Showing posts with label renungan harian. Show all posts
Showing posts with label renungan harian. Show all posts

Tuesday, December 13, 2011

BALAS DENDAM

Bacaan : 1 Petrus 2:16-25

Adi yang berusia tujuh tahun menangis di ruang
tamu. Ketika ditengok ibunya, ternyata ia
menangis karena rambutnya ditarik-tarik oleh
Bram, adiknya. "Sudahlah, Adi, jangan marah, "
kata si ibu. "Adikmu baru tiga tahun. Ia belum
tahu bahwa rambut itu sakit kalau ditarik." Setelah
tangisnya reda, si ibu kembali ke dapur. Namun,
sesaat kemudian terdengar Bram yang menangis!
"Ada apa lagi ini?" tanya si ibu kesal. Seketika Adi
menjawab dari ruang tamu: "Bu, sekarang Bram
sudah tahu rasanya!"

Orang yang terluka biasanya terdorong untuk
membalas. Terkadang tanpa disadari. Rasa
dendam yang menyelinap di hati membuat kita
tak lagi bebas mengasihi semua orang.
Bagaimana mengatasinya? Petrus menasihati agar
kita "hidup sebagai orang merdeka". Seseorang
disebut merdeka jika jiwanya bebas dari dendam.
Bebas dari niat membalas kejahatan dengan balik
berbuat jahat. Dengan jiwa yang merdeka, kita
bisa menghormati semua orang, termasuk
majikan yang bengis terhadap kita (ayat 18-19).
Petrus menjadikan Yesus sebagai contoh. Ketika
dicaci maki hati-Nya terluka, tetapi Dia tidak balas
melukai orang. Apa rahasianya? Dia menyerahkan
urusan pembalasan itu kepada Bapa!

Apakah ada dendam dalam hati Anda? Niat balas
dendam membuat hati tidak bisa lagi bening.
Pikiran menjadi ruwet. Bahkan, bisa membuat
kita nekat berbuat jahat. Kadang kala orang yang
tidak melukai kita pun bisa kena getahnya.
Pembalasan itu melumpuhkan dan
membahayakan! Lebih baik serahkan sakit hati kita
kepada Allah. Mintalah kepada Dia untuk
mengambil alih perkara itu dan membebaskan
jiwa Anda

Thursday, November 10, 2011

AKHIR SEBUAH KISAH


Kamis, 10 November 2011

Nats : Kemudian matilah ia pada waktu telah putih rambutnya, lanjut umurnya, penuh kekayaan dan kemuliaan, kemudian naik rajalah Salomo, anaknya, menggantikan dia (1 Tawarikh 29:28)

AKHIR SEBUAH KISAH

Bacaan : 1 Tawarikh 29:21-30

Semua kisah tentu ada akhirnya. Ada yang berakhir dengan bahagia, tetapi banyak juga yang berakhir sedih, bahkan tragis. Kalau kita diminta untuk memilih, tentu kita akan memilih kisah yang berakhir bahagia, apalagi kalau itu kisah hidup kita sendiri. Bahkan, ada gurauan bahwa kalau bisa kita mengalami masa kecil yang indah, masa muda yang nikmat dan bahagia, lalu di masa tua tinggal menikmati kekayaan dan menunggu masuk surga. Tentu ini tidak realistis.

Hidup Daud dapat dikatakan sukses. Ia sukses menjadi raja yang kaya raya dan penuh kemuliaan. Anaknya, Salomo raja yang akan terkenal karena hikmatnya akan menggantikannya sebagai raja. Daud, raja sekaligus prajurit sejati, wafat saat usianya sudah tua dan meninggalkan banyak kesan: karyanya, hikmatnya, kesalehannya, doa-doanya. Memang ada raja Israel lain yang lebih makmur dan lebih lama memerintah daripada Daud, tetapi tak ada raja yang lebih saleh darinya. Hingga ia bahkan dihubungkan dengan Mesias yang dijanjikan. Ya, Yesus bahkan juga disebut sebagai Anak Daud.

Ketika kita kelak meninggalkan dunia ini, apakah yang kita ingin agar diingat orang-orang mengenai kita? Keberhasilan atau kegagalan kita? Apakah perjalanan hidup dan iman yang telah kita perjuangkan bisa menjadi teladan bagi orang-orang yang kita tinggalkan? Kiranya bukan sekadar akhir bahagia yang kita inginkan terjadi di hidup kita, melainkan hidup yang telah selesai melaksanakan rancangan Allah bagi kita. Bahwa melalui hidup kita, banyak orang dapat merasakan kasih Tuhan. Melalui hidup kita, nama Kristus dimuliakan --ENO
HIDUP YANG SUKSES BUKAN SEKADAR MEMENUHI CITA-CITA PRIBADI

MELAINKAN JUGA MEMENUHI CITA-CITA TUHAN MENCIPTAKAN KITA

Saturday, November 5, 2011

KUDUSKAN HARI SABAT

Bacaan : Keluaran 31:12-17
Ada banyak cara orang beristirahat. Ada yang
menikmatinya dengan berolahraga atau berjalan-
jalan bersama sahabat. Ada yang berekreasi
dengan bermain video game atau menikmati
makanan enak. Ada juga yang menikmatinya
dengan tidur atau sekadar bermalas-malasan di
rumah. Saya sendiri menikmati istirahat dengan
pergi ke tempat wisata alam.

Apa pun caranya, istirahat adalah bagian yang tak
terpisahkan dari hidup kita. Namun, ada sebagian
orang yang melihat istirahat sebagai sesuatu yang
tidak produktif. Memang pada zaman ini, semua
orang dituntut untuk bersaing dan berusaha
menjadi yang paling unggul. Seorang pegawai
terpaksa bekerja lembur setiap hari supaya tidak
dicap sebagai pegawai yang kalah rajin
dibandingkan yang lain. Seorang anak dipaksa
memenuhi waktu kosongnya dengan berbagai
macam kursus, supaya ia lebih unggul daripada
anak-anak yang lain.

Akan tetapi, mari kita mengingat bagaimana
secara khusus Tuhan menciptakan hari Sabat.
Apabila mengikuti pola-Nya ketika menciptakan
dunia, sesungguhnya Tuhan sedang mengajar
kita untuk bekerja selama enam hari, kemudian
beristirahat di hari yang ketujuh. Melaluinya,
Tuhan hendak menunjukkan bahwa istirahat
bukanlah sesuatu yang tidak produktif.
Sebaliknya, inilah kunci keseimbangan hidup
istirahat justru sangat penting untuk
menyegarkan kita secara fisik dan rohani.

Maka, ketika kita lelah, jangan ragu untuk
beristirahat. Secara teratur, selalu sediakan waktu
untuk beristirahat. Setelah istirahat itu dijalani, kita
akan dikuatkan dan disegarkan untuk kembali
melanjutkan tugas dengan lebih baik --ALS

BERISTIRAHATLAH SETELAH BERKARYA
AGAR KITA PUNYA KEKUATAN UNTUK
MENGERJAKAN KARYA BERIKUTNYA

Friday, October 7, 2011

SABAR DAN BIJAK

Johannes Tan


‎07 Oktober 2011



Bacaan Hari ini :

2 Tawarikh 32:31 "Demikianlah juga ketika utusan-utusan raja-raja Babel datang kepadanya untuk menanyakan tentang tanda ajaib yang telah terjadi di negeri, ketika itu Allah meninggalkan dia untuk mengujinya, supaya diketahui segala isi hatinya."

