Showing posts with label Santapan Rohani. Show all posts
Showing posts with label Santapan Rohani. Show all posts

Tuesday, December 13, 2011

BALAS DENDAM

Bacaan : 1 Petrus 2:16-25

Adi yang berusia tujuh tahun menangis di ruang
tamu. Ketika ditengok ibunya, ternyata ia
menangis karena rambutnya ditarik-tarik oleh
Bram, adiknya. "Sudahlah, Adi, jangan marah, "
kata si ibu. "Adikmu baru tiga tahun. Ia belum
tahu bahwa rambut itu sakit kalau ditarik." Setelah
tangisnya reda, si ibu kembali ke dapur. Namun,
sesaat kemudian terdengar Bram yang menangis!
"Ada apa lagi ini?" tanya si ibu kesal. Seketika Adi
menjawab dari ruang tamu: "Bu, sekarang Bram
sudah tahu rasanya!"

Orang yang terluka biasanya terdorong untuk
membalas. Terkadang tanpa disadari. Rasa
dendam yang menyelinap di hati membuat kita
tak lagi bebas mengasihi semua orang.
Bagaimana mengatasinya? Petrus menasihati agar
kita "hidup sebagai orang merdeka". Seseorang
disebut merdeka jika jiwanya bebas dari dendam.
Bebas dari niat membalas kejahatan dengan balik
berbuat jahat. Dengan jiwa yang merdeka, kita
bisa menghormati semua orang, termasuk
majikan yang bengis terhadap kita (ayat 18-19).
Petrus menjadikan Yesus sebagai contoh. Ketika
dicaci maki hati-Nya terluka, tetapi Dia tidak balas
melukai orang. Apa rahasianya? Dia menyerahkan
urusan pembalasan itu kepada Bapa!

Apakah ada dendam dalam hati Anda? Niat balas
dendam membuat hati tidak bisa lagi bening.
Pikiran menjadi ruwet. Bahkan, bisa membuat
kita nekat berbuat jahat. Kadang kala orang yang
tidak melukai kita pun bisa kena getahnya.
Pembalasan itu melumpuhkan dan
membahayakan! Lebih baik serahkan sakit hati kita
kepada Allah. Mintalah kepada Dia untuk
mengambil alih perkara itu dan membebaskan
jiwa Anda

Friday, October 7, 2011

Pertobatan


Hati kita melimpah dng ucapan syukur, oleh karena keajaiban kasih, kemurahan dan anugerah Tuhan saja, setiap kita boleh merasakan indahnya pagi ini, Haleluya.! sungguh kita boleh menikmati betapa dahsyat dan luar biasa karya Tuhan didalam hidup kita, untuk itu, setiap kita sudah selayaknya mengoreksi diri, apa yg sudah kita perbuat untuk Tuhan.? dan sudahkah kita melakukan apa yg Tuhan kehendaki d...ari kita..?, atau kita hanya bergumul dng segala masalah, usaha dan kepentingan kita sendiri.? hari ini masih ada kesempatan untuk memperbaiki neraca kehidupan kita, tetapi jangan sampai terlambat, sebab Raja kemuliaan itu akan segera datang dan setiap kita harus memberi pertanggung jawaban, untuk itu, segera datanglah kepada Tuhan Yesus, sebab Dia sanggup menjamah hidup kita menjadi baru, asal kita mau bertobat dng sungguh2. amien

Monday, August 22, 2011

Taat


"Kadang kita mengharapkan Angin yg kuat, yg membelah gunung gunung, memecahkan bukit batu,..begitulah kadang kita bersikap sprt itu,..pada hal ALLAH sering berbicara sprt angin sepoi sepoi basa..Dia bisa bicara melalui sahabat bahkan siapa saja,..tidak harus melalui Hamba Hamba BESAR,..Ia bicara melalui org yg Ia kirim..bahkan terkenalpun tidak..tapi ia memang dikirim Tuhan...bagian kita hanya mengalir saja."

Thursday, May 12, 2011

ANDALKAN TUHAN (KEJ 12: 10-20)


Pernahkah Anda diperhadapkan pada sebuah pengambilan keputusan yang sangat sulit? Apa yang Anda lakukan dalam situasi itu? Pernahkah Anda melarikan diri dari situasi itu? Seorang tokoh Alkitab, yaitu Abram, juga pernah mengalami hal yang sama.

