH, tapi kita harus menyadari bahwa kita juga sering melakukan hal yg sama.
Seringkali kita merasa sudah banyak berdoa tapi tetap saja Kelelahan, karna kita datang kepada TUHAN, namun tanpa menanggalkan setiap beban yg kita pikul, atau kita sudah meletakkan beban-beban itu namun kemudian mengambilnya kembali dgn selalu memikirkan masalah tsb dlm Kekuatiran yg sama, Artinya sama dengan tidak MempercayaiNYA.
TUHAN sanggup di andalkan, DIA Lebih Besar dari keadaan & masalah kita.
"Meletakkan Setiap Beban Kita Di Tangan TUHAN & Meninggalkannya Di Situ Adalah Tanda Bahwa Kita Mempercayai Kesanggupan TUHAN untuk Menolong Kita..
Monday, August 22, 2011
Tanpa Iman Tidak Mungkin Orang Berkenan Kepada Allah
Ibrani 11:7"Karena beriman, maka Nuh diberitahu oleh Allah tentang hal-hal yang akan terjadi kemudian, yang tidak dapat dilihat olehnya. Nuh mentaati Allah sehingga ia membuat sebuah kapal yang kemudian ternyata menyelamatkan dirinya bersama keluarganya. Dengan demikian dunia dihukum, sedangkan Nuh sendiri karena imannya dinyatakan oleh Allah sebagai orang yang baik."
__________________________________________
Bayangkan adegan ini: Suatu hari Allah datang kepada Nuh dan berkata, "Aku kecewa pada manusia di seluruh dunia, tidak ada satupun yang taat kepada-Ku kecuali kamu. Tapi Nuh, ketika Aku melihat pada kamu, Aku mulai tersenyum. Aku senang dengan hidupmu, jadi Aku akan mendatangkan banjir besar di dunia dan memulai kembali dengan kamu dan keluargamu, Aku ingin kamu untuk membangun kapal raksasa yang akan menyelamatkan kamu dan hewan-hewan."
Ada tiga masalah yang bisa menyebabkan Nuh untuk menjadi ragu:
Nuh tidak pernah melihat hujan, karena sebelum terjadinya air bah, Allah melakukan irigasi bumi dari dalam tanah. (Kejadian 2:5-6)
Nuh hidup ratusan mil dari laut terdekat.
Bahkan jika ia bisa belajar untuk membangun sebuah kapal, bagaimana dia bisa membawanya ke air?
Ada masalah dan kerepotan besar dalam mengumpulkan semua hewan dan kemudian memelihara mereka.
Namun Nuh tidak mengeluh atau membuat alasan.
Dia percaya Tuhan sepenuhnya, dan itu membuat Tuhan tersenyum.
Mempercayai Tuhan sepenuhnya berarti memiliki iman bahwa Tuhan tahu apa yang terbaik untuk hidup Anda.
Anda mengharapkan Dia untuk menepati janji-Nya, membantu Anda mengatasi masalah, dan melakukan yang mustahil bila diperlukan.
Alkitab mengatakan, "TUHAN senang kepada orang-orang yang takut akan Dia, kepada orang-orang yang berharap akan kasih setia-Nya." (Mazmur 147:11)
Butuh waktu 120 tahun bagi Nuh untuk membangun bahtera.
Saya membayangkan dia menghadapi hari-hari yang penuh tantangan.
Dengan tidak adanya tanda-tanda hujan setelah bertahun-tahun, dia mungkin diolok-olok sebagai "orang gila yang berpikir Tuhan berbicara kepadanya".
Saya membayangkan anak-anak Nuh sering malu dengan kapal raksasa yang dibangun di halaman depan mereka.
Namun Nuh tetap mempercayai Allah.
Dalam hal apakah dalam hidup Anda, dimana Anda butuh untuk mempercayai Allah sepenuhnya?
Percaya adalah tindakan ibadah.
Sama seperti orang tua senang ketika anak-anak mempercayai mereka, iman Anda membuat Tuhan senang.
Alkitab mengatakan, "Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah." (Ibrani 11:6)
Sunday, August 21, 2011
Kasihilah Tuhan, Allahmu
Bilangan 6:25 "TUHAN menyinari engkau dengan
wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;"
__________________________________________
Karena menyenangkan Tuhan adalah tujuan
pertama hidup Anda, tugas Anda yang paling
penting adalah untuk mengetahui bagaimana untuk
melakukan itu.
Alkitab mengatakan, "Berusahalah mengenal apa
yang menyenangkan hati Tuhan." (Efesus 5:10 BIS)
Untungnya, Alkitab memberi kita contoh yang jelas
dari sebuah kehidupan yang memberikan
kesenangan kepada Allah.
Nama pria itu adalah Nuh.
Pada zaman Nuh, seluruh dunia telah menjadi
rusak dalam hal moral.
Semua orang hidup untuk kesenangan mereka
sendiri, bukan untuk Tuhan.
Tuhan tidak bisa menemukan orang di bumi yang
tertarik untuk menyenangkan Dia, sehingga Dia
sedih dan menyesal menjadikan manusia.
Tuhan menjadi begitu muak dengan umat
manusia sehingga Dia mempertimbangkan untuk
menghapuskan mereka.
Tapi ada satu orang yang membuat Tuhan
tersenyum.
Alkitab mengatakan, "Tetapi Nuh menyenangkan
hati TUHAN." (Kejadian 6:8)
Tuhan berkata, "Orang ini menyenangkan hati-Ku,
membuat Aku tersenyum.. Aku akan memulai
kembali dengan keluarganya."
Karena Nuh membawa kesenangan kepada Allah,
Anda dan saya bisa hidup hari ini.
Selama beberapa hari berikutnya, kita akan belajar
dari kehidupan Nuh mengenai lima tindakan ibadah
yang membuat Tuhan tersenyum.
Tuhan tersenyum ketika kita mencintai Dia
sepenuhnya.
Nuh mengasihi Allah lebih dari apa pun di dunia,
bahkan ketika tidak ada orang lain yang
melakukannya!
Alkitab memberitahu kita Nuh "konsisten mengikuti
kehendak Tuhan dan menikmati hubungan yang
dekat dengan dia" (Kejadian 6:9 NLT)
Ini adalah apa yang Tuhan paling inginkan dari
Anda: sebuah hubungan!
Ini adalah kebenaran yang paling mengejutkan di
alam semesta: Pencipta kita ingin memiliki
persekutuan dengan kita.
Tuhan menciptakan Anda untuk mencintai Anda,
dan Dia merindukan Anda membalas cinta-Nya.
