Showing posts with label renungan harian by CH. Show all posts
Showing posts with label renungan harian by CH. Show all posts

Wednesday, April 18, 2012

Respect the others more

Sebuah keluarga, ayah ibu dan dua anak. Pada
hari liburan sang ayah berencana mengajak
seluruh keluarga camping. Saat hari libur tiba,
seluruh keluarga mempersiapkan keperluannya
masing2 karena mereka akan berangkat jam 10
tepat, begitu janji sang ayah.
Sementara si itu ayah masi tidur. Pada jam
09.45, sang ayah bangun dan memeriksa
keadaan apakah semua sudah siap. Ia mendapati
istriny sedang menyiapkan bekal. dengan agak
emosi, ia menegur istrinya ” kok belom siap juga
si ma?!”, ” iya pa, bentar lagi, kerjaan mama kan
banyak yg disiapin buat kita”.
Lalu si ayah mendapati anak sulungnya, telah rapi
dan siap menunggu di ruang tamu, si ayah
tersenyum puas. Ketika ia mendapati anak
bungsunya, telah siap dengan berbagai
keperluannya, tetapi masih memainkan video
game di kamar, si ayah langsung emosi lagi
“Aihhhh!! kok kamu masi maen sih!! sana siap
siap, beres – beres! ini sudah jam 09.45, sebentar
lagi kita berangkat! ntar kamu ditinggal loh!!!”.
Si bungsu dengan senyum rada jengkel,
menegur sang ayah ” pa, gimana sih, bisa
ngomel2 aja. kita itu sudah siap2 dari pagi, papa
masih tidur. sekarang kita tinggal tungguin papa.
gimana mo pergi, papa aja masi belom mandi,
belom periksa dan panasin mobil, jangan marah
doang donk pa!”
Peristiwa semacam ini tidak asing dan sering kali
terjadi, betul? biasa para ayah memang suka
paling akhir menyiapkan keperluan seperti cerita
di atas, benar tidak? Tapi mari kita tarik benang
merah cerita ini. Kejadian seperti ini sangat sering
terjadi. Kita sering kali menginspeksi persiapan
orang lain, sementara kita sendiri sering kali tidak
siap. Kita sering kali menghakimi orang lain tanpa
melihat diri kita. Sering kali kita menilai ” apakah
itu layak untuk ku,” tanpa melihat ” apakah aku
layak untuk itu.” Kita sering kali merasa lebih dari
orang lain. kita sering merasa kita lebih penting
dari yg lain. Kita sering berpikir, “apakah kamu
sudah siap untuk aku?”, tanpa berpikir “apakah
aku sudah siap untuk kamu?” Mari kita belajar,
ubah cara pandang kita. Respect the others more.

Friday, April 6, 2012

Kasih yang kita trima dengan cuma-cuma

Berapakah harga dari sebuah kasih?

Berapa uang yang harus dikeluarkan untuk
membeli kasih?

Kasih itu “tidak berharga artinya ia tidak dapat dibeli”.

Tidak perlu serupiah uang pun untuk membeli
kasih.

Bahkan kasih itu dibagikan secara “GRATIS”.
ya, kasih itu diberikan secara cuma – cuma.

Akan tetapi karena gratis,
banyak orang yang menyia – nyiakan kasih.

Kasih menjadi tidak mempunyai arti.

Apa yang mudah didapat, mudah dibuang.

Apa yang sukar diperoleh dan mahal, sangat
disayang.
Kasih disia – siakan.

Tetapi siapa dapat hidup tanpa kasih??

Monday, January 16, 2012

Jagalah mulutmu

Tidak ada sesuatu pun yang
keluar dari anggota tubuh manusia yang enak,
baik baunya maupun rasanya. Tapi itu semua
sudah taken for granted, semua sudah dari
sananya. Kita tidak bisa protes atau mencoba
merubah bau dan rasa menjadi enak. Hanya ada
satu yang bisa kita kendalikan agar yg keluar dari
situ terasa enak dicium dan didengar, yaitu mulut.
Kita bisa mengendlikan semua yang keluar dari
mulut. Terserah empunya, apakah mau membuat
enak didengar atau dicium.

Janganlah ada perkataan kotor keluar dari
mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik
untuk membangun, di mana perlu, supaya
mereka yang mendengarnya, beroleh kasih
karunia.

Thursday, December 22, 2011

KEBERHASILAN SEJATI

Buku karya Stephen R. Covey hanya dalam
beberapa minggu bisa laku 15 juta eksemplar.
Mengapa? Karena buku itu menawarkan langkah-
langkah untuk mencapai keberhasilan. Di jaman
yang susah ini, tidak hanya obat sakit kepala yang
laris, tapi juga buku-buku yang menulis tentang
kunci keberhasilan.

Keberhasilan sejati
Namun, pengertian yang lebih lengkap tentang
keberhasilan ada dalam kitab mazmur pasal
pertama. Pemazmur juga menulis bahwa
keberhasilan ditentukan oleh keberutungan atau
nasib tetapi karena kebiasaan-kebiasaan yang harus
dikembangkan dalam hidup. Selain itu, pemazmur
juga juga menulis bahwa tidak semua kberhasilan
adalah keberhasilan sejati.
Keberhasilan yang sejati, yaitu keberhasilan yang
membawa kepada kebahagiaan (ayat 3).
Sebaliknya, keberhasilan yang semu dan tidak
sejati, adalah keberhasilan yang tidak membawa
kebahagiaan (ayat 4).