__________________________________________



Selama Anda hidup, Anda akan diuji oleh Allah saat ia mengembangkan karakter, iman, ketaatan, kasih, integritas, dan kesetiaan Anda.



Kata-kata seperti pencobaan, godaan, penyucian, dan pengujian dikatakan lebih dari 200 kali dalam Alkitab.

Tuhan menguji Abraham dengan memintanya untuk mengorbankan anaknya Ishak.

Tuhan menguji Yakub ketika dia harus bekerja ekstra selama 7 tahun untuk mendapatkan Rahel sebagai istrinya.



Adam dan Hawa gagal dalam ujian mereka di Taman Eden, dan Daud gagal dalam ujian dari Allah pada beberapa kesempatan.

Tetapi Alkitab juga memberi kita banyak contoh orang yang lulus ujian yang besar, seperti Yusuf, Rut, Ester, dan Daniel.



"Karakter dikembangkan dan diungkapkan dalam rangkaian ujian, dan segala yang terjadi dalam hidup ini adalah ujian."



Karakter dikembangkan dan diungkapkan dalam rangkaian ujian, dan segala yang terjadi dalam hidup ini adalah ujian.

Anda selalu sedang diuji.

Allah terus-menerus mengamati reaksi Anda terhadap orang lain, masalah, keberhasilan, konflik, penyakit, kekecewaan, dan bahkan terhadap cuaca!

Dia bahkan mengamati setiap tindakan sederhana yang Anda lakukan, seperti ketika Anda membuka pintu bagi orang lain, saat Anda mengambil sepotong sampah, atau ketika Anda bersikap sopan pada petugas atau pelayan.



Kita tidak tahu ujian apa yang akan Allah berikan pada Anda, tapi kita bisa mengantisipasi beberapa ujian yang akan datang dalam hidup kita, berdasarkan Alkitab.

Anda akan diuji oleh suatu perubahan besar, oleh janji-janji yang tertunda, oleh masalah yang mustahil untuk Anda selesaikan, doa yang tidak dijawab, kritik, dan bahkan tragedi yang tidak masuk akal.

Dalam hidup saya sendiri, saya telah memperhatikan bahwa Allah menguji iman saya melalui berbagai masalah, menguji harapan saya dengan bagaimana saya menangani harta yang saya miliki dan menguji kasih saya melalui orang lain.



Sebuah ujian yang sangat penting adalah bagaimana Anda bereaksi ketika Anda tidak bisa merasakan kehadiran Allah dalam hidup Anda.

Terkadang Tuhan sengaja menarik diri-Nya, dan kita tidak merasakan bahwa Dia dekat dengan kita.

Seorang raja bernama Hizkia mengalami ujian ini.

Alkitab mengatakan, "Allah meninggalkan dia untuk mengujinya, supaya diketahui segala isi hatinya." (2 Tawarikh 32:31)



Hizkia telah menikmati suatu persekutuan yang erat dengan Allah, tetapi pada titik penting dalam hidupnya Tuhan meninggalkannya sendiri untuk menguji karakternya, untuk mengungkapkan kelemahannya, dan untuk mempersiapkan dia untuk memegang tanggung jawab yang lebih.



Ketika Anda memahami bahwa kehidupan adalah ujian, Anda menyadari bahwa tidak ada yang penting dalam hidup Anda.

Bahkan kejadian terkecil memiliki arti penting bagi pengembangan karakter Anda.

Setiap hari adalah hari penting, dan setiap detik adalah kesempatan pertumbuhan untuk memperdalam karakter Anda, untuk menunjukkan kasih, atau untuk semakin bergantung pada Tuhan.



Kabar baiknya adalah bahwa Allah ingin Anda lulus dalam ujian kehidupan, Allah tidak pernah memberi ujian yang lebih besar daripada kasih karunia yang Dia berikan pada Anda untuk mengatasinya. (1 Korintus 10:13)

Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia.

Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu.

Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.

Wednesday, September 21, 2011

BENSIN IMANKU


(Yang saya buat di Jakarta, tanggal 14 November 2005)

Syalom, saudara – saudaraku yang terkasih, yang selalu beriman, dan yang selalu bepengharapan kepada TUHAN JESUS KRISTUS. Salam damai sejahtera di dalam JESUS KRISTUS. Kali ini saya akan membawakan dan membagikan berita kesaksian tentang “ BENSIN IMAN “.

Apa itu "bensin" ? Kita mengenal bensin adalah sebagai bahan bakar untuk kendaraan bermotor. Dan yang paling sering menggunakan bensin adalah sepeda motor. Terbukti banyaknya di jalan – jalan raya dan sampai di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum ( SPBU ) yang paling panjang ngantrinya adalah sepeda motor. Orang banyak menggunakan sepeda motor selain efisien juga sebagai salah satu alat transportasi yang mengantar dari satu tempat ke tempat yang lain. Singkat cerita untuk menjalankan sepeda motor itu dibutuhkan salah satunya adalah bensin. Dan dapat saudara bayangkan apabila satu hari saja tidak ada bensin ? Pastilah si pengguna sepeda motor itu bahkan manusia secara umum tidak akan bisa pergi ke mana – mana dan akan mengalami kebingungan. Agar sepeda motor itu tidak kehabisan bensinnya, pastilah si pengguna sepeda motor itu selalu mengecek tangki bensinnya melalui indikator bensin yang ada di dasbord motor tersebut.

Kembali ke masalah bensin. Dalam hidupnya manusia memiliki “ TUJUAN “, baik tujuan hidup menuju kedewasaan, tujuan hidup menuju kemajuan dan kesejahteraan atau tujuan – tujuan yang lain. Agar manusia mencapai tujuan diperlukan berjalan atau usaha. Manusia ingin mencapai tujuan, tetapi kadang – kadang bahan bakarnya habis alias kosong. Sehingga perlu di isi bensin kehidupan. Kita anggap bensin duniawi atau kehidupan itu adalah nasi, karena bensin nasi, sampai siang sudah lapar lagi. Sehingga sebentar – sebentar mesti mengisi bensin nasi lagi. Bukan bensin duniawi itu sebatas bensin nasi saja, masih banyak banyak contoh bensin – duniawi seperti bensin kekayaan, bensin kekuasaan, bensin egoisme atau bensin – bensin lain. Itulah bensin – bensin duniawi yang selalu dikampanyekan, khususnya oleh pemerintah untuk selalu berhemat. Padahal bagi saya dengan mengisi bensin duniawi manusia tidak akan pernah sampai pada tujuan kehidupannya. Artinya manusia selalu merasa tidak terpuaskan. Tetapi oleh bensin duniawi manusia “ SEOLAH – OLAH “ sampai ke tujuannya.

