Showing posts with label Renungan. Gereja Bethany International Hongkong. Show all posts
Showing posts with label Renungan. Gereja Bethany International Hongkong. Show all posts

Friday, April 6, 2012

Kasih yang kita trima dengan cuma-cuma

Berapakah harga dari sebuah kasih?

Berapa uang yang harus dikeluarkan untuk
membeli kasih?

Kasih itu “tidak berharga artinya ia tidak dapat dibeli”.

Tidak perlu serupiah uang pun untuk membeli
kasih.

Bahkan kasih itu dibagikan secara “GRATIS”.
ya, kasih itu diberikan secara cuma – cuma.

Akan tetapi karena gratis,
banyak orang yang menyia – nyiakan kasih.

Kasih menjadi tidak mempunyai arti.

Apa yang mudah didapat, mudah dibuang.

Apa yang sukar diperoleh dan mahal, sangat
disayang.
Kasih disia – siakan.

Tetapi siapa dapat hidup tanpa kasih??

Wednesday, March 21, 2012

Mengapa Orang Saleh Menderita?

Mengapa? Mengapa Tuhan? Mengapa saya
harus mengalami semua ini? Apa dosa saya?
Pertanyaan serupa sering kita dengar,
bahkan mungkin keluar dari mulut kita
sendiri, ketika seseorang atau kita mengalami
sesuatu yang tidak mengenakkan dalam
hidup -- sakit yang tak kunjung sembuh,
masalah yang datang bertubi-tubi, gagal
dalam pekerjaan, ditinggal orang yang
dikasihi, dan sebagainya.
Benarkah setiap penderitaan merupakan
akibat dari dosa? Jawabannya, tentu tidak.
Memang, dosa pasti akan menghasilkan
kesengsaraan, tetapi penderitaan yang
dialami seseorang belum tentu karena ia telah
berbuat dosa. Ayub adalah contoh nyata
bahwa orang saleh pun bisa menderita.
Tentang Ayub, Allah berfirman, "...Sebab
tiada seorangpun di bumi ini seperti dia,
yang demikian saleh dan jujur, yang takut
akan Allah dan menjauhi kejahatan" (Ayub
1:8b). Namun, apa yang terjadi pada Ayub?
Dalam sekejap ia kehilangan segala-galanya
-- harta benda, kesepuluh anaknya, dan
kesehatannya.

Tuesday, December 13, 2011

BALAS DENDAM

Bacaan : 1 Petrus 2:16-25

Adi yang berusia tujuh tahun menangis di ruang
tamu. Ketika ditengok ibunya, ternyata ia
menangis karena rambutnya ditarik-tarik oleh
Bram, adiknya. "Sudahlah, Adi, jangan marah, "
kata si ibu. "Adikmu baru tiga tahun. Ia belum
tahu bahwa rambut itu sakit kalau ditarik." Setelah
tangisnya reda, si ibu kembali ke dapur. Namun,
sesaat kemudian terdengar Bram yang menangis!
"Ada apa lagi ini?" tanya si ibu kesal. Seketika Adi
menjawab dari ruang tamu: "Bu, sekarang Bram
sudah tahu rasanya!"

Orang yang terluka biasanya terdorong untuk
membalas. Terkadang tanpa disadari. Rasa
dendam yang menyelinap di hati membuat kita
tak lagi bebas mengasihi semua orang.
Bagaimana mengatasinya? Petrus menasihati agar
kita "hidup sebagai orang merdeka". Seseorang
disebut merdeka jika jiwanya bebas dari dendam.
Bebas dari niat membalas kejahatan dengan balik
berbuat jahat. Dengan jiwa yang merdeka, kita
bisa menghormati semua orang, termasuk
majikan yang bengis terhadap kita (ayat 18-19).
Petrus menjadikan Yesus sebagai contoh. Ketika
dicaci maki hati-Nya terluka, tetapi Dia tidak balas
melukai orang. Apa rahasianya? Dia menyerahkan
urusan pembalasan itu kepada Bapa!