Orang yang mengalami keberhasilan sejati
digambarkan hidupnya seperti pohon yang
ditanam di tepi aliran air, menghasilkan buahnya
pada musimnya, tidak layu daunnya, dan apa saja
yang diperbuatnya berhasil. Apapun kondisi
jaman, dia tetap tegar karena berada di tepi aliran
air.
Sedangkan orang yang mengalami keberhasilan
semu dan tidak sejati di gambarkan hidupnnya
seperti sekam yang ditiup oleh angin. Sesaat
sekam itu ada, tetapi ketika ditiup angin, sekam itu
lenyap, hilang tak berbekas. Keberhasilan semu
bersifat sementara.
Jelas, kita tidak ingin hidup seperti sekam yang
mudah hilang ditiup angin. Semua pasti ingin
hidup seperti pohon yang ditanam di tepi aliran air.
Oleh karena itu ada kebiasaan-kebiasaan yang
harus dikembangkan supaya memiliki hidup
seperti pohon di tepi aliran air (Mazmur 1:1,2, dan
6).
Kebiasaan
Pertama, orang yang memiliki hidup seperti pohon
yang ditanam di tepi aliran air adalah orang yang
memiliki kebiasaan pergaulan yang benar (ayat 1).
Pergaulan memiliki pengaruh besar dalam
menentukan hidup kita. Oleh karena itu kita harus
berhati-hati dengan siapa kita bergaul. Bukan
maksud saya supaya kita menjadi eksklusif. Kita
tetap harus bergaul dan mengenal semua orang
supaya bisa menjadi saluran berkat Tuhan bagi
banyak orang. Tetapi kita harus berhati-hati
memilih teman akrab kita. Rasul Paulus dalam
suratnya di Korintus menulis "Pergaulan yang
buruk merusak kebiasaan yang baik".
Kebiasaan kedua yang harus dikembangkan adalah
memiliki pemikiran yang benar (ayat 2). Mutu
hidup kita tergantung dari apa yang kita pikirkan.
Kalau yang kita pikirkan adalah ha-hal yang kotor,
maka hidup kita akan kotor. Tetapi, jika kita selalu
memikirkan kebenaran, maka hidup kita akan selalu
segar. Amsal 23:7 menulis, "For as he thinketh in
his heart, so is he." Artinya sebagaimana orang
berpikir dalam hatinya, demikianlah ia.
Jagalah telinga dan mata Anda. Jangan melihat atau
membaca yang tidak seharusnya. Jangan
mendengar apa yang tidak sepantasnya. Karena
apa yang kita lihat dan dengar dapat
mempengaruhi pikiran kita. Sebaliknya, baca dan
lihatlah apa yang baik, seharusnya dan
sepantasnya.
Kebiasaan ketiga adalah perilaku yang benar. Bukan
hanya memiliki pergaulan dan pikiran yang benar
tetapi perilakunya juga harus benar. Jika kita
perilaku memuliakan nama Tuhan, hati Tuhan akan
disenangkan , dan memuncak pada satu
kesimpulan, "apa saja yang diperbuatnya berhasil".
Bukan karena kekuatan manusia, tetapi karena
Tuhan berkenan kepadanya.
Bergaul dengan Tuhan
Ketiga kebiasaan itu saling berkaitan, tidak dapat
dipisahkan satu sama lain. Pergaulan menjadi
sangat penting karena mempengaruhi pikiran kita
dan pada akhirnya mempengaruhi perilaku kita.
Dan dari semua pergaulan tidak ada pergaulan
yang lebih penting daripada bergaul dengan
Tuhan.
Seorang pelukis berusaha melukiskan kata "damai".
Pertama, ia melukis sebuah danau yang tenang,
airnya tidak bergelombang, diatasnya awan
berarak tipis. Lukisan yang elok, tetapi ia tidak
cukup puas karena belum cukup bisa
menggambarkan kata damai.
Lalu ia melukis sawah yang sedang menguning,
siap dipanen dengan latar belakang gunung
menghijau dan langit berwarna keemasan. Lukisan
itu juga indah tapi tidak cukup menggambarkan
kata "damai".
Terakhir ia melukis laut yang sedang bergelora
ditiup badai, gelombang mengamuk, badai
menerjang. Di sebelah kanan berdiri sebuah batu
karang. Kemudian pada batu karang itu dilukiskan
sebuah celah yang berwarna terang dengan seekor
burung kecil yang sedang bernyanyi di dalamnya.
Pelukis itu baru puas. Burung itu bernyanyi karena
tahu ia berada di tempat yang aman, di dalam batu
karang yang teguh dan tidak akan bergoncang,
bagaimana pun badai menerjang. Seperti itulah
hidup didalam pergaulan dengan Tuhan. Di tengah
dunia yang semakin sulit ini, kita harus bergaul
akrab dengan Tuhan. Itulah kunci keberhasilan
yang sejati.

Tuesday, December 13, 2011

BALAS DENDAM

Bacaan : 1 Petrus 2:16-25

Adi yang berusia tujuh tahun menangis di ruang
tamu. Ketika ditengok ibunya, ternyata ia
menangis karena rambutnya ditarik-tarik oleh
Bram, adiknya. "Sudahlah, Adi, jangan marah, "
kata si ibu. "Adikmu baru tiga tahun. Ia belum
tahu bahwa rambut itu sakit kalau ditarik." Setelah
tangisnya reda, si ibu kembali ke dapur. Namun,
sesaat kemudian terdengar Bram yang menangis!
"Ada apa lagi ini?" tanya si ibu kesal. Seketika Adi
menjawab dari ruang tamu: "Bu, sekarang Bram
sudah tahu rasanya!"