Dia mengatakan, "Aku lebih suka kamu mengenal
Aku dan selalu mengasihi Aku, daripada kamu
membakar dan mempersembahkan kurban
kepada-Ku." (Hosea 6:6 BIS)
Dapatkah Anda merasakan keinginan Tuhan untuk
Anda di ayat ini?
Allah sangat mengasihi Anda dan merindukan
Anda mengasihi Dia kembali.
Dia ingin agar Anda mengenal-Nya dan
menghabiskan waktu bersama-Nya.
Inilah mengapa belajar mengasihi Allah dan dicintai
oleh-Nya seharusnya menjadi tujuan terbesar
hidup Anda.
Tidak ada hal lain lagi yang lebih penting.
Yesus menyebutnya sebagai perintah terbesar.
Dia berkata, "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan
segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan
dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang
terutama dan yang pertama. "(Matius 22:37-38)
__________________________________________
wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;"
__________________________________________
Karena menyenangkan Tuhan adalah tujuan
pertama hidup Anda, tugas Anda yang paling
penting adalah untuk mengetahui bagaimana untuk
melakukan itu.
Alkitab mengatakan, "Berusahalah mengenal apa
yang menyenangkan hati Tuhan." (Efesus 5:10 BIS)
Untungnya, Alkitab memberi kita contoh yang jelas
dari sebuah kehidupan yang memberikan
kesenangan kepada Allah.
Nama pria itu adalah Nuh.
Pada zaman Nuh, seluruh dunia telah menjadi
rusak dalam hal moral.
Semua orang hidup untuk kesenangan mereka
sendiri, bukan untuk Tuhan.
Tuhan tidak bisa menemukan orang di bumi yang
tertarik untuk menyenangkan Dia, sehingga Dia
sedih dan menyesal menjadikan manusia.
Tuhan menjadi begitu muak dengan umat
manusia sehingga Dia mempertimbangkan untuk
menghapuskan mereka.
Tapi ada satu orang yang membuat Tuhan
tersenyum.
Alkitab mengatakan, "Tetapi Nuh menyenangkan
hati TUHAN." (Kejadian 6:8)
Tuhan berkata, "Orang ini menyenangkan hati-Ku,
membuat Aku tersenyum.. Aku akan memulai
kembali dengan keluarganya."
Karena Nuh membawa kesenangan kepada Allah,
Anda dan saya bisa hidup hari ini.
Selama beberapa hari berikutnya, kita akan belajar
dari kehidupan Nuh mengenai lima tindakan ibadah
yang membuat Tuhan tersenyum.
Tuhan tersenyum ketika kita mencintai Dia
sepenuhnya.
Nuh mengasihi Allah lebih dari apa pun di dunia,
bahkan ketika tidak ada orang lain yang
melakukannya!
Alkitab memberitahu kita Nuh "konsisten mengikuti
kehendak Tuhan dan menikmati hubungan yang
dekat dengan dia" (Kejadian 6:9 NLT)
Ini adalah apa yang Tuhan paling inginkan dari
Anda: sebuah hubungan!
Ini adalah kebenaran yang paling mengejutkan di
alam semesta: Pencipta kita ingin memiliki
persekutuan dengan kita.
Tuhan menciptakan Anda untuk mencintai Anda,
dan Dia merindukan Anda membalas cinta-Nya.
Dia mengatakan, "Aku lebih suka kamu mengenal
Aku dan selalu mengasihi Aku, daripada kamu
membakar dan mempersembahkan kurban
kepada-Ku." (Hosea 6:6 BIS)
Dapatkah Anda merasakan keinginan Tuhan untuk
Anda di ayat ini?
Allah sangat mengasihi Anda dan merindukan
Anda mengasihi Dia kembali.
Dia ingin agar Anda mengenal-Nya dan
menghabiskan waktu bersama-Nya.
Inilah mengapa belajar mengasihi Allah dan dicintai
oleh-Nya seharusnya menjadi tujuan terbesar
hidup Anda.
Tidak ada hal lain lagi yang lebih penting.
Yesus menyebutnya sebagai perintah terbesar.
Dia berkata, "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan
segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan
dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang
terutama dan yang pertama. "(Matius 22:37-38)
__________________________________________
Thursday, June 24, 2010
YANG MEMBERI....SIAPA????
**RENUNGAN SINGKAT**
YANG MEMBERI …SIAPA.??
Kita banyak menyaksikan beberapa anak
Tuhan yang senang memberi, baik untuk
sesama yang berkekurangan, apalagi untuk
membantu pekerjaan Tuhan. Ada yang
senang memberi waktunya, tetapi ada yang
bahkan rela berkorban waktu dan uang
mereka bagi pekerjaan Tuhan dan sesama.
Kita patut bersyukur jika dalam gereja kita ada
anak2 Tuhan yang senang memberi.
Tetapi sering kali kita, ketika melihat kerinduan
membantu dari anak2 Tuhan itu, ada
kecenderungan untuk mengingat siapa dia.
Kita melihat orangnya, sehingga tanpa sadar,
iman kita telah bergantung kepada manusia
bukan kepada Tuhan Yesus yang memberi
segala berkat kepada anak2-Nya. Sebaik
apapun para pemberi mereka juga adalah
manusia. Sekali kelak kita akan dikecewakan,
karena mereka dapat saja melakukan
kesalahan. Juga suatu ketika mereka juga akan
meninggal dunia. Kita memang harus
berterima kasih kepada orang yang telah
membantu pekerjaan Tuhan, menolong
sesama anak Tuhan, juga kita harus
menghormati dan mengasihi mereka. Tetapi
jangan sekali-kali menyandarkan iman kita
kepada manusia, siapapun ia.
Penulis mazmur 146 berkata agar kita tidak
menaruh pengharapan kepada manusia yang
akan mati —bahkan kepada bangsawan
sekalipun (ayat 3). Sebaliknya, ia menulis :
“ Berbahagialah orang yang mempunyai Allah
Yakubsebagai penolong, yang harapannya
kepada Tuhan Allahnya (ayat 5).
Allah dapat dipercaya karena DIA selalu
menyediakan segala sesuatu yang DIA
janjikan. "Allahku akan memenuhi segala
keperluanmu.."(Filipi.4:19). GBUs.!!
YANG MEMBERI …SIAPA.??
Kita banyak menyaksikan beberapa anak
Tuhan yang senang memberi, baik untuk
sesama yang berkekurangan, apalagi untuk
membantu pekerjaan Tuhan. Ada yang
senang memberi waktunya, tetapi ada yang
bahkan rela berkorban waktu dan uang
mereka bagi pekerjaan Tuhan dan sesama.
Kita patut bersyukur jika dalam gereja kita ada
anak2 Tuhan yang senang memberi.