Apakah ada dendam dalam hati Anda? Niat balas
dendam membuat hati tidak bisa lagi bening.
Pikiran menjadi ruwet. Bahkan, bisa membuat
kita nekat berbuat jahat. Kadang kala orang yang
tidak melukai kita pun bisa kena getahnya.
Pembalasan itu melumpuhkan dan
membahayakan! Lebih baik serahkan sakit hati kita
kepada Allah. Mintalah kepada Dia untuk
mengambil alih perkara itu dan membebaskan
jiwa Anda

Thursday, November 10, 2011

AKHIR SEBUAH KISAH


Kamis, 10 November 2011

Nats : Kemudian matilah ia pada waktu telah putih rambutnya, lanjut umurnya, penuh kekayaan dan kemuliaan, kemudian naik rajalah Salomo, anaknya, menggantikan dia (1 Tawarikh 29:28)

AKHIR SEBUAH KISAH

Bacaan : 1 Tawarikh 29:21-30

Semua kisah tentu ada akhirnya. Ada yang berakhir dengan bahagia, tetapi banyak juga yang berakhir sedih, bahkan tragis. Kalau kita diminta untuk memilih, tentu kita akan memilih kisah yang berakhir bahagia, apalagi kalau itu kisah hidup kita sendiri. Bahkan, ada gurauan bahwa kalau bisa kita mengalami masa kecil yang indah, masa muda yang nikmat dan bahagia, lalu di masa tua tinggal menikmati kekayaan dan menunggu masuk surga. Tentu ini tidak realistis.

Hidup Daud dapat dikatakan sukses. Ia sukses menjadi raja yang kaya raya dan penuh kemuliaan. Anaknya, Salomo raja yang akan terkenal karena hikmatnya akan menggantikannya sebagai raja. Daud, raja sekaligus prajurit sejati, wafat saat usianya sudah tua dan meninggalkan banyak kesan: karyanya, hikmatnya, kesalehannya, doa-doanya. Memang ada raja Israel lain yang lebih makmur dan lebih lama memerintah daripada Daud, tetapi tak ada raja yang lebih saleh darinya. Hingga ia bahkan dihubungkan dengan Mesias yang dijanjikan. Ya, Yesus bahkan juga disebut sebagai Anak Daud.

Ketika kita kelak meninggalkan dunia ini, apakah yang kita ingin agar diingat orang-orang mengenai kita? Keberhasilan atau kegagalan kita? Apakah perjalanan hidup dan iman yang telah kita perjuangkan bisa menjadi teladan bagi orang-orang yang kita tinggalkan? Kiranya bukan sekadar akhir bahagia yang kita inginkan terjadi di hidup kita, melainkan hidup yang telah selesai melaksanakan rancangan Allah bagi kita. Bahwa melalui hidup kita, banyak orang dapat merasakan kasih Tuhan. Melalui hidup kita, nama Kristus dimuliakan --ENO
HIDUP YANG SUKSES BUKAN SEKADAR MEMENUHI CITA-CITA PRIBADI

MELAINKAN JUGA MEMENUHI CITA-CITA TUHAN MENCIPTAKAN KITA

Monday, November 7, 2011

SADAR DIRI

Senin, 7 November 2011

Bacaan Setahun : Yohanes 8-10
Nats : Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya, "Kristus Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa, " dan di antara mereka akulah yang paling berdosa (1 Timotius 1:15)

SADAR DIRI
Bacaan : 1 Timotius 1:12-17

Bila sangat terpukul ketika mengetahui bahwa dirinya ternyata adalah anak angkat dari orangtua yang mengasuhnya selama ini. Namun sejak itu, Mila lebih rajin membantu menjaga toko kedua orang-tuanya. Apalagi ketika Mila menikah dan memiliki anak. Ia makin menyadari betapa besarnya kasih orangtua angkatnya. Mereka telah membesarkannya dengan susah payah, dengan kasih yang sesungguhnya tidak layak ia terima. Demikianlah Mila makin lama makin mengasihi kedua orangtua angkatnya.