Orang yang terluka biasanya terdorong untuk
membalas. Terkadang tanpa disadari. Rasa
dendam yang menyelinap di hati membuat kita
tak lagi bebas mengasihi semua orang.
Bagaimana mengatasinya? Petrus menasihati agar
kita "hidup sebagai orang merdeka". Seseorang
disebut merdeka jika jiwanya bebas dari dendam.
Bebas dari niat membalas kejahatan dengan balik
berbuat jahat. Dengan jiwa yang merdeka, kita
bisa menghormati semua orang, termasuk
majikan yang bengis terhadap kita (ayat 18-19).
Petrus menjadikan Yesus sebagai contoh. Ketika
dicaci maki hati-Nya terluka, tetapi Dia tidak balas
melukai orang. Apa rahasianya? Dia menyerahkan
urusan pembalasan itu kepada Bapa!

Apakah ada dendam dalam hati Anda? Niat balas
dendam membuat hati tidak bisa lagi bening.
Pikiran menjadi ruwet. Bahkan, bisa membuat
kita nekat berbuat jahat. Kadang kala orang yang
tidak melukai kita pun bisa kena getahnya.
Pembalasan itu melumpuhkan dan
membahayakan! Lebih baik serahkan sakit hati kita
kepada Allah. Mintalah kepada Dia untuk
mengambil alih perkara itu dan membebaskan
jiwa Anda

Thursday, November 10, 2011

AKHIR SEBUAH KISAH


Kamis, 10 November 2011

Nats : Kemudian matilah ia pada waktu telah putih rambutnya, lanjut umurnya, penuh kekayaan dan kemuliaan, kemudian naik rajalah Salomo, anaknya, menggantikan dia (1 Tawarikh 29:28)

AKHIR SEBUAH KISAH

Bacaan : 1 Tawarikh 29:21-30

Semua kisah tentu ada akhirnya. Ada yang berakhir dengan bahagia, tetapi banyak juga yang berakhir sedih, bahkan tragis. Kalau kita diminta untuk memilih, tentu kita akan memilih kisah yang berakhir bahagia, apalagi kalau itu kisah hidup kita sendiri. Bahkan, ada gurauan bahwa kalau bisa kita mengalami masa kecil yang indah, masa muda yang nikmat dan bahagia, lalu di masa tua tinggal menikmati kekayaan dan menunggu masuk surga. Tentu ini tidak realistis.

Hidup Daud dapat dikatakan sukses. Ia sukses menjadi raja yang kaya raya dan penuh kemuliaan. Anaknya, Salomo raja yang akan terkenal karena hikmatnya akan menggantikannya sebagai raja. Daud, raja sekaligus prajurit sejati, wafat saat usianya sudah tua dan meninggalkan banyak kesan: karyanya, hikmatnya, kesalehannya, doa-doanya. Memang ada raja Israel lain yang lebih makmur dan lebih lama memerintah daripada Daud, tetapi tak ada raja yang lebih saleh darinya. Hingga ia bahkan dihubungkan dengan Mesias yang dijanjikan. Ya, Yesus bahkan juga disebut sebagai Anak Daud.

Ketika kita kelak meninggalkan dunia ini, apakah yang kita ingin agar diingat orang-orang mengenai kita? Keberhasilan atau kegagalan kita? Apakah perjalanan hidup dan iman yang telah kita perjuangkan bisa menjadi teladan bagi orang-orang yang kita tinggalkan? Kiranya bukan sekadar akhir bahagia yang kita inginkan terjadi di hidup kita, melainkan hidup yang telah selesai melaksanakan rancangan Allah bagi kita. Bahwa melalui hidup kita, banyak orang dapat merasakan kasih Tuhan. Melalui hidup kita, nama Kristus dimuliakan --ENO
HIDUP YANG SUKSES BUKAN SEKADAR MEMENUHI CITA-CITA PRIBADI

MELAINKAN JUGA MEMENUHI CITA-CITA TUHAN MENCIPTAKAN KITA

Monday, November 7, 2011

SADAR DIRI

Senin, 7 November 2011

Bacaan Setahun : Yohanes 8-10
Nats : Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya, "Kristus Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa, " dan di antara mereka akulah yang paling berdosa (1 Timotius 1:15)

SADAR DIRI
Bacaan : 1 Timotius 1:12-17

Bila sangat terpukul ketika mengetahui bahwa dirinya ternyata adalah anak angkat dari orangtua yang mengasuhnya selama ini. Namun sejak itu, Mila lebih rajin membantu menjaga toko kedua orang-tuanya. Apalagi ketika Mila menikah dan memiliki anak. Ia makin menyadari betapa besarnya kasih orangtua angkatnya. Mereka telah membesarkannya dengan susah payah, dengan kasih yang sesungguhnya tidak layak ia terima. Demikianlah Mila makin lama makin mengasihi kedua orangtua angkatnya.

Kitab 1 Timotius ditulis oleh Paulus pada akhir hidupnya. Sejak pertobatannya, Paulus telah melakukan begitu banyak pelayanan mendirikan jemaat di berbagai daerah. Paulus telah menempuh begitu banyak bahaya dan penderitaan karena Injil. Dari semua pengalaman itu, Paulus menyatakan bahwa kerinduan terbesarnya adalah makin mengenal Tuhan yang ia layani. Maka, di akhir hidupnya Paulus tidak menjadi sombong, tetapi malah makin menyadari anugerah Tuhan yang begitu besar kepadanya. Bahkan, Paulus mengatakan, bahwa dialah orang yang paling berdosa. Mengapa? Karena makin orang mengenal Kristus, ia makin mengenal siapa dirinya, makin mengerti besarnya anugerah yang ia terima, dan makin memberi diri untuk kemuliaan Tuhan.