Tetapi sering kali kita, ketika melihat kerinduan
membantu dari anak2 Tuhan itu, ada
kecenderungan untuk mengingat siapa dia.
Kita melihat orangnya, sehingga tanpa sadar,
iman kita telah bergantung kepada manusia
bukan kepada Tuhan Yesus yang memberi
segala berkat kepada anak2-Nya. Sebaik
apapun para pemberi mereka juga adalah
manusia. Sekali kelak kita akan dikecewakan,
karena mereka dapat saja melakukan
kesalahan. Juga suatu ketika mereka juga akan
meninggal dunia. Kita memang harus
berterima kasih kepada orang yang telah
membantu pekerjaan Tuhan, menolong
sesama anak Tuhan, juga kita harus
menghormati dan mengasihi mereka. Tetapi
jangan sekali-kali menyandarkan iman kita
kepada manusia, siapapun ia.
Penulis mazmur 146 berkata agar kita tidak
menaruh pengharapan kepada manusia yang
akan mati —bahkan kepada bangsawan
sekalipun (ayat 3). Sebaliknya, ia menulis :
“ Berbahagialah orang yang mempunyai Allah
Yakubsebagai penolong, yang harapannya
kepada Tuhan Allahnya (ayat 5).
Allah dapat dipercaya karena DIA selalu
menyediakan segala sesuatu yang DIA
janjikan. "Allahku akan memenuhi segala
keperluanmu.."(Filipi.4:19). GBUs.!!
Akar Segala Kejahatan Ialah Cinta Uang
CINTA UANG ! ( 1 Timotius 6:10 )
By : Falatehan D
Karena AKAR segala kejahatan ialah CINTA
UANG. Sebab oleh memburu uanglah
beberapa orang telah menyimpang dari iman
dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai
duka. ( Itimotius 6:10 )
Pertama-tama aku menasihatkan: Naikkanlah
permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur
untuk semua orang, untuk raja-raja dan untuk
semua pembesar, agar kita dapat hidup
tenang dan tenteram dalam segala kesalehan
dan kehormatan. Itulah yang baik dan yang
berkenan kepada Allah, Juruselamat kita.
Ajarkanlah dan nasihatkanlah semuanya ini.
Jika seorang mengajarkan ajaran lain dan tidak
menurut perkataan sehat -- yakni perkataan
Tuhan kita Yesus Kristus -- dan tidak menurut
ajaran yang sesuai dengan ibadah kita, ia
adalah seorang yang berlagak tahu padahal
tidak tahu apa-apa.
Penyakitnya ialah mencari-cari soal dan bersilat
kata, yang menyebabkan dengki, cidera,
fitnah, curiga, percekcokan antara orang-orang
yang tidak lagi berpikiran sehat dan yang
kehilangan kebenaran, yang mengira ibadah
itu adalah suatu sumber keuntungan.
Memang ibadah itu kalau disertai rasa cukup,
memberi keuntungan besar. Sebab kita tidak
membawa sesuatu apa ke dalam dunia dan
kita pun tidak dapat membawa apa-apa ke
luar. Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah.
Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke
dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke
dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan
yang mencelakakan, yang menenggelamkan
manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan.
Karena akar segala kejahatan ialah CINTA
UANG. Sebab oleh memburu uanglah
beberapa orang telah menyimpang dari iman
dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai
duka.
Amin
TUHAN YESUS MEMBERKATI ( FD )
By : Falatehan D
Karena AKAR segala kejahatan ialah CINTA
UANG. Sebab oleh memburu uanglah
beberapa orang telah menyimpang dari iman
dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai
duka. ( Itimotius 6:10 )
Pertama-tama aku menasihatkan: Naikkanlah
permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur
untuk semua orang, untuk raja-raja dan untuk
semua pembesar, agar kita dapat hidup
tenang dan tenteram dalam segala kesalehan
dan kehormatan. Itulah yang baik dan yang
berkenan kepada Allah, Juruselamat kita.
Ajarkanlah dan nasihatkanlah semuanya ini.
Jika seorang mengajarkan ajaran lain dan tidak
menurut perkataan sehat -- yakni perkataan
Tuhan kita Yesus Kristus -- dan tidak menurut
ajaran yang sesuai dengan ibadah kita, ia
adalah seorang yang berlagak tahu padahal
tidak tahu apa-apa.
Penyakitnya ialah mencari-cari soal dan bersilat
kata, yang menyebabkan dengki, cidera,
fitnah, curiga, percekcokan antara orang-orang
yang tidak lagi berpikiran sehat dan yang
kehilangan kebenaran, yang mengira ibadah
itu adalah suatu sumber keuntungan.
Memang ibadah itu kalau disertai rasa cukup,
memberi keuntungan besar. Sebab kita tidak
membawa sesuatu apa ke dalam dunia dan
kita pun tidak dapat membawa apa-apa ke
luar. Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah.
Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke
dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke
dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan
yang mencelakakan, yang menenggelamkan
manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan.
Karena akar segala kejahatan ialah CINTA
UANG. Sebab oleh memburu uanglah
beberapa orang telah menyimpang dari iman
dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai
duka.
Amin
TUHAN YESUS MEMBERKATI ( FD )
WATERGATE.??
Charles Colson, salah seorang penasihat
terdekat Mantan Presiden Nixon dalam
peristiwa Watergate, bertobat dan menerima
Tuhan Yesus di dalam hatinya. Dalam sebuah
artikel berjudul The Problem of Power
(Masalah dalam Kekuasaan) ia menulis “Orang-
orang Kristen perlu saling menjaga tanggung
jawab yang diberikan kepadanya. Meskipun
saya tahu secara sadar bahwa saya mudah
diserang oleh kesombongan dan kekuasaan,
sayalah orang yang paling akhir tahu bahwa
saya kalah dari godaan-godaan ini. Itulah
sebabnya kehidupan rohani yang tertutup
sangat berbahaya —dan itu sebabnya kita
harus memperhatikan orang lain yang dapat
dipercaya dan mampu menyatakan Kebenaran
dengan penuh kasih kepada kita ”.
Kita memang membutuhkan nasihat &
teguran dari sesama saudara seiman,
terutama dari para Hamba Tuhan/Pendeta yg
penuh kasih. Itulah salah satu manfaat
Persekutuan dalam Jemaat dimana kita sering
beribadah..GBUs.!!
terdekat Mantan Presiden Nixon dalam
peristiwa Watergate, bertobat dan menerima
Tuhan Yesus di dalam hatinya. Dalam sebuah
artikel berjudul The Problem of Power
(Masalah dalam Kekuasaan) ia menulis “Orang-
orang Kristen perlu saling menjaga tanggung
jawab yang diberikan kepadanya. Meskipun
saya tahu secara sadar bahwa saya mudah
diserang oleh kesombongan dan kekuasaan,
sayalah orang yang paling akhir tahu bahwa
saya kalah dari godaan-godaan ini. Itulah
sebabnya kehidupan rohani yang tertutup
sangat berbahaya —dan itu sebabnya kita
harus memperhatikan orang lain yang dapat
dipercaya dan mampu menyatakan Kebenaran
dengan penuh kasih kepada kita ”.