Manusia lebih suka membeli bensin duniawi yang cepat habis. Sebenarnya ada yang bensin, yang tidak akan pernah habis. Yaitu “ BENSIN ILAHI “ atau dengan kata lain adalah “ IMAN “. Karena bensin Ilahi adalah Iman, maka semakin kita gunakan, maka Iman kita juga semakin bertambah. Bukan malah sebaliknya. Dan Iman itu tidak akan pernah habis. Semakin kita beriman kepada ALLAH berarti kita akan melepaskan Iman kita kepada ALLAH. Dan ALLAH akan menghargai keimanan kita dengan kasihnya menambah Iman sebelum Iman kita habis dan berhenti di tengah jalan. Dan itulah mengapa semakin kita sering Beriman kepada ALLAH keimanan kita bertambah dan bertambah terus. Artinya jika kita punya keimanan satu, terus kita gunakan maka bukannya berkurang malah akan bertambah tiga. Dari tiga keimanan yang kita punya, terus kita gunakan akan menjadi sembilan. Bukannya berkurang melainkan akan digandakan oleh TUHAN. Dan kita tidak akan pernah kehabisan “ BENSIN IMAN “ karena semakin sering kita gunakan , maka IMAN kita akan terus dan terus bertumbuh, bertambah dan berkembang.

Untuk itu sebelum perjalanan hidup kita terhenti karena kehabisan bensin duniawi, segerelah menggunakan “ BENSIN ILAHI “, yang sudah di beri oleh ALLAH sendiri. Dengan cara selalu Bersekutu dan BERDOA MEMOHON KEPADANYA, Beribadah dengan TUHAN, Membaca Firman Tuhan, serta agar menjadi sempurna yaitu menjalankan FIRMAN TUHAN dalam kehidupanmu sehari – hari dengan baik dan benar. Kita tidak usah perlu untuk membelinya alias “ GRATIS “, karena ALLAH memberinya dengan cuma – cuma. Kita hanya perlu menggunakan dan memakainya. ALLAH akan sungguh senang ketika kita menggunakan : Bensin Iman, Keyakinan pada ALLAH dan ALLAH akan menambah dan terus menambah sampai lumbungmu penuh.

Sebagai kalimat penutup, saudara saya ajak untuk membuka salah satu ayat yang saya ambil dari Kitab IBRANI 4 : 2 , yang demikian bunyinya :

“ Karena kepada kita diberitakan juga kabar kesukaan sama seperti kepada mereka, tetapi firman pemberitaan itu tidak berguna bagi mereka, karena tidak bertumbuh bersama – sama oleh iman dengan mereka yang medengarnya “.

Demikian renungan Firman Tuhan yang saya angkat dan bagikan untuk kita semua yang di jadikan pelajaran Iman kita. Dan saya berharap supaya Bensin Iman kita, terus dan terus dan terus bertambah banyak.

Tuhan memberkati pelayanan kita bersama.

*ː̗̀º†̬̩̊ºː̖́* O:)ÄmΐΐΐnO:) *ː̗̀º†̬̩̊ºː̖́*•

Monday, September 19, 2011

Doa itu memang butuh kesabaran, ketekunan, kepercayaan bahkan kepasrahan


Doa itu memang butuh kesabaran, ketekunan, kepercayaan bahkan kepasrahan.

Kadang jawaban Tuhan berkata "Tidak"! Bahkan hanya "Diam", shg sering kita tak tahu harus bagaimana?

Akhirnya, kita berpikir dgn logika kita; Sampai kapan Tuhan membiarkan kita? Kenapa Tuhan tidak mendengarkan & bahkan menjawab doaku?, pdhal Ak sdh memuji & menyembah pdMU! Bahkan tak menutup kemungkinan kita akhirnya ber...balik menyangkal DIA & mencari jalan pintas.

Disaat aku benar2 putus asa, DIA menyapaku didalam Markus 7:7 :"Percuma mereka beribadah kepada-KU, sedangkan ajaran yg ia ajarkan ialah perintah manusia."

Ternyata aku salah. Semua yg kulakukan bukan berdasarkan Perintah Allah, melainkan perintah manusia yg berdasarkan logika, akal & perintah manusia.

Ampuni kami Bapa, bila kami melakukan kehidupan kami, hny sebatas akal & perintah manusia saja, bukan PERINTAH ALLAH. TerimakasiH Tuhan atas teguran-MU ini.
Ameen....

Monday, September 12, 2011

Jangan Kekurangan Hikmat


Saya percaya tiap orang punya emosi. Bukan Cuma dalam keadaan marah, emosi termasuk juga dalam keadaan sedih. Emosi melibatkan perasaan dan bahkan dapat mengacaukan pikiran. Ini saya katakan berdasarkan pengalaman saya. Ketika emosi menguasai, pikiran jadi kacau sebab perasaan juga sangat kacau. Ada satu masa kita di ha...dapkan pada persoalan yang bertubi-tubi, sepertinya nasib baik tidak memihak kita (kata banyak orang yang sedang mengalami). Mungkin hari ini kita mendengar bahwa anak kita melakukan tindakan kenakalan yang melampaui batas kewajaran, atau keadaan di kantor kacau balau pekerjaan berantakan, atau sakit penyakit yang terus menerus menyerang anggota keluarga,menghadapi orang yang tegar tengkuk, dll . Terjebak dalam situasi seperti ini siapa pun dapat menjadi orang yang kekurangan hikmat. Jalan keluar dengan berbagai cara seolah buntu. Berdoa dalam keadaan hati galau, seolah tidak mendapat jawaban. Situasi yang pernah saya alami. Otak manusia saya bekerja menawarkanberbagai cara sebagai jalan ke luarnya. Tetapi saat di coba semua tidak menemukan penyelesaian.

Saya menyerah.. dan saat dalam kondisi tidak berdaya, saya meminta hikmat dari TUHAN, “Apa yang harus saya lakukan?”. Ternyata jawaban TUHAN sangat sederhana sekali dan semua di luar pemikiran manusia. (Yak 1:5 Amsal 2:6). Tuhanlah sumber segala Hikmat. Oleh sebab itu, jangan sampai emosi lebih menguasai hingga kita kekurangan hikmat. Tetaplah tenang dalam berbagai keadaan dan mintalah hikmat-NYA. Kita tidak boleh juga merasa tinggi rohani seolah kita tidak pernah kekurangan hikmat oleh karena kita merasa sudah lama melayani, sebab hikmat hanya ada pada orang-orang yang rendah hati. (Amsal 11:2)

Sedikit catatan kecil ini saya tulis dengan sangat sederhana, untuk mengingatkan kembali, bahwa kita sering terjebak pada situasi yang membuat kita lebih dominan emosi hingga kekurangan hikmat Tuhan. Hanya ada satu jalan untuk menyelesaikan semua, yaitu HIKMAT TUHAN. (Amin)

Tetap tinggalah di dalam Tuhan


‎12 September 2011

Bacaan Hari ini :
Yohanes 15:7 "Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya."
__________________________________________

Seorang remaja yang baru saja mendapatkan SIM-nya meminta untuk menggunakan mobil keluarga.
Ayahnya, yang dikenal pelit, mengatakan kepadanya, "Aku akan membuat kesepakatan dengan kamu, Nak. Jika kamu mendapatkan nilai A untuk semua mata pelajaran di sekolah untuk semester ini, jika kamu menjaga kamarmu tetap bersih, melakukan pekerjaanmu untuk halaman rumah, membuang sampah setiap minggu, dan akhirnya memotong rambutmu, maka Aku akan membiarkan kamu mengendarai mobil keluarga."