Ketika kita makin mendalami firman Tuhan, adakah kita makin mengenal siapa Allah yang kita sembah dan siapa kita sesungguhnya? Atau, jangan-jangan semua itu hanya menjadi pengetahuan yang mengisi otak, yang justru membuat kita tinggi hati? Bagaimanakah pengenalan akan Tuhan ini mempengaruhi sikap hati kita ketika melayani Tuhan? --VT
PENGENALAN AKAN TUHAN MEMAMPUKAN KITA BERCERMIN DIRI

DAN MENYADARI BESARNYA ANUGERAH TUHAN YANG DIBERI

Saturday, November 5, 2011

KUDUSKAN HARI SABAT

Bacaan : Keluaran 31:12-17
Ada banyak cara orang beristirahat. Ada yang
menikmatinya dengan berolahraga atau berjalan-
jalan bersama sahabat. Ada yang berekreasi
dengan bermain video game atau menikmati
makanan enak. Ada juga yang menikmatinya
dengan tidur atau sekadar bermalas-malasan di
rumah. Saya sendiri menikmati istirahat dengan
pergi ke tempat wisata alam.

Apa pun caranya, istirahat adalah bagian yang tak
terpisahkan dari hidup kita. Namun, ada sebagian
orang yang melihat istirahat sebagai sesuatu yang
tidak produktif. Memang pada zaman ini, semua
orang dituntut untuk bersaing dan berusaha
menjadi yang paling unggul. Seorang pegawai
terpaksa bekerja lembur setiap hari supaya tidak
dicap sebagai pegawai yang kalah rajin
dibandingkan yang lain. Seorang anak dipaksa
memenuhi waktu kosongnya dengan berbagai
macam kursus, supaya ia lebih unggul daripada
anak-anak yang lain.

Akan tetapi, mari kita mengingat bagaimana
secara khusus Tuhan menciptakan hari Sabat.
Apabila mengikuti pola-Nya ketika menciptakan
dunia, sesungguhnya Tuhan sedang mengajar
kita untuk bekerja selama enam hari, kemudian
beristirahat di hari yang ketujuh. Melaluinya,
Tuhan hendak menunjukkan bahwa istirahat
bukanlah sesuatu yang tidak produktif.
Sebaliknya, inilah kunci keseimbangan hidup
istirahat justru sangat penting untuk
menyegarkan kita secara fisik dan rohani.

Maka, ketika kita lelah, jangan ragu untuk
beristirahat. Secara teratur, selalu sediakan waktu
untuk beristirahat. Setelah istirahat itu dijalani, kita
akan dikuatkan dan disegarkan untuk kembali
melanjutkan tugas dengan lebih baik --ALS

BERISTIRAHATLAH SETELAH BERKARYA
AGAR KITA PUNYA KEKUATAN UNTUK
MENGERJAKAN KARYA BERIKUTNYA

Saturday, October 29, 2011

Renungan

Bacaan : Yohanes 11:45-57

Ada kalanya kita menghadapi masalah yang
benar-benar serius, tetapi ada kalanya juga kita
menghadapi masalah-masalah kecil. Andai kita
mengabaikan semua masalah kecil, bukankah itu
tidak akan memengaruhi hidup kita? Mengapa kita
harus mengizinkan hal-hal itu menyita perhatian
kita, menyedot seluruh energi dan menguras
emosi? Mengapa gara-gara berbeda cara
memencet pasta gigi, suami istri harus ribut
hingga suasana rumah menjadi tak nyaman?
Mengapa hanya karena kelewatan salah satu acara
TV yang kita sukai, kita harus marah-marah?
Seorang yang bijak pernah berkata, "Jangan ambil
pusing masalah, jika tidak, masalah itu benar-
benar akan membuat Anda pusing."

Kita memerlukan energi untuk melakukan hal-hal
yang lebih penting. Jika kita terfokus pada
masalah-masalah kecil, banyak perkara besar
yang jauh lebih penting akan terabaikan.
Bukannya meremehkan masalah-masalah kecil
itu, tetapi kita perlu sedikit lebih rileks menghadapi
hidup.

Kita perlu belajar dari Tuhan Yesus. Berkali-kali Dia
dikecam dan dikritik gara-gara masalah "sepele".
Orang Farisi dan Ahli Taurat selalu mencari-cari
soal untuk menjatuhkan Yesus. Bahkan hingga
menjelang akhir pelayanannya ancaman
pembunuhan terhadap Yesus. Apakah ini
membuat Yesus terfokus pada kecaman orang
Farisi? Tidak! Yesus tetap berfokus kepada salib,
sebab itu lebih penting daripada menanggapi
serangan orang Farisi. Yesus sangat pintar
menata prioritas perhatian. Dengan bersikap
demikian, maka hal penting tak menjadi korban
hal "sepele". Maka, energi-Nya juga tidak terkuras.
Mari meniru Yesus

BERI PERHATIAN CUKUP PADA SETIAP
MASALAH SESUAI PORSINYA
MAKA KITA BISA BERUSAHA MAKSIMAL
UNTUK MENCAPAI TUJUAN

Friday, October 14, 2011

MENJAGA OBJEKTIVITAS

Bacaan : 1 Samuel 20:1-9






Ketika menjalani perkuliahan di jurusan komunikasi, ada sebuah kata yang selalu diulang oleh dosen saya di kelas: objektivitas. Objektivitas adalah salah satu prinsip terpenting untuk para calon awak media. Ketika berbincang dengan rekan dari jurusan sains, ternyata prinsip yang sama juga bergema di kelasnya. Menurut sang profesor di sana, objektivitas adalah kunci sukses seorang peneliti. Tampaknya, prinsip objektivitas ini telah menjadi "kaidah kencana" di bidang apa pun.