Kita memang membutuhkan nasihat &
teguran dari sesama saudara seiman,
terutama dari para Hamba Tuhan/Pendeta yg
penuh kasih. Itulah salah satu manfaat
Persekutuan dalam Jemaat dimana kita sering
beribadah..GBUs.!!
HARI-HARI INI JAHAT
*SERI RENUNGAN*
“…dan pergunakanlah waktu yang ada, karena
hari-hari ini adalah jahat.” Efesus 5:16
Alkisah, sewaktu putri raja melahirkan anak,
bertanyalah sang Raja kepada dayang-dayang,
“ Mengapa setiap anak yang lahir dari
keturunannya, selalu harus menangis? Tidak
pernah tidak menangis. ”
Dayang-dayang itu menjawab, “Setiap anak
yang baru dilahirkan memang harus
menangis, karena dia telah berada di dunia
yang lain, dunia yang berbeda. Dunia yang
penuh tantagan dan persoalan. Dunia yang
tidak ada lagi kehangatan seperti dalam
kandungan. ”
Sambil mengangguk-angguk dan tersipu malu
sang Raja berlalu meninggalkan dayang-
dayang.
Saudara, jawaban dayang-dayang terhadap
pertanyaan raja dalam kisah di atas mungkin
sebuah ironi, namun fakta dalam kehidupan ril
benar-benar terjadi bahwa dunia ini adalah
dunia yang penuh tantangan dan persoalan,
dunia yang berbeda, dunia yang tidak ada lagi
kehangatan kasih, dunia yang berisi hari-hari
yang jahat.
Dan bagi kita orang percaya apabila kehilangan
kendali kebenaran, dunia ini benar-benar akan
menyeret kita kepada pengkhianatan terhadap
Tuhan Yesus. Hari-hari yang kita lalui dan jalani
sekarang ini memang benar-benar edan.
Karena kita berada dalam dunia di mana Iblis
dan antek-anteknya berekeliaran. Oleh sebab
itu firman Tuhan, memberi kita peringatan
bahwa kita harus menggunakan waktu yang
ada ini dengan hati-hati dan sebaik-baiknya
untuk kemuliaan Tuhan, karenan tidak
menutup kemungkinan, hari-hari yang jahat
ini akan menjadi bumerang bagi kerohanian
kita.
Marilah kita pergunakan waktu yang ada ini
dengan tetap dan penuh semangat melayani
Tuhan kita Yesus Kristus, yang telah
mengorbankan diri-Nya untuk membebaskan
kita dari ancaman hukuman karena dosa.
Amin!
“…dan pergunakanlah waktu yang ada, karena
hari-hari ini adalah jahat.” Efesus 5:16
Alkisah, sewaktu putri raja melahirkan anak,
bertanyalah sang Raja kepada dayang-dayang,
“ Mengapa setiap anak yang lahir dari
keturunannya, selalu harus menangis? Tidak
pernah tidak menangis. ”
Dayang-dayang itu menjawab, “Setiap anak
yang baru dilahirkan memang harus
menangis, karena dia telah berada di dunia
yang lain, dunia yang berbeda. Dunia yang
penuh tantagan dan persoalan. Dunia yang
tidak ada lagi kehangatan seperti dalam
kandungan. ”
Sambil mengangguk-angguk dan tersipu malu
sang Raja berlalu meninggalkan dayang-
dayang.
Saudara, jawaban dayang-dayang terhadap
pertanyaan raja dalam kisah di atas mungkin
sebuah ironi, namun fakta dalam kehidupan ril
benar-benar terjadi bahwa dunia ini adalah
dunia yang penuh tantangan dan persoalan,
dunia yang berbeda, dunia yang tidak ada lagi
kehangatan kasih, dunia yang berisi hari-hari
yang jahat.
Dan bagi kita orang percaya apabila kehilangan
kendali kebenaran, dunia ini benar-benar akan
menyeret kita kepada pengkhianatan terhadap
Tuhan Yesus. Hari-hari yang kita lalui dan jalani
sekarang ini memang benar-benar edan.
Karena kita berada dalam dunia di mana Iblis
dan antek-anteknya berekeliaran. Oleh sebab
itu firman Tuhan, memberi kita peringatan
bahwa kita harus menggunakan waktu yang
ada ini dengan hati-hati dan sebaik-baiknya
untuk kemuliaan Tuhan, karenan tidak
menutup kemungkinan, hari-hari yang jahat
ini akan menjadi bumerang bagi kerohanian
kita.
Marilah kita pergunakan waktu yang ada ini
dengan tetap dan penuh semangat melayani
Tuhan kita Yesus Kristus, yang telah
mengorbankan diri-Nya untuk membebaskan
kita dari ancaman hukuman karena dosa.
Amin!
YOU ARE PRECIOUS IN THE EYES OF GOD
There was a man, where every person who
sees her physical
certainly agree that he is not an attractive man.
Body fat and height below the average, his
face was not handsome. He was not a
wealthy man is also not the person who has a
special flair. The road was a bit lame, and his
voice was jarring to sing. Call it he named
Milo.
Everyday he worked as an employee of a
bookstore with the salaries
which does not amount to much.
Milo has been almost 40 years old, because
she sometimes feels fustasi
he has not had a boyfriend until recently, he
sometimes felt that God was not fair
for him to create him like that, no women
surrounded by admiring it, there is no
abundance of treasures
thereof, or the people who praised him for his
greatness.
One time, home from work through a dark
hallway,
a big man blocking. His face was not apparent
because of its dark night. The man was
pointing a knife at her chest "Give your money
to survive" he said with a heavy tone.
"You want my money? Take all" he said with
calm.
He let Milo took the money, handed over all his
money
into his hands. Milo seemed very calm
attitude.
"You're not afraid if I kill you here?" the man
asked.
"Oh, surely not. There's no precious to me,
though I
must give my life I'm not afraid 'she said
calmly.
Facing the calm demeanor, he was more
curious and slowly lowered the knife.
"You're not afraid to die?" Asked the man
again.
"I'm not afraid to die, I do not own anything in
this world. I
belongs to God, if you kill me then you restore
me to God.
"Are you a Christian?" the man asked.