Kitab 1 Timotius ditulis oleh Paulus pada akhir hidupnya. Sejak pertobatannya, Paulus telah melakukan begitu banyak pelayanan mendirikan jemaat di berbagai daerah. Paulus telah menempuh begitu banyak bahaya dan penderitaan karena Injil. Dari semua pengalaman itu, Paulus menyatakan bahwa kerinduan terbesarnya adalah makin mengenal Tuhan yang ia layani. Maka, di akhir hidupnya Paulus tidak menjadi sombong, tetapi malah makin menyadari anugerah Tuhan yang begitu besar kepadanya. Bahkan, Paulus mengatakan, bahwa dialah orang yang paling berdosa. Mengapa? Karena makin orang mengenal Kristus, ia makin mengenal siapa dirinya, makin mengerti besarnya anugerah yang ia terima, dan makin memberi diri untuk kemuliaan Tuhan.

Ketika kita makin mendalami firman Tuhan, adakah kita makin mengenal siapa Allah yang kita sembah dan siapa kita sesungguhnya? Atau, jangan-jangan semua itu hanya menjadi pengetahuan yang mengisi otak, yang justru membuat kita tinggi hati? Bagaimanakah pengenalan akan Tuhan ini mempengaruhi sikap hati kita ketika melayani Tuhan? --VT
PENGENALAN AKAN TUHAN MEMAMPUKAN KITA BERCERMIN DIRI

DAN MENYADARI BESARNYA ANUGERAH TUHAN YANG DIBERI

Saturday, October 9, 2010

Double Jeopardy (nama sebuah hukum yg dikenal beberapa negara termasuk AMRIK)

Bertahun-tahun yang lampau ada 2 orang
bersaudara (kembar) asal China, mereka
berimigrasi ke Amerika Serikat. Walaupun
mereka kembar, namun tingkah laku mereka
sangatlah bertolak belakang. Sang kakak adalah
seorang pekerja keras sedangkan adiknya
adalah seorang pemabuk yang suka
bersenang-senang dan hidup dalam pergaulan
yang tidak benar.
Karena pergaulan yang tidak benar, pada
akhirnya sang adik membunuh seseorang.
Maka larilah dia ke rumah sang kakak untuk
meminta pertolongannya. Karena begitu
kasihnya sang kakak kepada adiknya, sehingga
dia disuruh melarikan diri dengan dibekali
sejumlah uang. Sedangkan bajunya yang
penuh darah disuruh tanggalkan dan dibakar.
Namun pada akhirnya datanglah polisi beserta
saksi datang ke rumah sang kakak. Karena
kemiripan muka, akhirnya sang kakaklah yang
ditangkap. Sang kakak akhirnya diadilin dan
dijatuhi hukuman mati!!
Namun, seorang polisi yang merasa ada
kejanggalan dalam kasus ini akhirnya
membuka kembali penyelidikan atas kasus ini.
Pada akhirnya dia bisa menemukan sang adik
orang yang seharusnya bertanggung jawab
karena membunuh. Sang adik kemudian
bertanya kepada polisi yang datang ke
rumahnya, apakah dia akan menangkapnya?
Sang polisi berkata kurang lebih demikian:
"Engkau secara hukum sudah dihukum mati
dan karena hukuman itu sudah ditanggung
oleh kakakmu maka negara tidak akan bisa
menjatuhkan hukuman yang sama dalam
kasus yang sama kembali kepadamu. Aku
tidak akan menangkap engkau. Engkau
sekarang bebas dan teruslah hidup dengan
indetitas kakakmu yang sudah mati
menggantikan engkau".
Saudara, hukum ini dikenal dengan Double
Jeopardy di beberapa negara termasuk
Amerika Serikat.
Bukankah hal yang sama telah dilakukan oleh
Yesus terhadap kita? Bukankah kita sekarang
mengenakan indetitas baru? Dari orang yang
bersalah dan berdosa menjadi anak-anak Allah
di dalam Yesus?
GALATIA 2:20
"NAMUN AKU HIDUP, TETAPI BUKAN AKU
SENDIRI YANG HIDUP, MELAINKAN KRISTUS
YANG HIDUP DI DALAM AKU. DAN HIDUPKU
YANG KUHIDUPI SEKARANG DI DALAM
DAGING, ADALAH HIDUP OLEH IMAN DALAM
ANAK ALLAH YANG TELAH MENGASIHI AKU
DAN MENYERAHKAN DIRI-NYA UNTUK AKU"
[SW]