Suatu kali, Daud mengeluhkan secara terus terang kepada Yonatan, tentang sikap ayahnya Saul. Seiring berjalannya waktu, makin jelas bahwa Saul melihat Daud sebagai ancaman bagi takhtanya. Dari sini kita belajar dari sikap objektif Yonatan. Ia tidak langsung menunjukkan sikap jengkel kepada Daud karena menuduh ayahnya. Sebaliknya, ia juga tidak langsung terprovokasi oleh Daud untuk ikut menjatuhkan Saul.



Dengan prinsip objektivitas dan pengetahuan bahwa Daud berada di pihak yang benar, Yonatan mengajak sahabatnya yang kalut itu untuk mencari jalan terbaik. Akhirnya kita tahu bahwa Yonatan berhasil menyelamatkan nyawa Daud, yang kemudian menjadi raja besar di Israel meski untuk itu ia harus mengorbankan kesempatannya sendiri untuk naik takhta.



Sikap objektif dapat membawa perubahan yang nyata dalam kehidupan ini. Seseorang yang bersikap objektif akan berusaha menempatkan diri dalam posisi yang netral tak berpihak. Dari situ, seseorang dapat memberikan solusi positif bagi pergumulan orang-orang di sekitarnya. Tuhan pun disenangkan melaluinya --OLV




KETIKA ANDA MEMUTUSKAN UNTUK BERSIKAP OBJEKTIF



ANDA MEMUTUSKAN UNTUK BERJALAN DALAM KEBENARAN http://christina-hirlawati.blogspot.com/

Wednesday, October 12, 2011

ALLAH YANG AJAIB

Saya pernah melakukan sebuah kesalahan fatal: mengisikan solar ke mobil berbahan bakar premium. Akibat kesalahan tersebut, tangki bahan bakar mobil itu harus dikuras dan dicuci. Sejak pengalaman tak menyenangkan tadi, saya lebih berhati-hati ketika mengisi bahan bakar.




Manusia memang tidak luput dari kesalahan-entah itu sepele atau fatal. Dan, kesalahan-kesalahan yang kita lakukan dalam hidup kita bisa mengakibatkan kegagalan, bahkan kehancuran. Ajaibnya, di tangan Allah, keadaan bisa menjadi sangat berbeda. Sebab, apabila Allah berkehendak, Dia bahkan sanggup mengubah sebuah kesalahan menjadi berkat. Seperti yang terjadi dalam kehidupan Yunus. Yunus telah bersalah kepada Tuhan saat ia lari dari perintah Allah. Akibatnya, saat mengarungi samudera, ia dikejar oleh badai gelombang yang menakutkan. Akan tetapi, dalam langkah salah Yunus tersebut, Allah sanggup berbuat sesuatu.



Selain memberi teguran bagi Yunus, Allah pun membukakan mata awak kapal yang lain sehingga mereka percaya kepada Allah yang hidup dan benar.



Allah sanggup mengubah kesalahan menjadi berkat. Bahkan tak hanya untuk kita sendiri, tetapi juga untuk orang lain. Namun demikian, ini bukan berarti kita boleh seenaknya berbuat kesalahan di hadapan Tuhan. Justru pada saat-saat demikian, kita mesti mengakui dan menyerahkan segala kesalahan kita kepada Allah. Lalu tidak mengulang kesalahan itu dan tidak berkubang dalam penyesalan berkepanjangan. Bertindaklah. Ambil langkah untuk berani hidup benar, sehingga bahkan orang lain dapat melihat Allah yang bekerja melalui kelemahan-kelemahan kita

Friday, October 7, 2011

MENULIS DAN MEMBERITAKAN


Setiap membuka situs jejaring sosial, kita selalu diperhadapkan pada sebuah kolom di mana kita bisa menulis pesan pendek atau apa saja yang terlintas di benak kita. Beberapa orang menggunakan fasilitas ini dengan bertanggung jawab, tetapi banyak juga yang tidak. Kata-kata yang tidak menyenangkan, kata-kata yang menyerang, kata-kata kotor dan melecehkan, bahkan kata-kata yang melukai orang lain, dengan begitu mudah dapat ditulis dan dipublikasikan segera melalui akun jaringan sosial yang dimiliki. Saking mudahnya menulis, si pelontar tulisan bisa ceroboh tidak memedulikan pengaruhnya bagi orang yang membaca tulisan itu.

Sangat berbeda dengan penulis injil Lukas. Ia sangat peduli bagaimana pemberitaan tentang kehidupan Yesus dapat memengaruhi mereka yang mendengarnya. Injil Lukas ini ditujukan kepada Teofilus, juga kepada kita. Lukas dengan sengaja menyelidiki segala peristiwa dengan saksama dari mulanya, untuk memastikan bahwa semua yang diberitakan adalah kebenaran semata. Lukas juga berusaha membukukannya dengan teratur mungkin agar tidak menimbulkan kebingungan atau pemahaman keliru saat orang membacanya. Buku yang baik akan sangat membantu meluruskan banyak hal.