"Exactly, how can you know?" Milo asked.
He was finally introduced himself. Milo then
took her seat in
a rung of the shops had closed.
"I'm a thug, I've killed dozens of lives. I used
Christian, My father used to beat my mother
and also once
our children to live in violence. He was often
drunk and I've almost killed, he had no job
other than the pressures of life make me like
this. "Then she continued" Only this time
I meet people who are not afraid of me "he
said.
Suddenly, tears dripping from his cheeks,
"new in my life
The first time I cried. I do not know why, I like
people
fool to cry in front of you. "Love of God
continue to shine that night.
"You must be hungry, I've got food for you"
says Milo said
remove bread from her bag and gave him.
"I saw there was a force so strong out of
yourself,
I pulled back in a place where I once was "
The man is the most feared person in the
place,
reputation as a killer unprecedented. How
could someone like Milo could make her heart
melt? That night, he repented and what
happened? Many of the men who finally
repent and return to the path of righteousness.
Have you felt worthless? Did not have
anything extra.
You feel you are not physically attractive, you
also feel I have no
what property can be given. God never
created us without purpose. You may be
saying "Lord. Do I like this can be a soul mate?
What I eligible to serve? What can I succeed?"
Everything is possible for God.
Have you ever compare yourself with the
advantages of others, then you feel inferior?
Dear brother, God so whatever your
circumstances you care.
Although your service may be just a yard
sweeper
church, or any shape, manner and your
work,
You remain a great in the eyes of God.
Do not ever grieve, if maybe you have a
physical disability.
Do not despair if people do not assume your
presence.
You are as valuable as another creation. Know
your precious eyes, so he is not so want to
lose you. amen
Isaiah 43: 4 => Since thou wast precious in my
sight, thou hast been honourable, and I have
loved thee
God bless you all my brothers and my sisters.
amen
LOVE,
ADMIN
sees her physical
certainly agree that he is not an attractive man.
Body fat and height below the average, his
face was not handsome. He was not a
wealthy man is also not the person who has a
special flair. The road was a bit lame, and his
voice was jarring to sing. Call it he named
Milo.
Everyday he worked as an employee of a
bookstore with the salaries
which does not amount to much.
Milo has been almost 40 years old, because
she sometimes feels fustasi
he has not had a boyfriend until recently, he
sometimes felt that God was not fair
for him to create him like that, no women
surrounded by admiring it, there is no
abundance of treasures
thereof, or the people who praised him for his
greatness.
One time, home from work through a dark
hallway,
a big man blocking. His face was not apparent
because of its dark night. The man was
pointing a knife at her chest "Give your money
to survive" he said with a heavy tone.
"You want my money? Take all" he said with
calm.
He let Milo took the money, handed over all his
money
into his hands. Milo seemed very calm
attitude.
"You're not afraid if I kill you here?" the man
asked.
"Oh, surely not. There's no precious to me,
though I
must give my life I'm not afraid 'she said
calmly.
Facing the calm demeanor, he was more
curious and slowly lowered the knife.
"You're not afraid to die?" Asked the man
again.
"I'm not afraid to die, I do not own anything in
this world. I
belongs to God, if you kill me then you restore
me to God.
"Are you a Christian?" the man asked.
"Exactly, how can you know?" Milo asked.
He was finally introduced himself. Milo then
took her seat in
a rung of the shops had closed.
"I'm a thug, I've killed dozens of lives. I used
Christian, My father used to beat my mother
and also once
our children to live in violence. He was often
drunk and I've almost killed, he had no job
other than the pressures of life make me like
this. "Then she continued" Only this time
I meet people who are not afraid of me "he
said.
Suddenly, tears dripping from his cheeks,
"new in my life
The first time I cried. I do not know why, I like
people
fool to cry in front of you. "Love of God
continue to shine that night.
"You must be hungry, I've got food for you"
says Milo said
remove bread from her bag and gave him.
"I saw there was a force so strong out of
yourself,
I pulled back in a place where I once was "
The man is the most feared person in the
place,
reputation as a killer unprecedented. How
could someone like Milo could make her heart
melt? That night, he repented and what
happened? Many of the men who finally
repent and return to the path of righteousness.
Have you felt worthless? Did not have
anything extra.
You feel you are not physically attractive, you
also feel I have no
what property can be given. God never
created us without purpose. You may be
saying "Lord. Do I like this can be a soul mate?
What I eligible to serve? What can I succeed?"
Everything is possible for God.
Have you ever compare yourself with the
advantages of others, then you feel inferior?
Dear brother, God so whatever your
circumstances you care.
Although your service may be just a yard
sweeper
church, or any shape, manner and your
work,
You remain a great in the eyes of God.
Do not ever grieve, if maybe you have a
physical disability.
Do not despair if people do not assume your
presence.
You are as valuable as another creation. Know
your precious eyes, so he is not so want to
lose you. amen
Isaiah 43: 4 => Since thou wast precious in my
sight, thou hast been honourable, and I have
loved thee
God bless you all my brothers and my sisters.
amen
LOVE,
ADMIN
Tuesday, June 22, 2010
Mulai Dari Yang Kecil
Banyak hal akan menjadi mudah jika
diperkecil. Misalnya saja kita harus
melaksanakan suatu tugas besar, maka akan
lebih mudah jika kita membagi-bagi tugas itu
menjadi beberapa bagian yang lebih kecil lagi
dan melaksanakannya satu demi satu. Prinsip
ini berlaku dalam hal menata rumah,
mengepak barang, ataupun melakukan tugas2
gereja.
Seorang teolog bahkan menyarankan prinsip
yg sama dlm hal berdoa. Ia telah mengalami
tatkala ia mengajukan permohonan yg
menyeluruh kepada Tuhan, tak ada satupun
yg terjadi. Namun bila ia mulai dgn
permintaan demi permintaan , iapun lalu dapat
melihat hasilnya.
Ia juga menganjurkan agar kita menyatakan
permintaan dengan jelas, dan yakin apa yg kita
minta itu memang sesuai dengan kehendak
Tuhan. Maka, lanjut teolog itu, sementara kita
menyaksikan Allah mengabulkan satu per satu
permohonan kita yg kecil-kecil, kitapun
mendapati diri kita sedang memohon
kebutuhan yang lebih besar, dengan iman
yang lebih dalam. TERPUJILAH TUHAN
YESUS..GBUs. !”
diperkecil. Misalnya saja kita harus
melaksanakan suatu tugas besar, maka akan
lebih mudah jika kita membagi-bagi tugas itu
menjadi beberapa bagian yang lebih kecil lagi
dan melaksanakannya satu demi satu. Prinsip
ini berlaku dalam hal menata rumah,
mengepak barang, ataupun melakukan tugas2
gereja.