Beberapa bulan kemudian, anak itu kembali datang pada ayahnya dan mengatakan kepadanya bahwa dia telah mendapat nilai A selama 1 semester, telah melakukan semua tugas-tugasnya, dan membuang sampah setiap minggu. Ayahnya mencatat dan kemudian berkata, "Tapi Nak, Ayah melihat kamu tidak memotong rambutmu."

Anak itu menjawab, "Tapi Ayah, Yesus memiliki rambut panjang."
"Itu benar", kata ayahnya kepadanya.
"Dan Yesus juga berjalan kemanapun Dia pergi. Jadi potong rambutmu."

Untungnya, sebagai orang percaya, kita tidak memiliki Bapa yang pelit.
Kita memiliki Bapa di surga yang mengasihi kita untuk memberkati kita dan bermurah hati kepada kita.
Bapa kita lebih dari murah hati.
Yesus berkata, "Sebab Bapamu senang memberikan kepadamu berkat dari Pemerintahan-Nya." (Lukas 12:32b)
Jadi kita dapat datang kepada-Nya hari demi hari, mengharapkan berkat-Nya dan mengharapkan penyediaan-Nya.

Tujuan doa adalah untuk membawa keinginan kita sejalan dengan kehendak Allah.
Dan ketika hal itu sudah terjadi, kita akan melihat doa-doa kita dijawab lebih sering dengan mendapatkan persetujuan dari Tuhan.
Yesus menyimpulkan dengan cara ini: "Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya." (Yohanes 15:7)

Jika kita tinggal di dalam Dia, jika kita menghabiskan waktu di dalam Firman-Nya, maka ini akan mengubah diri kita.
Ini juga akan mengubah hal-hal yang kita doakan.

Tinggal di dalam Yesus akan mengubah jawaban untuk doa-doa kita karena ini otomatis terlebih dahulu akan mengubah hal-hal yang kita doakan.
__________________________________________
Gbu

Wednesday, May 11, 2011

BALOK DIMATAMU. (MATIUS 7:1-5)

Seorang buta dan seorang juling sedang bertengkar. "Ayo kita berkelahi di lapangan, siapa menang, dia yang benar, " kata si buta. Si juling menjawab, "Siapa takut?" Ketika mereka sampai di lapangan, si buta berteriak: "Hei pengecut, jangan sembunyi di tempat gelap, hadapi aku." Tapi si juling segera menyahut, "Kau yang pengecut, kenapa kau membawa teman? Kalau kau lelaki sejati, majulah satu lawan satu." Padahal, tidak ada orang lain kecuali mereka berdua. Si buta menganggap si juling bersembunyi, sedang si juling melihat seolah-olah ada dua lawan di hadapannya, padahal tidak.

Dalam kehidupan, kita bisa mengalami dan menyaksikan hal konyol semacam ini. Orang munafik bisa selalu menemukan kelemahan dan ketidakberesan orang lain. Sedangkan kesalahan dan kedegilan hatinya sendiri yang lebih besar tak mampu dikenalinya. Kita akan merasa tidak nyaman jika dekat dengan orang seperti ini. Sebab ia bisa menemukan hal-hal yang dianggapnya tidak beres, tetapi tidak mampu dan tidak mau mengakui kelemahannya sendiri. Bagaimana menghadapi orang seperti ini? Apakah dengan menjauhinya, sebab mengurus orang seperti ini hanya menguras energi?

Stop, jangan tergesa bertindak demikian. Sebab, jangan-jangan kita sendiri orang munafik itu. Perhatikan ayat 5, "Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan serpihan kayu itu dari mata saudaramu." Artinya, setelah memeriksa diri sendiri, barulah kita dimampukan menolong orang lain yang punya kesalahan, sebagai saudara. Caranya? Dengan kasih, dan tidak menghakimi

Tuesday, May 10, 2011

1 Raja-Raja 18:21-39

Pertarungan antara satu orang versus empat
ratus lima puluh orang hendak digelar-untuk
memenangkan hati sebuah bangsa. Sangat tidak
imbang. Di atas kertas, yang satu orang tentu tak
berdaya. Apalagi, bangsa yang diperebutkan
sudah cenderung berpihak pada yang mayoritas.

Begitulah ketika Elia menantang 450 nabi Baal di
gunung Karmel, untuk menunjukkan di hadapan
bangsa Israel, siapa Tuhan. Apakah Baal, atau
Allah Israel. Mereka sepakat mempersiapkan
korban bakaran tanpa api, lalu masing-masing
akan meminta api kepada kuasa yang mereka
percayai sebagai Tuhan (ayat 23, 24). Sejak pagi,
para nabi Baal mulai meminta api kepada allah
mereka. Namun sampai petang, bahkan sampai
mereka melukai diri "... tidak ada suara, tidak ada
yang menjawab ..." (ayat 26).
Lalu ketika tiba giliran Elia, ia maju dengan
keyakinan penuh. Walau sendirian, ia tahu
Tuhannya hidup. Ia percaya Tuhannya adalah
Tuhan yang benar. Ia tak ragu sedikit pun
Tuhannya dahsyat. Itu sebabnya ia bahkan
meminta orang menyiram potongan lembu
korbannya dengan air-12 buyung penuh (ayat 34)!
Dan, ia hanya perlu berdoa dengan lembut.Maka,
Tuhannya yang hidup mendengar dan
menjawab doanya dengan ajaib (ayat 38). Hingga
seluruh Israel kembali sujud kepada Tuhan.

Keyakinan Elia kepada Tuhan tak digoyahkan oleh
sedikitnya pendukung yang berpihak kepadanya.
Tak dilemahkan oleh ancaman maupun tantangan
yangmenghadang. Keyakinan seper-ti ini dapat
kita miliki juga bila jika mau terus bertumbuh
dalam pengenalan yang benar akan Tuhan.

Dengan terus setia mempelajari firman-Nya. Dan,
dengan terus melibatkan Tuhan ketika menjalani
hidup ini. JANGAN TAKUT N BIMBANG WALAU SENDIRIAN,INGAT BAHWA TUHAN SELALU MENYERTAI KITA. AMEN

Saturday, May 7, 2011

Berjaga-jagalah dan berwaspadalah terhadap segala ketamakan

Sebuah dongeng. Seorang pemburu telah berjasa
menyelamatkankuda kesayangan Raja dari
terkaman harimau. Sebagai hadiah, raja
memberikan kepadanya hadiah berupa tanah,
seluas yang bisa ia kelilingi dengan berlari dalam
tiga hari. Maka, bergegaslah sang pemburu
berlari. Siang malam ia berlari tiada henti, demi
mendapat tanah seluas-luasnya. Tidak peduli
lapar dan haus, hujan dan terik matahari. Rasanya
masihkurang luas, masih kurang luas. Sampai
akhirnya tibalah hari ketiga, sang pemburu jatuh
tersungkur lalu mati karena kelelahan.