Hari ini, kita diajak meneladani penulis Injil Lukas dalam menulis dan memublikasikan sebuah tulisan; baik itu tulisan yang sangat pendek atau tulisan yang panjang. Ingatlah bahwa setiap tulisan yang kita publikasikan, pasti akan memengaruhi orang lain. Marilah kita memastikan kebenaran berita yang akan kita sampaikan dan memilih cara penyampaian yang tepat; agar siapa pun yang membaca, dikuatkan iman dan pengenalannya kepada Kristus --SL

KATA-KATA BAIK YANG DITULIS DENGAN CARA BAIK

MENGHASILKAN PENGENALAN KEPADA SANG MAHABAIK

Tuesday, July 5, 2011

SEGALA SESUATU ADA WAKTUNYA

Gandum dan ilalang adalah dua tanaman yang sangat mirip, tetapi sebenar-nya sangat berbeda.
Gandum adalah makanan pokok yang sangat berguna bagi manusia, sedangkan ilalang sama sekali tidak berguna.

Bahkan ilalang lebih banyak menyerap sari m...akanan dari tanah, sehingga mengganggu pertumbuhan gandum.

Sayangnya ilalang dan gandum baru dapat dibedakan ketika bulir-bulir-nya ke-luar.

ilalang yang dicabut sebelum waktunya bisa membuat gandum turut tercabut.

Satu-satunya cara memisahkan ilalang dan Gandum adalah dengan menunggunya sampai saat menuai tiba.

Seumpama ilalang dan gandum, begitulah orang jahat tetap dibiarkan hidup di dunia ini bersama orang baik, meski mereka membawa penderitaan bagi orang-orang baik.

Alam ini akan memperlakukan sama pada seluruh ciptaan-Nya, baik yang berbuat jahat atau yang berbuat baik.

Dia masih memberi kesempatan kepada yang jahat supaya bertobat dan bisa memperoleh kesadaran, juga memberi kesempatan kepada yang baik untuk terus bertumbuh dlm kasih kpd orang lain (terutama kpd yg jahat) shg lewat hidupnya, ia memberi dampak positif kpd yg lain..

Kita telah diajar untuk panjang sabar mengikuti filosofi Gandum dan Ilalang ini

Karena segala sesuatu ada waktunya;

Kita harus memberi kesempatan kepada setiap orang untuk berubah dan bertumbuh lebih baik, bukannya cepat2 menghakimi dan menghukum nya .

Percayalah, pada waktunya nanti, Tuhan pasti akan membedakan mana yg kualitas "gandum" dan mana yg "ilalang".

Wednesday, June 29, 2011

melatih kesabaran


Mazmur 105:19
Sampai saat firman-Nya sudah genap, dan janji Tuhan membenarkannya.

...Ingatkah kpd Yakub? Pemuda yg rela bekerja selama 7 thn di rumah Laban hanya utk mendapatkan Rahel. Tetapi krn Laban berbuat curang, dgn memberi Lea kepd Yakub dan bukan Rahel, maka Yakub pun hrs bekerja selama 7 thn lagi utk Laban. Waktu 14 tahun bukanlah waktu yg singkat tetapi krn kesabarannya, akhirnya Yakub mendapatkan apa yg ia inginkan.

Yusuf pun akhirnya menjadi orang nomor dua di Mesir berkat kesabarannya. Banyak penderitaan yg harus ia alami, mulai dari diperlakukan buruk oleh kakak2nya, dilempar ke sumur, dijual sebagai budak, sampai dimasukkan dlm penjara krn menolak keinginan istri Potifar. Yusuf mengalami rentetan kesusahan yg begitu panjang seolah tdk akan pernah berakhir. Tetapi ketika sudah genap waktunya Tuhan, maka Ia pun mengangkat Yusuf sebagai penguasa atas seluruh tanah Mesir.

Sama halnya dgn Daud. Perjuangannya untuk menjd raja Israel dipenuhi oleh rintangan yg berat. Saul selalu mengejarnya tanpa henti dan berusaha membunuhnya. Mungkin bila kita yg menjadi Daud, kita akan berkata "Tuhan, katanya saya akan diangkat menjadi raja, tapi kok malah hidup sebagai buronan?"

Suka atau tidak, kita hrs mengakui bhw hidup merupakan periode menunggu. Seorg anak harus menunggu sampai cukup umur utk memiliki KTP. Seorg karyawan hrs menunggu dgn sabar sampai ia dipromosikan dan mendapat kenaikan gaji. Seorang ibu harus menunggu selama 9 bulan utk melahirkan bayinya, dsb.

Kesabaran bukan hanya berbicara tentang menunggu tetapi lebih berfokus kepd sikap kita pd saat menantikan janji Tuhan. Apakah kita akan bersungut-sungut atau bersukacita? Kita perlu meminta Roh Kudus memampukan kita utk bersikap sabar. Jangan takut, ada Roh Kudus yg selalu menolong kita! Kesabaran adalah pohon yg pahit tetapi menghasilkan buah yg manis.

Monday, June 20, 2011

SABAR DAN BIJAK


"SABAR & BIJAK..."

"Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir." (Pengkhotbah 3:11).