Seorang teolog bahkan menyarankan prinsip
yg sama dlm hal berdoa. Ia telah mengalami
tatkala ia mengajukan permohonan yg
menyeluruh kepada Tuhan, tak ada satupun
yg terjadi. Namun bila ia mulai dgn
permintaan demi permintaan , iapun lalu dapat
melihat hasilnya.
Ia juga menganjurkan agar kita menyatakan
permintaan dengan jelas, dan yakin apa yg kita
minta itu memang sesuai dengan kehendak
Tuhan. Maka, lanjut teolog itu, sementara kita
menyaksikan Allah mengabulkan satu per satu
permohonan kita yg kecil-kecil, kitapun
mendapati diri kita sedang memohon
kebutuhan yang lebih besar, dengan iman
yang lebih dalam. TERPUJILAH TUHAN
YESUS..GBUs. !”
Tuhan sanggup menenangkan badai tp Tuhan juga membiarkan badai mengamuk dan menenangkan anak2 Nya
Syalom saudara-saudariku....
Ketika putri Brenda dan
George yang berumur 12th,
Shannon, meninggal tanpa
sebab yg jelas, dan otopsi
mengungkapkan sesuatu yg
tak pernah mereka ketahui:
Shannon menderita diabetes
akut. Brenda dan George serta
keluarga mereka menyibukkan
diri dengan berbagai kegiatan,
berusaha mengatasi
guncangan akibat peristiwa
tersebut. Dlama minggu-
minggu berikutnya, teman2
terus-menerus membawakan
makanan dan penghiburan
bagi mereka.
Dukacita Brenda sangat luar
biasa. Ia belum pernah
mengalami kehilangan
sebelumnya. Ia dibesarkan
oleh orangtua yang saleh,
menerima Kristus waktu
masih kecil, dan menikah
dengan kekasihnya sewaktu
kuliah, seorang pria Kristen
yang baik. Kematian Shannon
sangat menghancurkan. Untuk
pertama kalinya, ia dan George
harus menyadari bahwa
TUHAN selalu mencukpi dan
dapat dipercaya sepenuhnya.
Saat berduka, Brenda mulai
membaca buku2 tentang
orang lain yg juga kehilangan
anak. Secara bertahap, TUHAN
memulihkan hatinya, Ia
menanamkan ke dalam Brenda
dan suaminya suatu belas
kasihan bagi orang2 yang
mengalami kehilangan seperti
mereka. Mereka mendirikan
kelompok pendukung di gereja
mereka yang dinamai "Hilang
dan Ditemukan." Dalam tahun2
pelayanan mereka, mereka
dijauhkan dari merasakan
kehilangan dan kepahitan, dan
menolong tak terhitung
banyaknya orang lain.
Saudara-saudariku....TUHAN
tidak selalu menjawab
keinginan kita dengan cara
yang kita yakini seharusnya Ia
lakukan. Namun Ia berjanji
untuk selalu menyertai kita,
dan bekerja dalam segala hal
untu kebaikan kita...anak2
yang dikasihihi-Nya....amin ^^
"Damai sejahtera Allah, yang
melampaui segala akal, akan
memelihara hati dan
pikiranmu dalam Kristus
Yesus." (Filipi 4:7)
~~TUHAN YESUS MEMBERKATI
KITA SEMUA....AMIN~~
Ketika putri Brenda dan
George yang berumur 12th,
Shannon, meninggal tanpa
sebab yg jelas, dan otopsi
mengungkapkan sesuatu yg
tak pernah mereka ketahui:
Shannon menderita diabetes
akut. Brenda dan George serta
keluarga mereka menyibukkan
diri dengan berbagai kegiatan,
berusaha mengatasi
guncangan akibat peristiwa
tersebut. Dlama minggu-
minggu berikutnya, teman2
terus-menerus membawakan
makanan dan penghiburan
bagi mereka.
Dukacita Brenda sangat luar
biasa. Ia belum pernah
mengalami kehilangan
sebelumnya. Ia dibesarkan
oleh orangtua yang saleh,
menerima Kristus waktu
masih kecil, dan menikah
dengan kekasihnya sewaktu
kuliah, seorang pria Kristen
yang baik. Kematian Shannon
sangat menghancurkan. Untuk
pertama kalinya, ia dan George
harus menyadari bahwa
TUHAN selalu mencukpi dan
dapat dipercaya sepenuhnya.
Saat berduka, Brenda mulai
membaca buku2 tentang
orang lain yg juga kehilangan
anak. Secara bertahap, TUHAN
memulihkan hatinya, Ia
menanamkan ke dalam Brenda
dan suaminya suatu belas
kasihan bagi orang2 yang
mengalami kehilangan seperti
mereka. Mereka mendirikan
kelompok pendukung di gereja
mereka yang dinamai "Hilang
dan Ditemukan." Dalam tahun2
pelayanan mereka, mereka
dijauhkan dari merasakan
kehilangan dan kepahitan, dan
menolong tak terhitung
banyaknya orang lain.
Saudara-saudariku....TUHAN
tidak selalu menjawab
keinginan kita dengan cara
yang kita yakini seharusnya Ia
lakukan. Namun Ia berjanji
untuk selalu menyertai kita,
dan bekerja dalam segala hal
untu kebaikan kita...anak2
yang dikasihihi-Nya....amin ^^
"Damai sejahtera Allah, yang
melampaui segala akal, akan
memelihara hati dan
pikiranmu dalam Kristus
Yesus." (Filipi 4:7)
~~TUHAN YESUS MEMBERKATI
KITA SEMUA....AMIN~~
Monday, June 21, 2010
Kelemahanmu itulah kekuatanmu
Seorang pembawa air memiliki
dua bejana besar yang setiap
hari menggantung di ujung -
ujung pikulan yang
dibawanya di atas bahunya.
salah satu bejana itu memiliki
retakan, sedangkan satunya
lagi sempurna dan selalu
berhasil membawa penuh air
sepanjang perjalanan dari
sungai ke rumah tuan si
pembawa air.
Selama 2 tahun hal itu terus
terjadi, si pembawa air setiap
hari selalu hanya berhasil
membawa satu setengah
bejana air. Tentu saja bejana
yang sempurna itu bangga
dengan hasil yang dicapainya;
sesuai dan sempurna
sebagaimana selayaknya ia
diciptakan. Tetapi bejana yang
retak malu dengan ketidak
sempurnaan yang ada pada
dirinya dan merasa sedih
karena ia hanya mampu
membawa setengah dari
jumlah seharusnya ia
diciptakan.