Begitulah kita kalau terjebak dalam ambisi yang
tanpa batas. Kita dipacu untuk terus bekerja
dengan teramat keras. Kita didorong untuk
menumpuk harta benda dengan tidak kenal lelah,
tidak kenal henti. Sampai-sampai bisa lupa
keluarga, lupa kesehatan, bahkan juga lupa
Tuhan. Seperti si pemburu yang terus berlari dan
berlari demi memenuhi ambisi mendapatkan
tanah seluas-luasnya. Sudah mendapat banyak,
tetapi masih ingin lebih banyak lagi. Ketika tiba di
pengujung jalan, kita baru tersadar betapa sia-
sianya semua itu. Namun, sudah terlambat.

Itu pula pesan yang disampaikan Tuhan Yesus
dalam perumpamaan tentang orang kaya yang
bodoh. Bahwa harta kekayaan sebesar apa pun
tidaklah bisa kita jadikan sebagai sandaran hidup
sepenuhnya dan seutuhnya. Sebab Tuhan bisa
memanggil kita kapan saja. Apabila saat itu tiba,
selesai jugalah segala urusan kita dengan harta
benda di dunia ini. Maka, penting sekali untuk kita
tidak membiarkan diri terjebak dalam
pementingan harta benda yang berlebihan

Monday, September 27, 2010

NANTI KITA AKAN MENGERTI

ROMA 11:33 WAHYU 2:10
Shalom.....
Banyak kali kita bertanya kepada Tuhan,
"Mengapa Tuhan? Mengapa Tuhan
membiarkan umatMu dianiaya? Mengapa
orang yang setia padaMu menderita sakit
parah? Mengapa Tuhan memanggil dia begitu
cepat?" Seringkali kita tidak mendapat jawaban
yang jelas dan memuaskan untuk pertanyaan
-pertanyaan seperti ini, selain keyakinan bahwa
rancangan Tuhan adalah untuk kebaikan.
Setelah lulus dari sekolah Alkitab di Los
Angeles, Irene Ferrel mempunyai beban misi
ke luar negeri. Akhirnya, ia menemukan di
Kongo di mana selama 10 tahun ia mengajar
di sekolah, memberitakan Injil, dan dan
bekerja di sebuah rumah sakit yang sangat
sederhana di Kwilu.
Ketika pemberontakan komunis untuk
menggulingkan pemerintahan tahun 1964,
kehidupan para misionaris di Kliwu terancam.
Irene dan rekan kerjanya Ruth Hege
memutuskan untuk meninggalkan pos
mereka. Mereka meminta sebuah helikopter,
dan pada tanggal 24 Januari mereka bersiap
untuk pergi. Mereka mengepak barang penting
dan mengumpulkan para pekerja kebangsaan
Kongo untuk melakukan ibadah terakhir. Lagu
terakhir pun menggema di iringi organ yang
dimainkan Irene. Doa-doa terakhir pun di
panjatkan sambil menanti kedatangan
helikopternya. Tetapi helikopternya tidak
kunjung datang.
Pada tengah malam, para pemberontak
menyerang. Mereka adalah orang-orang
muda, bahkan ada yang masih remaja.
Mereka mengisap mariyuana dan seperti
orang yang haus darah mereka menyerbu
rumah, berteriak dan menghancurkan jendela.
Para wanita di tarik dari tempat tidur, lalu
mereka menari-nari mengelilingi wanita itu.
Seorang pemuda melontarkan anak panah ke
leher Irene. Dengan sisa kekuatan Irene
menarik anak panah tersebut, ia pun mati.
Ruth Hege temannya pun di serang anak
panah, tapi ia tidak bergerak sama sekali dan
berpura-pura mati. Setelah para pemberontak
itu pergi, barulah Ruth merangkak mencari
pertolongan.
Pergolakan di Kongo pada tahun 60an itu
banyak memakan korban para misionaris.
Banyak yang bertanya, mengapa helikopter
datang terlambat? Mengapa TUhan
mengijinkan hamba-hambaNya mati?
Sekarang ini mungkin kita tidak mendapatkan
alasannya yang jelas.
Ditengah penderitaanNya, Yesus pun pernah
bertanya kepada Bapa, "Mengapa Engkau
meninggalkan Aku?" Lalu akhirnya Dia berkata,
"Sudah selesai." Ini bukan akhir dari
penderitaanNya, tapi juga menunjukan bahwa
Ia telah menyelesaikan karyaNya seperti yang
ditugaskan Bapa. Setialah sampai akhir,
sekalipun banyak hal yang kita tidak mengerti
sepenuhnya. Apa pun yang terjadi, tetaplah
percaya bahwa kasih setia Tuhan tidak
berkesudahan dan rahmatNya tiada habisnya.
Kelak kita akan mengerti semuanya!
Percaya sepenuhnya menuntut kita untuk tidak
perlu mencari tahu alasan kebijakan
Tuhan....Amin.*ms
Tuhan Yesus Memberkati.....

Saturday, September 18, 2010

JANJI DARI TUHAN

Setiap orang percaya memiliki janji yang sama
dari Tuhan dan kali ini kita akan membahas
mengenai 3 janji dari Tuhan, yaitu:
1) Memberkati kita dengan berkelimpahan
Tuhan Yesus berkata dalam Yoh 10:10b,"Aku
datang, supaya mereka mempunyai hidup,
dan mempunyainya dalam segala
kelimpahan." dan ini berarti setiap orang
percaya akan diberkati TUHAN secara
berkelimpahan
2) Menjadi berkat bagi orang-orang di sekitar
kita
Setelah kita diberkati secara berkelimpahan, kita
harus menjadi berkat bagi orang-orang di
sekitar kita, karena tujuan TUHAN memberkati
kita adalah agar kita menjadi berkat bagi
orang-orang di sekitar kita dan Tuhan Yesus
berkata dalam Mat 5:16,"Demikianlah
hendaknya terangmu bercahaya di depan
orang, supaya mereka melihat perbuatanmu
yang baik dan memuliakan Bapamu yang di
sorga."
3) Memerintah bersama Yesus Kristus
Tuhan Yesus berkata dalam Wah
20:6,"Berbahagia dan kuduslah ia, yang
mendapat bagian dalam kebangkitan pertama
itu. Kematian yang kedua tidak berkuasa lagi
atas mereka, tetapi mereka akan menjadi
imam-imam Allah dan Kristus, dan mereka
akan memerintah sebagai raja bersama-sama
dengan Dia, seribu tahun lamanya." dan ini
berarti setiap orang percaya akan memerintah
bersama Yesus Kristus
GBU and family always, my sisters and
brothers!