Ada seorang... Pria yg buta huruf bekerja sebagai penjaga sekolah. Sudah ± 20 tahun dia bekerja disana. Suatu hari kepala sekolah itu digantikan & menerapkan aturan baru. Semua pekerja harus bisa membaca & menulis maka penjaga yg buta huruf itu, terpaksa tidak bisa bekerja lagi. Awalnya, dia sangat sedih. Dia tidak berani langsung pulang ke rumah & memberitahukan istrinya. Dia berjalan pelan menelusuri jalanan.

Tiba 2x muncullah ide untuk membuka kios di jalanan itu. Tidak disangka, usahanya sukses, dari 1 kios sampai jadi beberapa kios. Kini dia jadi seorang Pengusaha yg sukses & kaya. Suatu hari, dia pergi ke bank untuk membuka rekening, namun karena buta huruf, dia tidak bisa mengisi formulir & karyawan Bank yg membantunya. Karyawan Bank berkata, : "Wah, Bapak buta huruf saja bisa punya uang sebanyak ini, apalagi kalau bisa membaca & menulis, pasti lebih kaya lagi"
Dengan tersenyum dia berkata, : "Kalau saya bisa membaca & menulis, saya pasti masih menjadi penjaga sekolah"

Apa yg merupakan musibah, bisa saja BERKAH.

"Dibalik masalah, Pasti ada Berkat...? Jadi sikapilah dengan SABAR & BIJAK ...

NB: Lakukanlah Bagian kita secara maksimal & Biarlah TUHAN melakukan BagianNYA... Sekalipun seolah2x tiada pertolongan & jalan keluar dlm masalah & Pergumulan hidup kita. MENGALIRLAH SEPERTI AIR & JANGAN PERNAH BERONTAK MENYALAHKAN TUHAN. Krn manusia hanya mengetahui apa yg di depan mata, Tetapi TUHAN MENGETAHUI JAUH KEDEPAN TENTANG RENCANA YG INDAH BAGI MEREKA YG MENGASIHI DIA.



Tuhan MemberkatiSee More

SEPERTI APA SAUDARA KELUAR DARI SETIAP MASALAH YG ADA?


WORTEL, TELUR & KOPI

Seorg gadis yg baru saja MENIKAH dtg pd ibunya & mengeluh soal TINGKAH LAKU suaminya.

Stlh menikah Ia baru tahu KARAKTER asli sang suami. Keras kepala, suka bermalas malasan, boros dsb.
...
Ibu muda itu berharap orangtuanya ikut MENYALAHKAN suaminya.

Namun betapa kagetnya ternyata ibunya DIAM saja. Bahkan sang ibu kemudian malah masuk ke dapur, sementara putrinya terus BERCERITA & mengikutinya.

Sang ibu lalu memasak AIR. Stlh AIR MENDIDIH, Sang ibu menuangkan AIR PANAS itu ke dlm 3 gelas yg tlh disiapkan.

Gelas ke-1 : ia masukkan TELUR.
Gelas ke-2 : ia taruh WORTEL.
Gelas ke-3 : ia bubuhkan KOPI.

Stlh menunggu bbrp saat, ia mengangkat isi ketiga GELAS tadi.

WORTEL yg KERAS menjadi LUNAK,
TELUR yg mudah PECAH menjadi KERAS, &
KOPI memancarkan AROMA HARUM.

Lalu sang ibu menjelaskan, "Nak masalah itu bagaikan AIR MENDIDIH. Namun, bagaimana SIKAP kitalah yg akan menentukan DAMPAKnya.

Kita bisa menjadi :
LEMBEK seperti WORTEL.
MENGERAS seperti TELUR.
Atau HARUM seperti KOPI.

Jadi WORTEL & TELUR bukan mempengaruhi AIR... sementara KOPI membuat AIR menjadi HARUM.

Dlm tiap masalah, sebenarnya tersimpan MUTIARA IMAN yg berharga.

Sangat mudah untuk BERSYUKUR saat keadaan BAIK2 saja.

Tapi apakah kita dapat tetap PERCAYA saat pertolongan TUHAN seolah tdk kunjung DATANG ?

Hr ini kita belajar ada 3 REAKSI org saat masalah datang :

Ada yg jadi LEMBEK, suka MENGELUH & MENGASIHI DIRI.

Ada yg MENGERAS, MARAH & BERONTAK pd TUHAN.

Ada juga justru makin HARUM, makin TAAT & BERSERAH PERCAYA padaNYA.

Ada kalanya TUHAN sengaja MENUNDA pertolonganNYA.

Apa TUJUANNYA ?
Agar kita belajar PERCAYA, tdk pernah ada masalah yg tdk bisa DIA SELESAIKAN.



•.★.·*†*•.GBÅ®.·*☆.·*†*•

Saturday, June 18, 2011

KERENDAHAN HATI


MAHKOTA tertinggi yang Tuhan berikan kepada setiap manusia, BUKANLAH kekayaan, kesuksesan, kelimpahan, kepandaian, kehormatan, kekuasaan dll, melainkan adalah "KERENDAHAN HATI".......

Justru KERENDAHAN HATI, merupakan PINTU GERBANG (AWAL MUL...A) seseorang akan memperoleh KEKAYAAN, KEHORMATAN dan KEHIDUPAN yang sesungguhnya yang Tuhan berikan kepada kita.....

Ini merupakan SYARAT UTAMA bagi Tuhan untuk MENGANGKAT kehidupan kita.....

Orang yang RENDAH HATI, selalu BERSYUKUR atas apa yang ada pada DIRINYA dan selalu dapat MENIKMATI 100 persen karena ANUGERAH yang Tuhan berikan atas hidupnya.....