Friday, August 6, 2010

APA YANG YESUS TULIS?

Sakineh Mohammedie Ashtiani, seorang ibu 2
anak, warga negara Iran yang tertangkap
berzinah, dijatuhi hukuman mati oleh
pengadilan.Berita ini saya baca di CNN, dan
berita ini sedang ramai dibicarakan diseluruh
dunia karena Sakineh akan dijatuhi hukuman
mati dengan RAJAM!! Beberapa saat kemudian
ketika saya membuka dan membaca Alkitab,
topik yg sama terpampang di muka saya
mengenai PEREMPUAN YG BERZINAH (Yoh
8:1-11).
Ketika saudara baca, ahli-ahli Taurat orang
Farisi membawa kepada Yesus seorang wanita
yang kedapatan berzinah! Tentu saja mereka
melakukan ini untuk mencobai Yesus.
Pertanyaannya saudara, bagaimana mereka
bisa tahu bahwa wanita ini berzinah kalau
mereka tidak mengintip? apakah mengintip
dapat dibenarkan?
Kemudian Yesus berkata di ayat 7:
"Barangsiapa diantara kamu yang tidak
berdosa, hendaklah ia yang pertama
melemparkan batu kepada perempuan itu"
Banyak mungkin diantara kita tanpa sadar suka
melemparkan batu pertama itu. Mungkin
bukan batu beneran yang saudara lempar, tapi
tuduhan (yang adalah juga batu).
Amsal 21:2
"Setiap jalan orang adalah lurus menurut
pandangannya sendiri, tetapi Tuhanlah yang
menguji hati"
Manusia selalu menganggap dirilah yang
paling benar, tetapi ukuran Tuhan adalah hati
kita. Manusia bisa membohongi sesamanya
dengan segala kelakuan yang keliatan baik dan
suci. Tapi itu tidak berlaku buat Tuhan. Tuhan
adalah Allah yang menyelidiki hati. Apa yang
kita buat dikatakan perbuatlah dengan segenap
hatimu, mengapa? karena misalkan saudara
melakukan kebaikan karena terpaksa,
sebaiknya jangan!! Karena itu tidak masuk
hitungan buat Tuhan. Karena Tuhan bukan
melihat apa yang kelihatan, tapi DIA mencari
hati kita!! Kasian udah capek2 buat baik (karena
terpaksa) tetap juga kebaikannya tidak dicatat
TUHAN.
Sebelum Yesus berkata di ayat 7, DIA
menuliskan sesuatu di tanah (ayat 6).
Kemudian sesudah itupun DIA kembali
menuliskan sesuatu di tanah.
Pernahkah saudara pikirkan apa yang Tuhan
YESUS tuliskan? mengapa pada akhirnya
semua orang meninggalkan perempuan itu
mulai dari yang tertua? (ayat 9)
MUNGKIN YESUS MENULISKAN DOSA-DOSA
MEREKA SATU PERSATU?? MUNGKIN YESUS
MAU MENGINGATKAN DOSA MEREKA
SEBELUM MEREKA MENGAMBIL BATU DAN
MULAI MELEMPAR!!
[SW]