Friday, July 23, 2010

IF TOMOROW NEVER COMES

Sebagai permintaan maaf kepada seorang
sahabat yang lama tidak pernah saya sapa,
seorang sahabat yang lama sekali tidak saya
dengar suara dan kabarnya,sahabat yang
dimasa lalu mungkin pernah saya sakiti,maka
saya kirimkan tulisan ini :
"Tidak apa-apa, kan masih ada hari esok"
Pada suatu tempat, hiduplah seorang anak. Dia
hidup dalam keluarga yang bahagia, dengan
orang tua dan sanak keluarganya. Tetapi, dia
selalu mengangap itu sesuatu yang wajar saja.
Dia terus bermain, menggangu adik dan
kakaknya, membuat masalah bagi orang lain
adalah kesukaannya. Ketika ia menyadari
kesalahannya dan mau minta maaf, dia selalu
berkata, "Tidak apa-apa, besok kan bisa."
Ketika agak besar, sekolah sangat
menyenangkan baginya. Dia belajar,mendapat
teman, dan sangat bahagia. Tetapi, dia anggap
itu wajar-wajar saja.Semua begitu saja
dijalaninya sehingga dia anggap semua sudah
sewajarnya.Suatu hari, dia berkelahi dengan
teman baiknya. Walaupun dia tahu itu
salah,tapi tidak pernah mengambil inisiatif
untuk minta maaf dan berbaikan dengan
teman baiknya. Alasannya, "Tidak apa-apa,
besok kan bisa."
Ketika dia agak besar, teman baiknya tadi
bukanlah temannya lagi. Walaupun dia masih
sering melihat temannya itu, tapi mereka tidak
pernah saling tegur. Tapi itu bukanlah
masalah, karena dia masih punya banyak
teman baikyang lain. Dia dan teman-temannya
melakukan segala sesuatu bersama-
sama,main, kerjakan PR, dan jalan-jalan. Ya,
mereka semua teman-temannya yang paling
baik.
Setelah lulus, kerja membuatnya sibuk. Dia
bertemu seorang cewek yang sangat cantik
dan baik. Cewek ini kemudian menjadi
pacarnya. Dia begitu sibuk dengan kerjanya,
karena dia ingin dipromosikan ke posisi paling
tinggi dalam waktu yang sesingkat mungkin.
Tentu, dia rindu untuk bertemu teman-
temannya. Tapi dia tidak pernah lagi
menghubungi mereka, bahkan lewat telepon.
Dia selalu berkata, "Ah, aku capek, besok saja
aku hubungin mereka."
Ini tidak terlalu mengganggu dia karena dia
punya teman-teman sekerja selalu mau diajak
keluar. Jadi, waktu pun berlalu, dia lupa sama
sekali untuk menelepon teman-
temannya.Setelah dia menikah dan punya
anak, dia bekerja lebih keras agar dalam
membahagiakan keluarganya. Dia tidak pernah
lagi membeli bunga untuk istrinya, atau pun
mengingat hari ulang tahun istrinya dan juga
hari pernikahan mereka.
Itu tidak masalah baginya, karena istrinya
selalu mengerti dia, dan tidak pernah
menyalahkannya.Tentu, kadang-kadang dia
merasa bersalah dan sangat ingin punya
kesempatan untuk mengatakan pada istrinya
"Aku cinta kamu", tapi dia tidak
pernahmelakukannya. Alasannya, "Tidak apa-
apa, saya pasti besok akan mengatakannya."
Dia tidak pernah sempat datang ke pesta ulang
tahun anak-anaknya, tapi dia tidak tahu ini akan
berpengaruh pada anak-anaknya. Anak-anak
mulai menjauhinya, dan tidak pernah benar-
benar menghabiskan waktu mereka dengan
ayahnya.
Suatu hari, kemalangan datang ketika istrinya
tewas dalam kecelakaan,istrinya ditabrak lari.
Ketika kejadian itu terjadi, dia sedang ada
rapat.Dia tidak sadar bahwa itu kecelakaan
yang fatal, dia baru datang saat istrinya akan
dijemput maut. Sebelum sempat berkata "Aku
cintaimu",istrinya telah meninggal dunia. Laki-
laki itu remuk hatinya dan mencoba
menghibur diri melalui anak-anaknya setelah
kematian istrinya. Tapi, dia baru sadar bahwa
anak-anaknya tidak pernah mau
berkomunikasi dengannya. Segera, anak-
anaknya dewasa dan membangun
keluarganya masing-masing. Tidak ada yang
peduli dengan orang tua ini, yang di masa
lalunya tidak pernah meluangkan waktunya
untuk mereka.
Saat mulai renta, Dia pindah ke rumah jompo
yang terbaik, yang menyediakan pelayanan
sangat baik.
Dia menggunakan uang yang semula
disimpannya untuk perayaan ulang tahun
pernikahan ke 50, 60, dan 70. Semula uang itu
akan dipakainya untuk pergi ke Hawaii, New
Zealand, dan negara-negara lain bersama
istrinya, tapi kini dipakainya untuk membayar
biaya tinggal dirumah jompo tersebut. Sejak
itu sampai dia meninggal, hanya ada orang-
orangtua dan suster yang merawatnya.
Dia kini merasa sangat kesepian, perasaan
yang tidak pernah dia rasakan
sebelumnya.Saat dia mau meninggal, dia
memanggil seorang suster dan berkata
kepadanya,"Ah, andai saja aku menyadari ini
dari dulu...." Kemudian perlahan
iamenghembuskan napas terakhir, Dia
meninggal dunia dengan airmata
dipipinya.============================================================================Apa
yang saya ingin coba katakan pada anda,
waktu itu nggak pernah berhenti.Anda terus
maju dan maju, sebelum benar-benar
menyadari, anda ternyata telah maju terlalu
jauh.Jika kamu pernah bertengkar, segera
berbaikanlah!Jika kamu merasa ingin
mendengar suara teman kamu, jangan ragu-
ragu untuk meneleponnya segera.Terakhir,
tapi ini yang paling penting,jika kamu merasa
kamu ingin bilang sama seseorang bahwa
kamu sayang dia, jangan tunggu sampai
terlambat.Jika kamu terus pikir bahwa kamu
lain hari baru akan memberitahu dia, hari ini
tidak pernah akan datang.Jika kamu selalu pikir
bahwa besok akan datang, maka "besok" akan
pergi begitu cepatnya hingga kamu baru sadar
bahwa waktu telah meninggalkanmu.