Rencana Abram untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik dan terhindar dari kelaparan yang terjadi di Tanah Negeb, ternyata membawa dia kepada pengambilan keputusan yang sulit (10). Tentu tidak mudah bagi Abram, untuk memutuskan agar istrinya berpura-pura menjadi adiknya. Tujuannya supaya Abram dan Sarai bersama dengan seluruh anggota keluarganya dapat tinggal dengan aman di Mesir (11-13). Namun yang terjadi selanjutnya adalah Firaun justru mengambil Sarai sebagai istrinya. Mungkin saja Abram tidak memikirkan kemungkinan yang terburuk seperti ini.

Dalam keadaan genting itu, Tuhan turun tangan dan menimpakan tulah yang hebat kepada Firaun dan seisi istananya (14-17). Menyadari kesalahannya, Firaun akhirnya mengembalikan Sarai kepada Abram dan membiarkan Abram pergi bersama kepunyaannya (18-20).

Tindakan Abram yang didasarkan pada rencana untuk menyelamatkan keluarganya dari bencana kelaparan, ternyata bukan tindakan yang tepat. Seharusnya Abram berkonsultasi terlebih dahulu kepada Tuhan mengenai tindakan yang harus dia ambil untuk menghadapi situasi genting itu. Skenario yang dirancang Abram berdasarkan kekhawatiran malah menyebabkan orang lain mengalami hukuman Tuhan. Seharusnyalah Abram melibatkan dan mengandalkan Tuhan dalam permasalahan hidup yang dia alami.

Kekhawatiran memang bagaikan kursi goyang yang membuat kita bergerak, tetapi tidak membuat kita sampai ke suatu tempat. Menyadari hal ini kiranya kita belajar untuk tidak membiarkan kekhawatiran menguasai diri kita sehingga lupa mengandalkan Allah dengan melibatkan Dia dalam pemikiran dan keputusan yang kita akan ambil sebagai solusi untuk mengatasi kekhawatiran yang dapat menguasai kita.

Monday, May 9, 2011

Berhati-hati Dengan Keinginan Kita

Manusia diperlengkapi Tuhan dengan keinginan
dan kehendak. Hal ini melahirkan dorongan-
dorongan tertentu dalam diri manusia untuk
menghendaki dan melakukan sesuatu. Kreativitas
juga tercipta melalui keinginan dan kehendak.
Tanpa adanya keinginan atau kehendak, manusia
tidak punya dorongan untuk melakukan kreasi
dan inovasi.

Sebagai anugerah dari Tuhan, tentu saja manusia
harus menyukuri hal ini.
Tidak semestinya
manusia menyalahgunakannya untuk hal-hal
yang tidak mempermuliakan nama Tuhan, seperti
yang ditunjukkandalam bacaan Alkitab pada hari
ini. Sebab apabila hal itu terjadi maka Tuhan
sendiri yang akan turun tangan meminta
pertanggungjawaban kita.

Kisah menara Babel memperingatkan kita agar
tidak salah menggunakan keinginan dan kehendak
kita.Dikisahkan bahwa setelah peristiwa air bah,
manusia merencanakan sesuatu, yang lahir dari
keinginan mereka "mencari nama agar jangan
terserak ke seluruh bumi" (4b). Keinginan tersebut
mendorong mereka untuk membuat sebuahkota
dengan sebuah menara yang menjulang tinggi
sampai ke langit. Upaya pembangunan tersebut
tentu saja memerlukan keahlian dan keterampilan.
Lalu mereka memulai pembangunan hinggaAllah
sendiri kemudian turun tangan dan menghentikan
kegiatantersebut karena tidak sesuai dengan
rencana dan kehendak-Nya. Tuhan mengacaukan
pekerjaan manusia tersebut dan menyerakkan
mereka ke seluruh bumi (7). Alangkah sia-sia
usaha mereka pada saat itu!

Kita memiliki kehendak dan keinginan yang tiada
batas. Namun tidak semua keinginan tersebut
sesuai dengan kehendak Allah. Inilah yang harus
kita waspadai. Karena keinginan tersebut bisa saja
merupakan cobaan, yang manakala telah dibuahi,
dapat melahirkan dosa; dan apabila dosa itu
sudah matang, ia melahirkan maut (Yak. 1:14-15).
Hendaknya setiap keinginan yang kita miliki selalu
berupa hasrat untuk memuliakan nama Tuhan
dalam kehidupan kita sekaligus menjadi berkat
bagi orang-orang yang ada di sekitar kita.