Setelah waktu 2 tahun berlalu
dengan merasakan pahitnya
kegagalan, suatu hari di tepi
sungai si bejana retak berkata
kepada si pembawa air. " Aku
malu terhadap diriku dan aku
ingin minta maaf kepadamu."
Kenapa? Apa yang
membuatmu merasa malu?
tanya si pembawa air.
" Selama 2 tahun ini aku hanya
mampu membawa setengah
dari seharusnya bisa aku
bawa, semua ini karena
retakan di tubuh ku yang
mengakibatkan air keluar lagi
selama perjalananmu kembali
dari sungai kerumah tuanmu.
Karena cacatku ini, kamu tidak
mendapatkan nilai yang
setimpal dengan tenaga yang
kamu keluarkan. " Kata si
bejana retak.
Si pembawa air merasa iba
kepada si bejana tua yang
retak itu dan dengan penuh
kasih ia berkata, " Saat nanti
kita berjalan kembali menuju
rumah tuanku, aku mau kamu
memperhatikan bunga - bunga
indah di jalan setapak
sepanjang perjalanan pulan. "
Memang, ketika mereka mulai
menaiki bukit, si bejana tua
melihat sinar mentari
menyinari bunga - bunga liar
yang tumbuh indah di sisi
jalan setapak. Hal itu membuat
dia sedikit terhibur. Di akhir
perjalanan, ia masih merasa
bersalah karena setengah dari
bawaannya telah mengucur
keluar, ia kembali minta maaf.
Si pembawa air berkata
kepada bejana itu, " Apakah
kamu menyadari bahwa
bunga - bunga di sepanjang
jalan setapak itu hanya ada
pada sisi dimana engkau ada
tapi tidak ada di sisi bejana
satu lagi? Itu karena aku selalu
tahu mengenai cacatmu dan
aku mengambil keuntungan
darinya. Aku menanam benih-
benih bunga di sepanjang sisi
jalan dimana kamu ada dan
setiap hari ketika kita kembali
dari sungai, kamu menyirami
mereka. Selama 2 tahun aku
bisa memetik bunga - bunga
indah itu untuk menghiasi
meja tuanku. Kalau kamu tidak
menjadi sebagaimana kamu
ada, tuanku tidak akan pernah
menikmati keindahan bunga -
bunga itu yang turut
menyemarakkan rumahnya."
Setiap dari kita memiliki "
kecacatan yang unik ". Kita
semua adalah bejana yang
retak. Tapi bila kita mau
menerima kekurangan kita
dan mencari sisi lainnya utk
perbuatan baik, kita bisa "
menebar atau menanam
benih" di sepanjang jalan
kehidupan kita, sehingga kita
tidak hanya bisa menikmati
keindahan diri sendiri, tetapi
orang lain juga.
Jalani hidup ini dengan berani
karena kita tahu bahwa Allah
punya rencana, meskipun di
dalam kelemahan kita. Dia
sanggup mengubahnya
menjadi kekuatan baru.
Sebagaimana yang Dia janjikan
bagi tiap - tiap orang yang
bersandar pada-Nya.....
Janji Tuhan seperti fajar di
pagi hari yang tidak pernah
terlambat bersinar dan
sinarnya begitu indah,Janji
Tuhan akan di genapi karena
Ia tidak akan di ingkari-Nya
dua bejana besar yang setiap
hari menggantung di ujung -
ujung pikulan yang
dibawanya di atas bahunya.
salah satu bejana itu memiliki
retakan, sedangkan satunya
lagi sempurna dan selalu
berhasil membawa penuh air
sepanjang perjalanan dari
sungai ke rumah tuan si
pembawa air.
Selama 2 tahun hal itu terus
terjadi, si pembawa air setiap
hari selalu hanya berhasil
membawa satu setengah
bejana air. Tentu saja bejana
yang sempurna itu bangga
dengan hasil yang dicapainya;
sesuai dan sempurna
sebagaimana selayaknya ia
diciptakan. Tetapi bejana yang
retak malu dengan ketidak
sempurnaan yang ada pada
dirinya dan merasa sedih
karena ia hanya mampu
membawa setengah dari
jumlah seharusnya ia
diciptakan.
Setelah waktu 2 tahun berlalu
dengan merasakan pahitnya
kegagalan, suatu hari di tepi
sungai si bejana retak berkata
kepada si pembawa air. " Aku
malu terhadap diriku dan aku
ingin minta maaf kepadamu."
Kenapa? Apa yang
membuatmu merasa malu?
tanya si pembawa air.
" Selama 2 tahun ini aku hanya
mampu membawa setengah
dari seharusnya bisa aku
bawa, semua ini karena
retakan di tubuh ku yang
mengakibatkan air keluar lagi
selama perjalananmu kembali
dari sungai kerumah tuanmu.
Karena cacatku ini, kamu tidak
mendapatkan nilai yang
setimpal dengan tenaga yang
kamu keluarkan. " Kata si
bejana retak.
Si pembawa air merasa iba
kepada si bejana tua yang
retak itu dan dengan penuh
kasih ia berkata, " Saat nanti
kita berjalan kembali menuju
rumah tuanku, aku mau kamu
memperhatikan bunga - bunga
indah di jalan setapak
sepanjang perjalanan pulan. "
Memang, ketika mereka mulai
menaiki bukit, si bejana tua
melihat sinar mentari
menyinari bunga - bunga liar
yang tumbuh indah di sisi
jalan setapak. Hal itu membuat
dia sedikit terhibur. Di akhir
perjalanan, ia masih merasa
bersalah karena setengah dari
bawaannya telah mengucur
keluar, ia kembali minta maaf.
Si pembawa air berkata
kepada bejana itu, " Apakah
kamu menyadari bahwa
bunga - bunga di sepanjang
jalan setapak itu hanya ada
pada sisi dimana engkau ada
tapi tidak ada di sisi bejana
satu lagi? Itu karena aku selalu
tahu mengenai cacatmu dan
aku mengambil keuntungan
darinya. Aku menanam benih-
benih bunga di sepanjang sisi
jalan dimana kamu ada dan
setiap hari ketika kita kembali
dari sungai, kamu menyirami
mereka. Selama 2 tahun aku
bisa memetik bunga - bunga
indah itu untuk menghiasi
meja tuanku. Kalau kamu tidak
menjadi sebagaimana kamu
ada, tuanku tidak akan pernah
menikmati keindahan bunga -
bunga itu yang turut
menyemarakkan rumahnya."
Setiap dari kita memiliki "
kecacatan yang unik ". Kita
semua adalah bejana yang
retak. Tapi bila kita mau
menerima kekurangan kita
dan mencari sisi lainnya utk
perbuatan baik, kita bisa "
menebar atau menanam
benih" di sepanjang jalan
kehidupan kita, sehingga kita
tidak hanya bisa menikmati
keindahan diri sendiri, tetapi
orang lain juga.