Thursday, July 15, 2010

PESAN LIMA MALAIKAT DARI LIMA BENUA

PESAN LIMA MALAIKAT DARI LIMA BENUA
(Penglihatan Rev. Samuel Doctorian)
Waktu itu, saya berada sendirian di sebuah
rumah, di Pulau Patmos selama berminggu-
minggu berdoa dan mencari Tuhan. Saya
telah menemukan kapel kecil yang bernama
Kapel ST. Nicolas. Belum pernah ada orang
yang pergi ke sana. Saya pergi ke tempat itu
dan mencurahkan isi hati saya kepada Allah.
Saya juga menemukan satu batu karang di sisi
sebuah bukit, dimana saya dapat duduk,
berdoa, merenungkan dan membaca Alkitab.
Saya makan sedikit sekali pada waktu itu.
Dalam waktu-waktu tertentu saya pergi
mengunjungi 'Gua Yohanes', tempat dimana ia
melihat 'Wahyu yang besar'. Sementara
bermeditasi selama satu bulan di tempat
terpencil ini, saya berpikir, "Saya bertanya-
tanya, apakah Tuhan akan mengutus malaikat-
Nya yang kesepuluh?" Saya telah melihat
sembilan malaikat sebelumnya - di Inggris, di
Beograde Yugoslavia..., di Aman, Yordan... di
Yerusalem satu malaikat telah melepaskan
seorang wanita dari penggantungan di atas
Mesir... Saya melihat malaikat ke sembilan di
Beirut, ditengah-tengah peperangan. Malaikat
tersebut secara fisik membangunkan saya
pada pk 03.00 dini hari dan memberitahu saya
supaya segera keluar dari negara itu. Saya
sangat bersyukur kepada Tuhan akan hal ini.
Saya tidak tahu apa yang akan terjadi jika
malaikat itu tidak datang. Sorga akan member
itahukan hal itu nanti. Jadi, saya tidak yakin,
apakah saya akan melihat malaikat Tuhan
untuk yang kesepuluh kali. Suatu saat ketika
saya sedang berdoa, saya merasakan
kehadiran-Nya. Lalu saya bertanya, "Tuhan,
apakah malaikat itu datang sekarang?" Tetapi
tidak demikian.
Satu malam saya juga pernah bermimpi
tentang malaikat. Malaikat itu memberitahu
saya untuk terbang dalam mimpi. Dan saya
melakukannya. Tetapi hal itu hanya mimpi
belaka. Saya mau melihat malaikat yang
sesungguhnya, seperti yang pernah saya lihat,
sembilan kali sebelumnya. Pada tanggal 20
Juni jam 03.50 dini hari, di sini, di Pulau
Patmos, tiba-tiba ruangan saya menjadi
terang, ...dan tidak ada penerangan di sekitar
sini. Hanya ada rumah kecil ini, yang terletak di
ujung jalan, dekat biara. Namun lihatlah, saya
benar-benar sadar waktu itu, dan saya melihat
lima malaikat yang indah. Saya melihat
wajahnya, sempurna dan seperti manusia,
tetapi penuh dengan cahaya. Saya melihat
mata mereka, rambut dan tangan mereka. Di
sebelah kanan saya hadir dua malaikat, dan
ketika saya melihat ke sebelah kiri, saya melihat
tiga malaikat lainnya dengan sayap. Mereka
memakai jubah putih panjang yang indah,
sampai menyentuh lantai. Sesuatu yang tidak
dapat saya ungkapkan dengan kata-kata
manusia. Saya heran, mengapa lima malaikat
itu datang? Saya menjadi gemetar dan
terguncang, saya ingin berteriak, tetapi tidak
dapat.
Sebelum saya melihat malaikat-malaikat ini di
dalam roh, saya telah melihat diri saya berada
dalam sebuah kelompok pertemuan besar.
Dan saya sedang berkotbah dalam bahasa
Inggris. Seorang penterjemah berdiri di
sebelah kiri saya, berambut hitam dan berjas
abu-abu. Tetapi saya tidak dapat mengingat
bahasa apa yang dia pakai. Saya sedang
menubuatkan hal ini: "Gereja-Ku, engkau
mengkotbahkan kasih, engkau mengajarkan
kasih, tetapi engkau harus mempraktekkan
kasih (memperlihatkan kasih) itu. Diperlukan
kesatuan didalam tubuh-Ku. Ada banyak
perpecahan diantaramu: Roh-Ku tidak akan
bergerak dan bekerja kalau tidak ada kesatuan.
Ada kedagingan di dalam gereja-Ku; terlalu
banyak kenajisan di dalam gereja-Ku. Aku
merindukan dan menginginkan umat yang
kudus. Aku mati untuk menjadikan engkau
kudus". Sementara saya bernubuat di dalam
roh, saya menjadi gemetar. Mata saya terbuka
dan saya memandang pada kelompok orang
banyak itu. Tiba-tiba di tengah nubuatan itu,
lima malaikat ya ng perkasa ini muncul. Saya
meninggalkan mimbar dan saya pikir saya
akan jatuh. Tapi ternyata saya terbangun. Ini
semua terjadi di dalam roh. Ada kuasa yang
menolong saya untuk tidak jatuh, dan saya
heran dengan apa yang sedang terjadi ini.
Lalu secara tiba-tiba, malaikat pertama di sisi
kanan saya berkata "Kami adalah lima malaikat
dari lima benua. Kami berada di sini untuk
memberikan kepadamu pesan-pesan dari lima
benua di dunia". Pada saat saya mendengar
suara itu, saya juga mendengar orang banyak
itu berteriak, 'Ohhh, Ohhh, Ohhh...' Saya
percaya kelompok orang banyak ini juga
melihat malaikat-malaikat itu. Kadang-kadang
Tuhan menyatakan kepada saya, bahwa di
masa-masa yang akan datang, di banyak
tempat di dunia ini, Ia akan menyatakan diri-
Nya melalui pelayanan para malaikat. Hal ini
akan terjadi secara terbuka; Hal ini akan terjadi
di dalam gereja-gereja. Beribu-ribu orang akan
melihat malaikat pada saat yang bersamaan.
Malaikat ini akan melayani tubuh Kristus pada
akhir zaman.

Friday, July 2, 2010

Tuhan Itu Maha Tahu

Ketika engkau merasa lelah dan putus asa
dengan usaha yang tiada mendatangkan
hasil... Tuhan tahu seberapa keras engkau
telah mencoba.
Ketika engkau telah menangis begitu lama dan
hatimu tenggelam dalam kesedihan... Tuhan
telah menghitung air matamu.
Jika engkau merasa bahwa hidupmu seakan
berhenti dan waktu tak lagi berpihak padamu...
Tuhan sedang menantimu.
Ketika engkau kesepian dan teman-temanmu
terlalu sibuk bahkan untuk menerima telepon
darimu... Tuhan ada di sisimu.
Ketika engkau berpikir sudah mencoba segala
cara dan tidak tahu kemana lagi harus
berpaling... Tuhan punya solusinya.
Ketika segalanya menjadi tidak masuk akal dan
engkau bingung serta frustrasi... Tuhan punya
jawabannya.
Jika engkau tiba-tiba melihat titik terang dan
menemukan jejak-jejak harapan... Tuhan
sedang berbisik kepadamu.
Ketika semuanya berjalan lancar dan engkau
memiliki banyak hal untuk disyukuri... Tuhan
telah memberkatimu.
Ketika sesuatu yang menyenangkan terjadi
dan engkau dipenuhi oleh kekaguman... Tuhan
sedang tersenyum kepadamu.
Ketika engkau memiliki tujuan untuk dipenuhi
dan mimpi untuk dikejar... Tuhan telah
membuka matamu dan memanggil namamu.
Ingatlah bahwa dimanapun engkau berada
atau apapun yang engkau hadapi... TUHAN
TAHU.
Sumber : Diterjemahkan bebas dari
Conectique.com