Orang seperti ini, TIDAK PERNAH kecewa atas apa yang disediakan Tuhan atas dirinya, bahkan dia senantiasa BERSYUKUR......

Biarlah semua orang dapat merasakan KEBAIKAN dari hidup kita, bukan karena kita seolah-olah KAYA saja, melainkan karena kita memiliki KERENDAHAN HATI.....

Sehingga itulah yang MENGANGKAT hidup kita setiap hari BARU di hadapan TUHAN dan SESAMA......

Marilah kita berlomba-lomba, bukan saja MENGEJAR kekayaan dan kehormatan, melainkan KEJARLAH KERENDAHAN HATI dan MILIKILAH sikap TAKUT AKAN TUHAN setiap hari...

Thursday, June 16, 2011

JANGAN BERSEDIH DAN PUTUS ASA


Seeokor anjing kecil yang mungil sedang berjalan di ladang pemiliknya. Ketika dia mendekati kandang kuda,dia mendengar si kuda berbicara kepadanya " kamu masih baru disini, cepat atau lambat kamu akan mengetahui kalau pemilik ladang..

Lalu s...i anjing kecil pergi dengan menundukan kepalanya..kemudian dia melewati kandang sapi, sapi pun berkata " km hanya seekor anjing kecil, tidak seperti aku..aku telah memberikan susu dan keju yg segar untuk pemilik ladang ini" disambut oleh seekor domba " saya yg paling berharga,karena saya telah memberikan mantel yang tebal untuk pemilik ladang ini,tidak ada yg paling berharga selain aku"..

Dengan langkah kecil,si anjing kecil pun berjalan dengan menangis dan sedih menyesali nasibnya sendiri..

Anjing kecil bertemu dengan seekor anjing tua yang sedang duduk diam..anjing tua bertanya " mengapa kamu menangis anjing kecil?"
Si anjing kecil menjawab " saya merasa sangat tidak berguna,saya tidak sapat meberikan apa2 bagi pemilik saya,buat apa saya hidup dan berada disini"

Anjing tua terdiam dan berkata " memang benar km terlalu kecil untuk menarik pedati, tidak bisa memberikan susu dan keju,tidak bisa memberikan bulu yang hangat,TAPI bodoh sekali jika km menangisi sesuatu yg tidak bs km lakukan..km harus menggunakan kemampuan yang diberikan sang PENCIPTA untuk membawa kegembiraan..

Malam itu pemilik ladang pulang ke rumah denga sangat lelah,baju yg kotor dan bau.si anjing kecil berlari kepadanya dan menjilatinya...mereka berguling bermain di beranda rumah..pemilik memeluk si anjing kecil dengan erat dan berkata " walaupun saya sangat lelah hari ini,tapi semua hilang begitu saja saat kau menyambutku seriang ini,SUNGGUH km yang paling berharga diantara semua binatang yang aku pelihara.

Pesan :
Jgn sedih karena kamu tidak dapat melakukan sesuatu seperti org lain krn km memang tidak memiliki kemampuan
Itu..tapi pergunakanlah kemampuan dan keterbatasan yang km miliki dengan sebaik - baiknya serta bijaksana di bawah Kuasa - Nya

GBU ABUNDANTLY

TETAP SEMANGAT

Firman Tuhan mengatakan bahwa kita hrs mengucapkan segala sesuatu yg tdk ada seolah2 semua itu ada. Engkau mungkin merasa tidak sehat saat ini, tetapi seharusnya engkau tdk menyimpan perasaan2 buruk dg kata2 :"Punggungku telah menyakitiku s...elama bertahun2. Aku menjadi semakin tua, kukira aku tdk akan membaik."

Kata2 itu mengucapkan kekalahan kedlm hidupmu. Ubahlah semua itu. Nyatakanlah kemenangan:"Aku mungkin tdk merasa sehat, tapi aku tahu bhw ini hy sementara. Tuhan sedang memulihkan kesehatanku. Aku semakin kuat, sehat, muda. Hari2 terbaikku masih ada didepan."

Dg kata2 kemenangan itu, engkau akan menerima apa yg engkau ucapkan. Semakin sering kita berbicara ttg sesuatu yg negatif,semakin negatif keadaan kita. Jika kita bangun pagi hari dg merasa lesu drpd mengeluh, kita seharusnya mengatakan:"Aku memang kuat,aku penuh dg tenaga. Tuhan sedang memperbaharui keadaanku. Aku dpt melakukan apa yg aku perlu lakukan hari ini."

Jangan berbicara tentang keadaanmu saat engkau sedang merasa patah semangat!!!. Bicaralah tentang keadaan yg engkau inginkan!
Gantilah bahasamu ke bahasa kemenangan!!

TETAP SEMANGAT.

Monday, May 30, 2011

JADILAH ONLINE MISSIONARIES

Seperti apa kita memandang dunia internet dan social media? (facebook, twitter, yahoo dll)?

Tempat kita mencari informasi? Tempat nongkrong baru? Hanya sekedar perkembangan teknologi? Atau bahkan tempat suburnya pornografi?
Bagaimana jika kita mulai memandang internet dan social media sebagai LADANG MISI BARU?

Saat jutaan orang berkumpul didunia internet, melintasi batas daerah dan bangsa-bangsa, terhubung satu sama lain disaat yang bersamaan. Bukankah hal tersebut menjadi satu kesempatan bagi kita untuk membagikan INJIL tanpa harus meninggalkan tugas rutin kita sehari-hari?

JADILAH ONLINE MISSIONARIES!!