Thursday, July 22, 2010

LAWANLAH IBLIS/RESIST THE DEVIL

LAWANLAH SI IBLIS / Resist the Devil
Yakobus 4:7 Karena itu tunduklah kepada
Allah, dan lawanlah iblis, maka ia akan lari dari
padamu.
Jika saat ini anda sudah berseru pada Tuhan
untuk mengeluarkan iblis dari kehidupan Anda,
berhentilah ! Alkitab mengajarkan bahwa
Andalah yang harus mengalahkan iblis.
Bagaimana caranya?
Dengan melawannya dan memberontak serta
menentang dia bila ia menyuruh Anda berbuat
sesuatu. Sebagai gantinya, lakukanlah apa
yang diperintahkan Tuhan.
Itu berarti, kemanapun Anda pergi, pada saat
Anda berjalan dalam iman dan menentang
iblis, maka kegelapan ditolak mundur. Anda
dapat melakukannya. Kehidupan TUHAN ada
dalam diri Anda. Firman Tuhan ada dalam diri
Anda dan Roh Tuhan ada dalam diri Anda.
Sadarilah itu.
MULAILAH MENDORONG KEGELAPAN ITU
SEKARANG. ANDA DAPAT MELAKUKANNYA.
TUHAN MENYERTAI
Resist the Devil
James 4:7 Therefore submit to God and resist
the devil, and he will flee from you.
If this time you've called out to God to remove
the devil from your life, stop! The Bible teaches
that you have to defeat evil. How?
By rebelling against him and against him and
when he told you to do something. Instead,
do what God commanded.
That means, wherever you go, the moment
you walk in faith and resist evil, the darkness
refused to retreat. You can do this. Lord's life
within you. The Word of God is inside you
and the Spirit of God is inside you. Realize that.
START NOW THAT STIMULATE DARKNESS.
YOU CAN DO IT.
GOD BLESS

Wednesday, June 2, 2010

Broken Heart

aku terbangun tengah malam dan menyadari kesendirianku.. airmata masih menetes hangat d pipiku..

aku merasa suara lembut memanggilku, di tengah isakku.. aku memanggilNya..

aku : Bapa.. Kau kah itu??

TUHAN : ya anakKu, Aku ini.. (mrk6:50b)

aku : Bapa.. aku sangat merindukanMu.. aku membutuhkanMu.. tolong aku..

TUHAN : aku tau anakKu.. (maz 136:1-3)
kau mau ceritakan padaKu? aku mau menaggung kamu.. (Yes 46:4)

aku : Bapa.. dia yg kukasihi mengkhianati aku Bapa.. aku sangat terluka.. aku tak kuat Bapa..
tolong aku

TUHAN : Aku mengerti anakKu.. aku mengerti bebanmu.. (mat 11:28)
Aku mengerti lukamu.. (maz 18:7).. serahkan padaKu anakKu.. (yes 46:4)

aku : tidak Bapa.. Kau takkan mengerti.
aku banyak merasakan pengkhianatan dan ini yg terperih.. sakit sekali Bapa..

TUHAN : anakKu.. Aku pernah merasakan pahitnya dunia..
Aku pun pernah terlahir ke tempatmu saat ini.. (Mat 2:2)

aku : aku.. aku ingat itu.. Bapa.. perih sekali ya..
harus ada di posisiku.. aku membenci dia Bapa.. benci dia..

TUHAN : anakKu, mengapa kau keraskan hatimu? (ibr 3:8a)
kau harus mengampuni dia anakKu.. (mat 5:44-46)

aku : tapi Bapa..

TUHAN : Aku sangat mengerti perasaanmu..(ams 8:14)
kau tau anakKu, Aku pun pernah merasa terkhianati.. (yoh 18:2)
saat itu, org yg Kukasihi merancangkan kecelakaanKu, meski tak ada cela padakKu..
tapi anakKu.. itu lah yg harus terjadi.. (mat 26:54)

aku : ya Bapa, aku ingat itu..
Yudas mengkhianatimu.. (aku terisak)

TUHAN : (tersenyum) apa aku membenci dia anakKu? tidak.
sebab itu yg harus terjadi,
agar Aku membuktikan kuasa ALLAH yg ada padaKu.. (yoh 14:11)
saat Aku menghadapi takdirKu..
semua yg bersama2 dgn Aku mengkhianati Aku anakKu..
mereka meninggalkan Aku.. (mat 26:56)
muridKu yg mengatakan akan memberikan nyawanya untukKu,
ahkan menyangkalKu (mat 26:75)

aku : (terdiam.. menangis)


TUHAN : anakKu, saat kau terluka,
kau membiarkan hatimu larut dgn sengsaramu..
padahal Aku begitu mengasihimu..
sangat mengerti beban itu anakKu.. Aku mengerti..
saat Aku di tinggikan untuk menghapus segala penderitaanmu,
Aku pun merasakan hal yg sama..(mat 27:45-46)