Kalau Anda Menuju Ke Arah Yg Salah, Tuhan mengijinkan Anda Untuk Berputar Balik

Alkisah ada seorang pria bernama Tn. Kline,
yang merasa kecil hati dan kalah. Ia yakin
bahwa tak ada gunanya lagi ia hidup karena
tak seorang pun peduli padanya. lalu, ia
berjalan melewati sebuah gereja pada hari
Minggu malan saat kebaktiaan sedang
berlangsung. Ia dapat mendengar jemaat
menyanyi melalui jendela-jendela yang sedikit
terbuka.
Lagu mereka adalah sebuah himne gospel
lama: "Diselamatkan oleh kasih karunia saja.
hanya itulah permohonanku. Yesus mati bagi
seluruh umat manusia, dan Yesus mati
bagiku." Pendengaran Tn. Kline,
bagaimanapun juga, tidak terlalu baik, jadi saat
jemaat sampai pada kalimat, "Jesus died for all
man-kind (Yesus mati bagi seluruh umat
manusia)," ia mengira mereka menyanyikan,
"Jesus died for ol'man Kline (Yesus mati bagi
pria tua Kline)."
"Wah, itu kan aku!" katanya. Ia menghentikan
langkahnya, berbalik, dan masuk ke gereja.
Malam itu ia mendengarkan dengan sungguh-
sungguh saat pendeta menyampaikan kabar
baik bahwa Yesus Kristus datang ke dunia
untuk menyelamatkan orang berdosa. Tn.
Kline merespons pesannya dan mengalami
keberadaannya, sebagaimana halnya dengan
kasih orang-orang yang menghadiri kebaktian
itu. kebutuhannya akan seseorang yang peduli
telah dipenuhi seluruhnya...!!~
Pesan Moral:
Bertobat berarti "berbalik"--bergerak menuju
TUHAN dan menjauh dari kejahatan. TUHAN
bukan hanya memanggil umat-Nya untuk
bertobat, namun juga memampukan mereka
untuk bertobat dan memulai dari awal lagi.
Sudahkan anda benar2 menerima Yesus
Kristus dan karunia pengampunan-Nya yang
cuma-cuma???
"...Jika engkau mau kembali, Aku akan
mengembalikan engkau menjadi pelayan di
hadapan-Ku...." (Yeremia 15:19)
**TUHAN YESUS MENGASIHI DAN
MEMBERKATI KITA SEMUA...AMIN!!**

Tuesday, June 29, 2010

Sebuah Renungan Singkat Tentang ''Bersyukur''

Sering kali kita tidak mengetahui dan tidak
menyadari betapa berharganya apa yang kita
miliki saat ini. Apapun itu, orang - orang yang
kita sayangi dan yang menyayangi kita, benda,
waktu, kesempatan, dan lain sebagainya.
Sering kali juga kita me-underestimate kan apa
yang kita miliki saat ini.
Rumput tetangga terlihat lebih hijau. Sering kita
terpikat oleh silaunya pantulan cahaya milik
orang lain. Padahal hal yang terlihat belum
tentu seindah nampaknya. Sering kita melihat
orang lain nampak lebih bahagia, kekasih
orang lain lebih tampan/cantik, atau apa saja,
sehingga kita lupa bersyukur atas apa yang
kita miliki.
Bahkan kita sering menukar harta kita yang
paling berharga dengan sesuatu yang
membuat kita terpukau, tetapi ingatlah hal itu
hanya sesaat. Ketika kita kemudian
menyadarinya, kita sudah melakukan
kesalahan, kita akan menyesal, tetapi belum
tentu sesuatu yang sudah hilang itu bisa
diperbaiki dengan mudah. Pasti ada
konsekuensinya.
Mulai saat ini bersyukurlah, berpikirlah dengan
bijak, hargai mereka yang menyayangi anda,
dan sayangilah mereka yang anda sayangi,
karena sesungguhnya semua itulah anugerah
terindah yang diberikan Tuhan kepada kita
dalam hidup ini.
Tuhan Memberkati...

Friday, June 25, 2010

Sombong Itu Berbahaya!

sombong??kita pasti sering melihat sesama yg
sedang memamerkan keahlian dan
kesuksesannya secara berlebihan seolah2 dia
meraih semua hal dengan kekuatannya sendiri
bukan karena Tuhan...
ingatlah bahwa Firman Tuhan berkata Tuhan
sangat membenci kecongkakan..
karena sedikit sombong kita bisa jatuh dalam
dosa..sebab membuat kita kurang peka dalam
mendengar suara Tuhan,,jika meraih
kesuksesan jangan lupa kalau itu dari Tuhan
bukan dari kekuatan kita sendiri...dan jangan
sampai santai2 karena dalam keadaan santai itu
merupakan celah bagi iblis untuk masuk dalam
hidup kita..
iblis selalu mencari celah tepat untuk
menghancurkan berkat kita....karena itulah kita
harus merendahkan diri dan selalu bersyukur
terhadap apa yg kita peroleh....
orang yg sombong hati mudah melupakan
firman Tuhan karena sedang mabuk pujian
dan gila hormat.....
Gbu

Jika Ingin Gengsi, Maka''Gengsilah Yang Benar''

Setiap insan di muka bumi ini sedikit atau
banyak pasti memiliki rasa gengsi pada
dirinya. Yang menjadi buah bibir adalah
apabila rasa gengsi itu sedemikian
mencoloknya, sehingga orang-orang di
sekitarnya merasa terusik sekalipun
sebenarnya mereka tidak ada ‘urusan’ apa-apa
dengan perilaku yang suka ‘menonjolkan diri’
itu. Entah berasal dari bahasa mana kata
‘ gengsi’ ini diserap, namun nampaknya bukan
dari bahasa Belanda (verwaand,ijdel) atau
bahasa Inggris (vain,conceited,vainglorious).
Bentuk sikap gengsi ini bisa termanifestasi
dalam banyak hal dan memang tidak ada
parameter baku untuk membuat penilaian
suatu sikap masuk kategori gengsi atau bukan.
Rasa gengsi ini ternyata juga banyak
menyedot uang dari si pemiliknya. Di suatu
kompleks perumahan, ibu-ibu penghuni
rumah ini bisa terlibat dalam suatu jor-joran
membeli barang demi menjaga gengsi. Kalau
ibu tetangga membeli televisi plasma ukuran
home theater, maka demi menjaga gengsi ibu
yang lain akan merongrong si suami untuk
membeli televisi sejenis bahkan kalau perlu
yang lebih besar dan lebih canggih. Kalau ibu
tetangga membeli mobil sedan baru, untuk
mempertahankan gengsi maka iapun harus
mengganti mobilnya dengan sedan yang
sekelas.
Di dalam dunia yang modern sekarang ini
persaingan gengsi terlihat jelas dalam memiliki
handphone. Berduyun-duyun orang membeli
Blackberry versi yang paling mutakhir untuk
sekedar show off alias ’ngesok’. Apakah orang
Indonesia lebih menonjol dalam masalah
’ gengsi’ ini dengan bangsa-bangsa lainnya?
Nampaknya seperti begitulah halnya. Dan
kecenderungan ini ditangkap dengan cerdiknya
oleh perusahaan elektronik di dalam ekspansi
pasarnya di negeri kita. Bisa dibayangkan
penduduk Indonesia dengan jumlah 250 juta
jiwa dan memiliki ’sifat’ untuk terus
meningkatkan gengsinya, tentunya
merupakan pangsa pasar yang amat
menggiurkan. Saya teringat petani karet atau
kelapa sawit bilamana panen besar dengan
uang segepok akan membelanjakan barang-
barang elektronik apa saja, termasuk kulkas.
Padahal di desanya belum dialiri arus listrik.
Maka jadilah kulkas untuk menunjukkan
gengsinya itu menjadi lemari pakaian.
Saudara-saudariku yang terkasih dalam
Kristus, jangan hanya menunjukkan gengsi
kepada sesama kita saja, tetapi yang
terpenting, gengsilah di hadapan Sang
Pencipta, gengsilah jika kita berbuat dosa, dan
berjanji tidak akan melakukan dosa itu lagi, itu
baru gengsi yang benar.
Smoga bermanfaat
Tuhan Memberkati...