Jalani hidup ini dengan berani
karena kita tahu bahwa Allah
punya rencana, meskipun di
dalam kelemahan kita. Dia
sanggup mengubahnya
menjadi kekuatan baru.
Sebagaimana yang Dia janjikan
bagi tiap - tiap orang yang
bersandar pada-Nya.....
Janji Tuhan seperti fajar di
pagi hari yang tidak pernah
terlambat bersinar dan
sinarnya begitu indah,Janji
Tuhan akan di genapi karena
Ia tidak akan di ingkari-Nya
Tuesday, June 8, 2010
KRISTEN KTP(Kristen Tanpa Persekutuan) Jangan biarkan kita hanya menjadi Kristen KTP. (1Yohanes 1:6)

"Jika kita katakan bahwa kita mempunyai persekutuan dengan Dia, namun kita hidup didalam kegelapan, kita berdusta dan tidak melakukan kebenaran.(1YOHANES 1:6).
Kristen tanpa persekutuan,,persekutuan dengan siapa ini yang dimaksud? Yaitu persekutuan dengan Allah.
Artinya,,,orang tersebut pergi kegereja, bahkan melayani Tuhan, tetapi sesungguhnya tidak memiliki hubungan sama sekali dengan Tuhan. Aktivitas dan pelayanannya pun kering. Seumpama robot, yang bisa bergerak kesana kemari tapi tanpa jiwa yang hidup.
Yohanes menyebutkan bahwa salah satu ciri orang yang tidak hidup dalam persekutuan dengan Tuhan adalah masih hidup dalam dosa(kegelapan). Ia bisa rajin kegereja, tetapi dalam hidup sehari-hari sama sekali tidak menunjukkan sikap kristiani, bahkan tidak jarang dengan sadar melakukan hal-hal yang tidak berkenan oleh Allah.
Hari lepas hari, kita harus selalu mengevaluasi hidup kita, jangan biarkan kita hanya menjadi Kristen KTP karena hal itu tidak diperkenan oleh Allah. Persekutuan dengan Allah penting bukan ahnya sebagai dasar pelayanan kita, melainkan juga sebagai dasar pelayanan kita. Kita harus cepat berbalik dengan membangun kembali relasi dengan Allah secara benar.
ANAK-ANAK TERANG TIDAK MENYUKAI KEGELAPAN.
Monday, June 7, 2010
Diam saja
"Oleh sebab itu, perbaikilah tingkah langkahmu dan perbuatanmu, dan dengarkanlah suara Tuhan, Allahmu, sehingga Tuhan menyesal akan malapetaka yang diancamkan Nya atas kamu" (YEREMIA 26:13)
Dalam miniseri HITLER: The Rise of Evil yang bercerita tentang Adolf Hitler, sang pemimpin NAZI yang membantai jutaan oran pada 1940-an, terdapat sebuah kalimat, The only thing necessary for the triumph of evil is for good men to do nothing. Kalimat ini dapat di terjemahkan,"Yang diperlukan oleh kejahatan untuk berjaya adalah orang-orang baik yang diam saja".
Yeremia hidup pada masa ketika kejahatan merajalela di Israel. Dalam situasi itulah ia diutus Tuhan untuk memperingatkan dan mempertobatkan bangsa Israel. Dapat kita katakan bahwa ia dipanggil untuk melawan arus, sehingga pesannya acap kali tidak menyenangkan hati para pendengarnya. Firman Tuhan hari ini adalah salah satu contohnya. Di situ ia menyampaikan teguran dan ancaman Tuhan bagi bangsa Israel (ayat 1-6). Tujuannya adalah supaya para pendengarnya bertobat (ayat 3). Sangat disayangkan bahwa akhirnya mereka justru marah dan ingin membunuh Yeremia (ayat 8,11). Namun, ketaatan dan keberanian Yeremia ini adalah sesuatu yang perlu kita teladani.
Jika kita melihat sesuatu yang tidak baik sedang berkembang di sekitar kita, adalah tanggung jawab kita sebagai umat Allah untuk menyikapinya. Kalau bisa, kita rancang rencana-rencana yang akan mengubah keadaan. Kerap kali hal ini melibatkan kerjasama dengan orang lain yang juga sependapat dengan kita. Namun, jika itu tidak mungkin, setidaknya kita perlu berani berpendapat berbeda dan menyuarakan apa yang benar. Meskipun risikonya kita akan dikucilkan dan bahkan disingkirkan.
JANGAN BIARKAN APA YANG TIDAK BAIK BERJAYA KARENA KITA DIAM SAJA
Dalam miniseri HITLER: The Rise of Evil yang bercerita tentang Adolf Hitler, sang pemimpin NAZI yang membantai jutaan oran pada 1940-an, terdapat sebuah kalimat, The only thing necessary for the triumph of evil is for good men to do nothing. Kalimat ini dapat di terjemahkan,"Yang diperlukan oleh kejahatan untuk berjaya adalah orang-orang baik yang diam saja".
Yeremia hidup pada masa ketika kejahatan merajalela di Israel. Dalam situasi itulah ia diutus Tuhan untuk memperingatkan dan mempertobatkan bangsa Israel. Dapat kita katakan bahwa ia dipanggil untuk melawan arus, sehingga pesannya acap kali tidak menyenangkan hati para pendengarnya. Firman Tuhan hari ini adalah salah satu contohnya. Di situ ia menyampaikan teguran dan ancaman Tuhan bagi bangsa Israel (ayat 1-6). Tujuannya adalah supaya para pendengarnya bertobat (ayat 3). Sangat disayangkan bahwa akhirnya mereka justru marah dan ingin membunuh Yeremia (ayat 8,11). Namun, ketaatan dan keberanian Yeremia ini adalah sesuatu yang perlu kita teladani.
Jika kita melihat sesuatu yang tidak baik sedang berkembang di sekitar kita, adalah tanggung jawab kita sebagai umat Allah untuk menyikapinya. Kalau bisa, kita rancang rencana-rencana yang akan mengubah keadaan. Kerap kali hal ini melibatkan kerjasama dengan orang lain yang juga sependapat dengan kita. Namun, jika itu tidak mungkin, setidaknya kita perlu berani berpendapat berbeda dan menyuarakan apa yang benar. Meskipun risikonya kita akan dikucilkan dan bahkan disingkirkan.
JANGAN BIARKAN APA YANG TIDAK BAIK BERJAYA KARENA KITA DIAM SAJA
Subscribe to:
Posts (Atom)




